Radar Berita Indonesia | Santunan THR bagi 47 anak yatim binaan Masjid Agung Nurul Iman ini adalah bentuk kepedulian terhadap pendidikan dan kesejahteraan mereka.
Santunan THR anak yatim ini, Kepala Bagian Kesra Kota Padang Jasman mengatakan total bantuan anak yatim Rp.28,2 juta yang berasal dari zakat, infak, dan sedekah, masing-masing anak menerima Rp.600 ribu.
Santunan THR anak yatim ini berasal dari zakat, infak dan sedekah yang diberikan bagi peserta didik tingkat SD, SMP dan SMA. Mereka tersebar di 11 Kecamatan di Kota Padang, ujarnya.
Jasman berharap bantuan ini bisa membawa kebahagiaan dan membantu anak-anak memenuhi kebutuhan pendidikan mereka.
Ia juga menekankan pentingnya ibadah dalam kehidupan, mengajak mereka untuk memahami bacaan salat dan menjadikan salat sebagai pegangan dalam menghadapi kehidupan.
Bantuan seperti ini tentu sangat berarti, terutama bagi anak-anak yang berada dalam kondisi kurang beruntung. Selain memberikan dukungan finansial, inisiatif ini juga menjadi pengingat akan pentingnya berbagi dan membantu sesama di bulan Ramadan, tuturnya.
Lebih lanjut, Jasman menyampaikan santunan THR bagi anak yatim ini mencerminkan semangat kebersamaan dan kepedulian sosial yang terus dijaga di Kota Padang, terutama dalam momen Ramadan.
Selain bantuan finansial, diharapkan anak-anak yatim binaan Masjid Agung Nurul Iman juga mendapatkan perhatian lebih dalam pendidikan dan pembinaan karakter.
Program-program seperti ini bisa diperluas dengan dukungan lebih banyak pihak, termasuk pemerintah, masyarakat, dan lembaga filantropi, ujarnya.
Selain itu, Jasman juga menegaskan bahwa perhatian terhadap anak yatim tidak boleh berhenti pada pemberian santunan saja.
Pendampingan berkelanjutan, seperti bimbingan belajar, keterampilan, serta motivasi untuk meraih masa depan yang lebih baik, perlu terus dilakukan, ujarnya.
Ke depan, diharapkan semakin banyak inisiatif serupa yang tidak hanya membantu secara ekonomi, tetapi juga memberikan kesempatan bagi anak-anak ini untuk berkembang dan mencapai cita-cita mereka, pungkasnya.
Penulis: Dedi Prima Maha Rajo Dirajo.


