BerandaPERISTIWASungai PDAM Bumi Etam Berubah Cokelat, Warga Curigai Limbah Tambang

Sungai PDAM Bumi Etam Berubah Cokelat, Warga Curigai Limbah Tambang

spot_img
Radar Berita Indonesia, Kalimantan Timur – Warga Desa Bumi Etam, Kecamatan Kaubun, Kabupaten Kutai Timur, mengeluhkan perubahan drastis kualitas air Sungai PDAM yang kini tampak keruh dan diduga telah tercemar.

Air sungai yang menjadi sumber utama kebutuhan masyarakat berubah warna menjadi kecokelatan dan tidak lagi layak digunakan untuk aktivitas sehari-hari seperti mandi, mencuci, maupun konsumsi.

Kondisi ini terjadi di Sungai PDAM Desa Bumi Etam, yang alirannya berasal dari kawasan hulu Sungai Senimbung dan melintasi sejumlah wilayah operasional perusahaan tambang batu bara.

BACA JUGA  Polisi Kedapatan Mabuk, Kapolda Sulut Instruksikan Langsung Masukan ke Sel Tahanan

Perubahan kualitas air ini dirasakan warga dalam beberapa waktu terakhir, dengan kondisi yang dinilai semakin memburuk.

Masyarakat Desa Bumi Etam menjadi pihak yang paling terdampak, karena selama ini menggantungkan kebutuhan air dari aliran sungai tersebut.

Warga menduga pencemaran ini berkaitan dengan aktivitas pertambangan batu bara di wilayah hulu, termasuk yang berada di sekitar area operasional PT Ganda Alam Makmur (GAM), PT Indexim Coalindo, serta PT Telen di Desa Bukit Permata.

BACA JUGA  KPK Gerebek Kantor Gubernur Riau Abdul Wahid, Bongkar Dugaan Fee Proyek dan Gratifikasi Miliaran Rupiah

Dugaan ini mengarah pada limbah tambang dan erosi lahan yang terbawa aliran air hingga ke hilir.

Salah seorang warga, Paulus Jama, menyampaikan bahwa kondisi air saat ini jauh berbeda dibanding sebelumnya. Ia mengaku warga kini tidak lagi berani menggunakan air sungai karena tingkat kekeruhan yang tinggi.

“Air sungai PDAM Desa Bumi Etam ini mengalir dari area tambang batu bara. Sekarang sudah sangat keruh, kami tidak berani lagi menggunakannya,” ujarnya kepada awak media.

BACA JUGA  Meninggal Mantan Bupati Yahukimo Abock Busup, Berikut Ini Paparan Polri

Paulus juga menunjukkan langsung kondisi air di sekitar instalasi PDAM yang tampak berubah warna dan dipenuhi lumpur halus, menandakan adanya kemungkinan pencemaran dari aktivitas di wilayah hulu.

Dampak yang dirasakan
Kondisi ini tidak hanya mengganggu aktivitas harian warga, tetapi juga menimbulkan kekhawatiran terhadap kesehatan masyarakat apabila air tersebut tetap digunakan.

Harapan dan tuntutan warga
Warga berharap adanya langkah cepat dan tegas dari pemerintah daerah, pemerintah pusat, serta instansi terkait untuk melakukan investigasi langsung ke lapangan.

BACA JUGA  Prajurit Wajib Baca, Begini Pesan Penting Pangdam II Sriwijaya Saat Pimpin Sertijab

Mereka juga meminta aparat penegak hukum turut turun tangan guna memastikan penyebab pencemaran dan menindak pihak yang terbukti bertanggung jawab.

“Kami minta pemerintah dan aparat turun langsung melihat kondisi ini dan bertindak tegas,” tegas Paulus.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak perusahaan yang disebut dalam dugaan pencemaran tersebut.

BACA JUGA  Polri Sampaikan Hasil Putusan Sidang Kode Etik Bharada Richard Eliezer

Penulis: Usupriyadi, Tim
Narasumber: Paulus Jama (Warga Desa Bumi Etam)
Editor: Dedi Prima Maha Rajo Dirajo.

Google News

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Must Read