Radar Berita Indonesia | Sebuah minibus merah berpelat G 7761 ZP yang mengangkut 23 penumpang dari Tegal mengalami kecelakaan di tanjakan perbatasan Desa Panembangan dan Desa Sambirata, Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas, pada Minggu pagi 13 April 2025.
Rombongan minibus tersebut tengah menuju acara hajatan keluarga di Desa Gunung Lurah. Tidak ada korban jiwa dalam insiden ini.
Namun, empat orang mengalami luka ringan dan telah dilarikan ke puskesmas terdekat untuk mendapat perawatan. Sementara 19 penumpang minibus lainnya selamat dan hanya mengalami syok ringan.
Minibus yang dikemudikan Mustajab, warga Sumingkir, Kedung Banteng, Tegal, berangkat pukul 06.30 WIB menuju acara pernikahan di Grumbul Dukuh Dai, Gunung Lurah.
Sekitar pukul 07.30 WIB, kendaraan mengalami kesulitan saat melintasi tanjakan curam di jalur menuju utara dari Makam Panembahan Singa Dipa.
Sopir diduga tidak mengenal medan, dan beban penumpang yang penuh membuat kendaraan tidak kuat menanjak hingga akhirnya terguling ke sisi jalan.
Warga sekitar segera memberikan pertolongan dan membantu evakuasi para penumpang dari dalam kendaraan.
Setelah situasi terkendali, rombongan melanjutkan perjalanan ke lokasi hajatan dengan kendaraan pengganti yang disediakan pihak keluarga.
“Seluruh penumpang berhasil dievakuasi dan kendaraan telah diamankan,” jelas Aipda Djudju Mardiyanto, Ka SPK Polsek Cilongok.
Jalur perbatasan Panembangan-Sambirata dikenal memiliki kontur jalan sempit dengan tanjakan yang tajam. Pihak kepolisian mengimbau para pengemudi dari luar daerah agar lebih waspada dan memastikan kondisi kendaraan prima sebelum melintasi rute tersebut.
Kesaksian Warga: Tanjakan Kerap Telan Korban
Salah satu warga sekitar, Sumarno (berusia 52 tahun), mengatakan bahwa tanjakan tersebut memang kerap menyulitkan pengemudi luar daerah.
“Sudah sering mobil dari luar daerah mundur di situ. Kalau nggak tahu medan, bisa bahaya. Apalagi kalau muatannya penuh,” ujarnya kepada awak media, pada Senin 14 April 2025.
Ia juga menambahkan bahwa warga sudah beberapa kali mengusulkan pemasangan rambu peringatan tambahan atau cermin tikungan untuk membantu panduan bagi pengemudi.
Tanggapan Pihak Berwenang
Menanggapi kejadian ini, pihak Polsek Cilongok bersama aparat desa setempat akan melakukan evaluasi terhadap kondisi jalan dan potensi rawan kecelakaan di titik tersebut.
“Kami akan berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan dan Pemerintah Kabupaten untuk penambahan rambu-rambu keselamatan serta kemungkinan perbaikan infrastruktur jalan,” tambah Aipda Djudju.
Imbauan Keselamatan
Kecelakaan ini menjadi pengingat penting bagi para pengemudi, khususnya yang membawa rombongan dalam jumlah besar, untuk lebih memperhatikan kondisi kendaraan serta mengenali rute yang akan dilalui.
Pemeriksaan rem, beban muatan, serta pengalaman dalam mengemudi di medan ekstrem menjadi hal krusial yang tidak boleh diabaikan. (DP)


