Beranda INFO POLRI Siswi SMP di Tambora Mengaku Diperkosa Ayah Tiri sejak 2018, Korban Diancam...

Siswi SMP di Tambora Mengaku Diperkosa Ayah Tiri sejak 2018, Korban Diancam Pelaku

Ayah Tiri
Ilustrasi.
Seorang ayah tiri tega melakukan pelecehan seksual atau disetubuhi anak angkatnya yang baru berusia 15 tahun di Tambora, Jakarta Barat. Rohmansyah (berusia 42 tahun), ayah kandung STA (berusia 15 tahun) melaporkan kejadian ini ke Polres Metro Jakarta Barat.

“Saya melaporkan masalah yang terjadi sama anak saya. Anak saya 3 tahun ini tinggal sama ibu kandung dan ayah tirinya. Kemarin di rumah saya dia cerita sama istri saya atau Ibu tirinya bahwa dia sudah dinodai atau disetubuhi sama ayah tirinya,” kata Romasyah, Kamis (15/07/2021).

BACA JUGA  Perahu Wisatawan Tenggelam di Waduk Kedung Ombo, 9 Orang Hilang

Menurut Romansyah, STA sudah menjadi korban persetubuhan/disetubuhi sejak kelas 7 SMP.

Lalu, seiring berjalannya waktu, STA mengaku takut bercerita hal tersebut ke ayah kandungnya yang tinggal di Tangerang, Banten.

“Jadi pertama kali disetubuhi sekitar 13 tahun, 1 SMP ya dia cerita sama saya dia takut karena waktu pertama itu diancam sama ayah tirinya kalau sampai dia ngomong nanti ibunya sakit,” ucap Romansyah.

BACA JUGA  Kapolri Instruksikan Seluruh Polda Berantas Aksi Premanisme yang Meresahkan Masyarakat

Akibat kejadian ini, Romansyah menyebut psikis dari STA terganggu dan sering murung.

Sementara itu, laporan polisi tersebut sudah diterima oleh penyidik dari Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Metro Jakarta Barat.

“Bapak tadi melaporkan bahwa anaknya telah disetubuhi dan dilakukan oleh bapak tirinya sejak anak kelas 1 SMP. Dengan laporan tersebut kita akan melakukan penyelidikan dulu,” kata Kanit PPA Iptu. Reliana Situmpol.

BACA JUGA  Massa Gelar Aksi di PN Palembang, MPPMS Tuntut Pembangunan Masjid Sriwijaya Dilanjutkan

“Iya laporan sudah diterima, segera kita tindaklanjuti dengan melakukan visum korban dan sekarang kita periksa saksi kemudian korban untuk dirujuk ke psikologi dan segera dilakukan penangkapan terhadap pelaku,” sambung Reliana.

Sumber: Divisi Humas Polri.

Facebook Comments