Radar Berita Indonesia – Perjalanan hidup seseorang sering kali dibentuk oleh peristiwa kecil yang meninggalkan kesan mendalam. Hal itu pula yang dialami oleh Wakil Ketua DPRD Kota Padang, Mastilizal Aye, yang mengenang sebuah kejadian penuh makna di awal perjuangannya, jauh sebelum menempati posisi penting dalam dunia politik.
Sebuah peristiwa tak terlupakan terjadi pada tahun 2004, ketika Mastilizal Aye masih berjuang sebagai sopir angkutan dan kendaraan pick up. Saat itu, mobil Kijang pick up yang ia kemudikan tengah mengangkut minyak tanah.
Peristiwa tersebut terjadi di kawasan Alai Timur menuju Ampang, Kota Padang, pada malam hari sekitar pukul 21.00 WIB, di tengah kondisi hujan lebat yang menyebabkan banjir.
Mastilizal Aye bersama anaknya yang masih berusia sekitar tiga tahun menjadi pihak yang mengalami langsung kejadian tersebut. Sementara sosok penolongnya adalah seorang pria tak dikenal yang mengendarai mobil Suzuki Carry.
Hujan deras yang mengguyur kawasan tersebut menyebabkan banjir hingga membuat kendaraan yang dikemudikan Mastilizal mogok di tengah jalan.
Dalam kondisi darurat, ia berupaya mendorong mobilnya ke pinggir jalan agar tidak memperparah kemacetan. Dengan tubuh basah kuyup, ia juga harus menggendong anak kecilnya mencari tempat berteduh.
Di tengah situasi sulit tersebut, datang sebuah mobil Suzuki Carry yang berhenti dan menanyakan tujuannya. Tanpa mengenal satu sama lain, pengemudi mobil tersebut menawarkan bantuan untuk mengantarkan Mastilizal dan anaknya ke Lapai.
“Alhamdulillah, bapak itu tidak kenal saya, saya juga tidak kenal dia. Tapi pertolongannya sangat berarti,” kenang Mastilizal.
Peristiwa sederhana namun penuh nilai kemanusiaan itu membekas kuat dalam ingatan Mastilizal hingga kini. Ia mengaku tidak pernah mengetahui kembali siapa sosok penolong tersebut, namun doa dan rasa terima kasih terus ia panjatkan.
Ia berharap kebaikan sang penolong mendapat balasan terbaik.
“Semoga beliau dan keluarganya selalu sehat, bahagia, dan dalam lindungan Allah SWT,” ujarnya.
Pesan moral
Dari pengalaman tersebut, Mastilizal Aye menekankan bahwa masih banyak orang baik di negeri ini, meskipun tidak selalu terekspos ke publik. Ia juga mengajak masyarakat untuk membagikan kisah-kisah kebaikan sebagai inspirasi bersama.
“Jangan ragu untuk berbuat baik dan menceritakan kebaikan itu. Karena dari situlah kita bisa saling menguatkan nilai kemanusiaan,” pesannya.
Kisah ini menjadi pengingat bahwa di balik perjalanan panjang seseorang menuju kesuksesan, terdapat jejak-jejak kebaikan yang turut membentuk karakter dan arah hidupnya.


