Jakarta, Radar Berita Indonesia – Gelombang demonstrasi memprotes gaji dan tunjangan fantastis anggota DPR/MPR RI sekaligus menuntut keadilan bagi Affan Kurniawan, pengemudi ojek online (ojol) yang tewas dilindas kendaraan taktis Brimob, makin meluas dan diwarnai kericuhan.
Di Jakarta, ribuan massa dari kalangan ojol, mahasiswa, hingga warga umum sejak pagi memadati sekitar Markas Komando Brimob di Kwitang, Jakarta Pusat.
Pasca salat Jumat, massa ojol makin membludak dan mengepung markas, bahkan melempari gerbang dengan batu serta benda keras.
Sekitar pukul 14.50 WIB, aparat dari dalam markas menembakkan gas air mata untuk membubarkan kerumunan. Massa pun terpencar, namun ketegangan tetap tinggi.
Situasi serupa terjadi di Bandung. Massa aksi yang memadati Gedung DPRD Jawa Barat terlibat aksi dorong-dorongan dengan aparat.
Lemparan botol dan batu sempat melayang, sementara kawat berduri dipasang untuk menghalau gelombang massa.
Di Surabaya, ribuan pengunjuk rasa yang sebelumnya berkumpul di Taman Apsari bergerak menuju Gedung Negara Grahadi sekitar pukul 14.35 WIB.
Mereka memblokade Jalan Gubernur Suryo dan melakukan aksi bakar-bakaran. Aparat menembakkan water cannon untuk membubarkan massa, namun bentrokan pecah.
Sementara di Solo, massa mengepung Markas Brimob Batalyon C Surakarta. Batu, botol, dan pecahan kaca dilemparkan ke arah aparat.
Massa juga membakar kardus dan water barrier di Jalan Adi Sucipto sambil meneriakkan kecaman keras atas peristiwa yang menewaskan Affan.
Gelombang demonstrasi yang bermula dari aksi solidaritas kini menjelma menjadi amarah publik yang menyasar isu lebih luas, termasuk kritik keras terhadap fasilitas mewah dan tunjangan fantastis pejabat legislatif.
Hingga sore, ketegangan masih berlangsung di sejumlah kota besar, sementara aparat terus bersiaga.


