Beranda INFO POLRI Sosok Sujito, Mantan Calon Wali Kota Jadi Otak Penembakan Wartawan Media Online...

Sosok Sujito, Mantan Calon Wali Kota Jadi Otak Penembakan Wartawan Media Online di Simalungun

Sujito
Sujito mantan Calon Wali Kota Pematangsiantar pada tahun 2015.
Sosok Sujito, Pengusaha dan Eks Bakal Calon Wali Kota Tersangka Pembunuhan Wartawan di Sumu. Kasus penembakan yang menewaskan seorang wartawan di Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara (Sumut), akhirnya terungkap.

Korban bernama Mara Salem Harahap alias Marsal meregang nyawa dalam mobil yang dikendarainya pada Sabtu (19/6/2021) dini hari. Dalam waktu empat hari, polisi mengungkap pelaku penembakan. Pelaku merupakan seorang pengusaha di Sumatera Utara.

Dia adalah pemilik Ferrari Kafe, Bar and Resto bernama Sujito (S). Diduga Sujito melakukan aksinya bersama anggotanya Yudi dan seorang oknum aparat berinisial A.

BACA JUGA  Polisi Bongkar Home Industry Tembakau Sintetis di Bogor

Motif pembunuhan terhadap wartawan diduga karena sakit hati kafe yang dikelolanya kerap melakukan transaksi narkoba. Sujito, tersangka pembunuhan wartawan Mara Salem Harahap di kutip Tribun Medan.

Pengungkapan kasus tersebut dipimpin langsung oleh Kapolda Sumut Irjen pol Panca Putra Simanjuntak, didampingi Pangdam I/BB Mayjen TNI Hassanudin dan jajarannya di Mapolres Pematangsiantar, Kamis (24/6/2021) sore.

Kapolda menyampaikan terungkapnya kasus ini setelah melakukan pemeriksaan terhadap 57 saksi. Termasuk pemeriksaan CCTV di sejumlah tempat korban dan para pelaku dan hasil uji laboratorium forensik dan balistik.

BACA JUGA  Menuju Polri Presisi, Ini 5 Program Prioritas Kapolda Sumut

“Modus operandi yang dilakukan oleh pelaku dan motif adalah tumbuhnya rasa sakit hati oleh S selaku pemilik pemilik kafe dan resto terhadap korban yang selalu memberitakan peredaran narkotika di tempatnya,” kata Kapolda.

Menurut Kapolda, korban Marsal Harahap juga justru meminta sejumlah uang sebagai syarat tak akan memberitakan hal yang buruk di lokasi usaha milik Sujito.

“Korban meminta uang sejumlah Rp 12 juta per bulan dan per harinya meminta 2 butir ekstasi, bisa dibayangkan teman teman?” kata Kapolda.

BACA JUGA  Polda Sumut Berhasil Tangkap 2 Pelaku Penembakan Wartawan di Simalungun hingga Tewas

Atas sikap korban, Sujito kemudian kesal dan merasa perlu memberi pelajaran kepada korban. Sujito kemudian memanggil Yudi yang merupakan humas di lapak usahanya untuk menyusun rencana memberi pelajaran terhadap korban.

“Saudara S meminta Y memberikan pelajaran kepada korban. Tersangka S bertemu Y serta bersama saudara A di jalan seram bahwa Siantar. Di mana saudara S menyampaikan kepada Y dan A kalau begini orangnya cocoknya ditembak,” terang Kapolda.

Kapolda menyampaikan atas dasar tersebut Yudi selaku humas menindaklanjuti.

BACA JUGA  Personel TNI-Polri Dikerahkan Untuk Membantu Korban Banjir di Jabodetabek

Kronologi pembunuhan

Proses ini diawali dari pertemuan Yudi dan AS di wilayah Siantar untuk menindaklanjuti permintaan Sujito tersebut.

Adapun korban sebelum kejadian sempat minum minum tuak di kedai milik Ibu Ginting di salah satu daerah di Siantar. Korban kemudian juga sempat kencan dengan seorang perempuan di Siantar Hotel.

Kapolda menyebut saat itu Yudi dan AS hendak mendatangi korban Mara Salem Harahap di rumahnya, Huta VII, Nagori Karanganyar, Kabupaten Simalungun. Namun korban tak ada di rumahnya.

BACA JUGA  Bareskrim Polri: Sebanyak 79 Akun Media Sosial Dapat Peringatan Virtual Police

“Sekitar pukul 22.30. tersangka Y kembali menuju arah Kota Pematangsiantar. Di perjalanan mereka berselisih dengan mobil korban. Dan selanjutnya tersangka Y dan saudara A ini berbalik arah mengikuti mobil korban,” katanya.

“Y mengemudi sepeda motor dan A melakukan penembakan yang mengenai bagian kaki korban di sebelah kiri paha atas. Dan mengenai hasil outopsi, tembakan mengenai tulang kaki korban. Pada akhirnya tulang patah dan mengenai pembuluh arteri. Maka mengeluarkan darah yang secara deras,” tambah Kapolda.

Kapolda mengatakan para pelaku dijerat dengan Pasal 340 subsidair 338 Jo Pasal 55-56 KUHP tentang pembunuhan berencana dengan ancaman hukuman terberat pidana mati atau pidana penjara seumur hidup.

BACA JUGA  Kapolri Akhir Agustus Warga Jawa Timur Terima Hadiah Herd Immunity

Perlu diketahui, Sujito sendiri selain dikenal sebagai pemilik tempat hiburan malam, juga dikenal sebagai eks Calon Wali Kota Pematangsiantar pada tahun 2015.

Sosok Sujito?
Diberitakan Tribun Medan, Sujito (S) sebagai pelaku utama pembunuhan tersebut. Dia adalah pengusaha pemilik Ferrari Hotel N KTV.

S ditetapkan sebagai salah satu tersangka pembunuhan. Ia diduga memerintahkan seorang oknum aparat TNI dan seorang humas di Ferrari Hotel N KTV. S adalah bekas Bakal Calon Wali Kota Pematangsiantar pada 2016 silam.

BACA JUGA  Terancam Denda Rp.10 Miliar, Begini Cerita TKI Keblinger di Kebumen

Sujito mencalonkan diri dari jalur calon perseorangan dan menamakan tim pemenanganmnya Tim Sujito-Djumadi (SUJUD). Sujito dan pasangannya Djumadi mendapatkan nomor urut satu dalam undian di KPU Pematangsiantar.

Salah satu momen Sujito di muka publik adalah saat acara Debat Penajaman Visi Misi Calon Walikota dan Wakil Wali Kota Pematangsiantar di Sapadia Hotel 12 November 2016.

Para bakal calon ditanyakan tentang ikon kota Pematangsiantar yang kemudian dihubungkan dengan pengembangan sektor wisata. Seorang paslon menekankan potensi patung Dewi Kwan Im dengan statusnya sebagai patung Dewi Kwan Im terbesar di Asia Tenggara.

BACA JUGA  Bimtek Jitu Pasna 2021 Angkatan VI di Basko, BPBD Sumbar Hitung Cepat Pengkajian Kebutuhan Pasca Bencana

Sujito memiliki pandangan yang berbeda. Ia mengatakan akan membangun Tugu Raja Sangnaualuh sebagai identitas budaya yang asli dari kota Siantar.

“Ketika Sujito-Djumadi nanti dikaruniai oleh yang maha kuasa, diberkati menjadi pasangan Wali kota Pematangsiantar, bukan (patung) Dewi Kwan Im yang kita buat ikon, karena Dewi Kwan Im orang sudah kenal itu adalah tertinggi di Asia Tenggara.

Kita akan membangun Patung Raja Sangnaualuh, sepanjang 25 meter tingginya untuk Ikon Kota Pematangsiantar supaya orang bisa mengenal sejarah asli kota Siantar,” kata Sujito pada saat itu.

BACA JUGA  48 WNA Terlibat Pemerasan Aplikasi Kencan dan Phone Sex Ditangkap Polisi di 3 Lokasi Berbeda

Namun, langkah Sujito menjadi Walikota Pematangsiantar gagal. Itu terjadi usai Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) mengumumkan hasil pindai Formulir C1 dimana Paslon Hulman Sitorus-Hefriansyah memperoleh persentase jumlah suara terbanyak yaitu 55,03 persen.

Kemudian disusul oleh Wesley Silalahi-Sailanto dengan jumlah perolehan 23,69 persen, Teddy Robinson Siahaan-Zainal Purba 17,55, dan Sudjito 3,7 persen di posisi bontot, dilansir Tribun Medan.

Facebook Comments

Artikel sebelumyaPolda Jambi Deteksi 45 Titik Api Selama Enam Bulan
Artikel berikutnyaBareskrim Polri Telusuri Infomasi Dugaan KTP Dijual di Medsos