Radar Berita Indonesia | Puan Maharani mengungkapkan bahwa dalam acara open house yang digelar oleh Ketua MPR RI Ahmad Muzani di Komplek Widya Chandra, Jakarta, pada Rabu (2/4/2025), terdapat berbagai pembicaraan politik yang berlangsung.
Acara tersebut menjadi ajang silaturahmi bagi para tokoh politik, pejabat negara, dan berbagai pihak untuk bertukar pandangan serta membahas dinamika politik terkini.
Pernyataan Puan Maharani menekankan pentingnya kebersamaan dalam membangun bangsa dan negara.
Ia mengisyaratkan bahwa pertemuan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat sinergi antar politisi dan pemangku kepentingan dalam menghadapi tantangan nasional, kata Puan Maharani kepada awak media setelah pertemuan.
Puan Maharani juga menyoroti penyelenggaraan mudik Lebaran 2025 dalam acara gelar griya yang dihadiri oleh para menteri Kabinet Merah Putih, kepala lembaga, dan pejabat publik lainnya.
Menurutnya, arus mudik berjalan lancar tanpa kendala berarti, dan ia berharap arus balik ke Jakarta juga berlangsung dengan baik serta masyarakat tetap dalam keadaan sehat.
Pernyataannya mencerminkan optimisme terhadap kesiapan infrastruktur dan koordinasi pemerintah dalam menghadapi puncak arus balik setelah libur Lebaran, ujarnya.
Selain itu Puan Maharani juga menekankan bahwa suasana silaturahmi antara para pejabat dan elite politik dalam acara gelar griya berlangsung dengan hangat dan penuh kegembiraan.
Ia juga menyampaikan pesan dari ibunya, Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri, kepada Ketua MPR RI Ahmad Muzani.
Selain itu, ia mengungkapkan bahwa Ahmad Muzani sebelumnya telah bersilaturahmi ke kediaman Megawati pada Senin (31/3/2025), menunjukkan adanya komunikasi politik yang terus terjalin di antara para pemimpin nasional.
Pernyataan Puan yang menekankan kebersamaan bisa diartikan sebagai sinyal akan soliditas politik ke depan.
Sementara itu, Ahmad Muzani menekankan bahwa momentum Lebaran dimanfaatkan untuk mempererat tali persaudaraan, persahabatan, dan perkawanan di antara para tokoh politik dan pejabat negara.
Acara gelar griya ini dihadiri oleh sejumlah menteri Kabinet Merah Putih, termasuk Menteri Hukum Supratman Andi Agtas, Menteri Hak Asasi Manusia Natalius Pigai, Menteri Luar Negeri Sugiono, Menteri Kebudayaan Fadli Zon, serta Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). Selain itu, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya juga turut hadir.
Kehadiran berbagai pejabat tinggi dalam acara ini mencerminkan eratnya hubungan politik dan pemerintahan dalam momen Lebaran, sekaligus memperlihatkan adanya komunikasi serta koordinasi lintas kementerian dan lembaga.
Acara open house yang digelar oleh Ketua MPR RI Ahmad Muzani di Kompleks Widya Chandra III, Jakarta Selatan, menjadi ajang silaturahmi politik yang dihadiri oleh berbagai tokoh penting dari pemerintahan, legislatif, dan lembaga negara lainnya.
Selain para menteri yang sudah disebutkan sebelumnya, hadir juga Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy, Kepala Badan Gizi Nasional Dadan Hindayana, Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya, dan Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan Hasan Nasbi. Kehadiran tokoh-tokoh ini menunjukkan luasnya spektrum pemangku kepentingan yang terlibat dalam acara tersebut.
Tidak hanya itu, pejabat dari berbagai sektor turut hadir, termasuk Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya, CIO BPI Danantara Pandu Sjahrir, Wakil Menteri Kebudayaan Giring Ganesha, hingga Utusan Khusus Presiden bidang Generasi Muda Raffi Ahmad.
Kehadiran Raffi Ahmad menandakan adanya keterlibatan figur publik dalam agenda kenegaraan, terutama dalam peran representatif bagi generasi muda.
Selain jajaran eksekutif, kehadiran Ketua DPR RI Puan Maharani, Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad, Ketua DPD RI Sultan B. Najamudin, serta para wakil ketua dari DPD dan MPR RI menunjukkan bahwa acara ini juga menjadi titik temu penting bagi pemimpin di lembaga legislatif.
Momentum open house ini tidak hanya berfungsi sebagai ajang silaturahmi Lebaran, tetapi juga mencerminkan komunikasi lintas sektor dan potensi pembicaraan politik di antara para pejabat.
Editor: Dedi Prima Maha Rajo Dirajo.


