Beranda INFO POLRI Polda Bali Tetapkan 3 Pejabat Pelindo III Tersangka Kasus Penggelapan BBM Solar

Polda Bali Tetapkan 3 Pejabat Pelindo III Tersangka Kasus Penggelapan BBM Solar

Pelindo III
Polda Bali menetapkan 3 orang petinggi PT. Pelindo III ditetapkan sebagai tersangka terkait kasus penggelapan. Adapun ketiga tersangka adalah Direktur Teknik Pelindo III berinisial KS, Direktur Utama PT. Pelindo Energi Logistik (PT. PEL) berinisial WS dan General Manager PT. PEL Bali Nusra berinisial IB. PT. PEL merupakan anak cucu perusahan PT Pelindo III.

Direskrimsus Polda Bali Kombes. Pol. Kus Yuliar Nugroho mengatakan, mereka ditetapkan sebagai tersangka pada tanggal 31 Maret 2021 lalu.

Ada Dir Teknik Pelindo III (eks Dirut PT PEL), Dirut PT PEL, dan GM PT PEL Regional Bali Nusra. Ketiganya tersangka kasus penggelapan. Mereka ditetapkan tersangka tercatat pada tanggal 31 Maret 2021,” ujarnya Direskrimsus Polda Bali.

BACA JUGA  Polda Metro Jaya Tangkap Pengemudi Fortuner Tabrak dan Todongkan Senjata di Duren Sawit

Kasus tersebut bermula dari proyek penyediaan infrastruktur LNG untuk pembangkit listrik milik PT Indonesia Power (IP), anak perusahaan PT PLN.

Proyek yang berlokasi di dermaga selatan Pelabuhan Benoa itu dimulai tahun 2016. PT IP kemudian menggandeng PT PEL untuk merealisasikan proyek itu.

Untuk pengadaan, PT PEL kemudian menenderkan proyek kepada PT Benoa Gas Terminal (BGT) untuk membangun kapal floating storage unit (FSU) bernama Lumbung Dewata.

Kapal sepanjang 184,7 meter tersebut berfungsi untuk penyimpanan dan mengolah ulang (regasifikasi) LNG yang kemudian didisalurkan ke pembangkit listrik milik PT IP.

BACA JUGA  4 IRT Lempar Batu ke Pabrik Rokok, Polri: 9 Kali Mediasi Gagal

Pada 2019, Kokok yang saat itu menjabat Direktur Utama PT PEL memerintahkan Irsyam Bakri untuk mengambil alih kapal Lumbung Dewata dengan dalih akan ada pergantian kru.

Hal itu ditindaklanjuti oleh Wawan Sulistiawan dengan menempel stiker PT. PEL di kapal itu. PT. BGT yang keberatan dengan ulah PT. PEL itu akhirnya melapor ke Pola Bali, Januari 2021 lalu.

Atas perbuatannya ketiga tersangka dikenakan pelanggaran pasal 372 junto pasal 55 dan 56 KUHP. Penyidik masih menelusuri aliran dana yang digelapkan dan siapa saja penerimanya.

BACA JUGA  Polisi Benda Mencurigakan di Cipinang Ternyata Bom Palsu

Sumber: Divisi Humas Polri.

Facebook Comments