Beranda DAERAH Temuan BPK RI Rp.150 Miliar Dana Covid-19 Sumbar, Novia Hertini: Bantah Tudingan...

Temuan BPK RI Rp.150 Miliar Dana Covid-19 Sumbar, Novia Hertini: Bantah Tudingan Terkait Penyedia Hand Sanitaizer

Sumbar
Novia Hertini Founder Batik Loempo.
DPRD Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) telah membentuk pansus Covid-19 untuk menindaklanjuti hasil temuan Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK-RI), terkait indikasi penyelewengan dana penanganan Covid-19 di Provinsi Sumbar.

Dari hasil temuan tersebut tak tanggung-tanggung di Provinsi Sumatera Barat BPK RI menemukan dugaan penyimpangan sebesar Rp.150 Miliar dari total anggaran penanganan Covid-19 sebesar Rp.490 Miliar.

“Telah membentuk pansus tersebut memang dimaksudkan untuk menindaklanjuti hasil temuan BPK seperti yang disampaikan dalam LHP BPK,” kata Wakil Ketua Pansus Covid-19, Nofrizon, kepada awak media pada hari, Selasa (23/02/2021).

Dalam hal ini menyikapi, Novia Hertini Founder Batik Loempo didampingi Komisaris CV. Novia Sudiwahono menyampaikan, tidak pernah ikut atau bersentuhan dengan pengadaan hand sanitizer. Apalagi berurusan dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) di Provinsi Sumatera Barat.

Batik Loempo dikait-kaitkan dengan dugaan penyelewengan pengadaan hand sanitizer di BPBD Provinsi Sumbar untuk penanggulangan darurat bencana pandemi Covid-19 pada tahun 2020 lalu, seperti yang diberitakan salah satu media online nasional pada hari Selasa (23/02/2021) pukul 19.50 WIB.

Konferensi pers Novia Hertini Founder Batik Loempo didampingi Komisaris CV. Novia Sudiwahono salah satu Hotel di Kota Padang.

Padahal, kata dia, saya sama sekali tak pernah bersentuhan dengan yang namanya pengadaan hand sanitizer apalagi berurusan dengan BPBD Sumbar. Namun entah kenapa, tiba-tiba namanya muncul dalam pemberitaan di media online lokal dan nasional.

Selian itu, Novia Hertini juga menyampaikan berita media online itupun dari lembaga resmi, ujarnya Novia Hertini dalam konferensi pers salah satu Hotel di Kota Padang, Rabu (24/02/2021) Malam.

Ini saya bak petir di siang bolong, saat saya dapat kabar dari teman-teman wartawan, nama saya Novia Hertini diberitakan masuk dalam Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) BPK RI untuk pengadaan hand sanitizer dalam penanganan darurat bencana Covid-19.

BACA JUGA  Seorang Pendaki Gunung Slamet di Purbalingga Meninggal Dunia

Dalam isi berita tersebut mengatakan, Wakil Ketua Pansus Covid-19 Nofrizon yang menang pengusaha batik. Batik Tanah Liek, Batik Loempo, itu yang menang. Itu ada di LHP BKP. Sudah kita panggil rekanan yang memenangkan pengadaan hand sanitizer ini.

Lalu kita tanya, ternyata rekanan itu dapat proyek dari istri salah satu pejabat (Nofrizon menyebut nama salah satu OPD -red). Kita juga menemukan adanya indikasi pemberian fee proyek yang besarnya Rp.5 ribu per botol,” katanya Nofrizon kepada awak media online nasional tersebut.

Bahkan, pemberitaan tersebut jelas berpotensi mencemarkan nama baiknya sebagai pengusaha Batik Loempo, ungkap wanita yang meraih Anugerah Upakarti dari Bapak Presiden Republik Indonesia Ir. Joko Widodo pada 2020 itu.

Pendiri Asosiasi Pengusaha Perancang Mode (APPMI) Sumbar itu mengunkapkan kepada sejumlah media di Padang. Pemberitaan itu jelas menyentak batin wanita yang mengawali karirnya di bidang fashion, sekaligus bergerak dalam pembinaan UMKM serta pemberdayaan ibu-ibu rumah tangga.

Ia lebih memilih memaafkan pihak-pihak yang berkaitan dengan pemberitaan tersebut, atau pihak-pihak yang menyebut namanya terlibat dalam pengadaan hand sanitizer yang kini tengah ditangani oleh Pansus DPRD Sumbar.

“Sedikitpun saya tak berniat untuk membalas atau melaporkan ke jalur hukum karena dugaan mencemarkan nama baiknya”.

Saya lebih memilih meluruskannya dan mendoakan pihak-pihak yang menyebut nama saya sebagai orang yang turut terlibat dalam pengadaan hand sanitizer itu, selalu dalam lindungan dan mendapat safaat dari Allah,” ucap Novia, desainer yang konsisten mengembangkan Batik Loempo.

Dalam menyampaikan ini, air mata terlihat menggenang di pelupuk mata Novia Hertini, sang Founder Batik Loempo itu. Kesedihan mendalam, sangat jelas tergurat dari raut wajahnya meski mulut dan hidungnya ditutupi masker. Wanita berkacamata ini terlihat sedih, sekaligus kecewa.

Facebook Comments