Radar Berita Indonesia – Ketua Majelis Pertimbangan Adat (MPA) Kerapatan Adat Nagari (KAN) Pauh IX Kuranji, Irwan Basir Datuak Rajo Alam, melepas keberangkatan jenazah almarhum Meryul Zaheri (58), dari Suku Caniago, pada Rabu (1/7/2026), di Kecamatan Kuranji, Kota Padang.
Prosesi pelepasan jenazah berlangsung dengan penuh khidmat dan dihadiri keluarga besar almarhum, ninik mamak, tokoh masyarakat, kerabat, serta warga yang datang untuk memberikan penghormatan terakhir sekaligus menyampaikan belasungkawa kepada keluarga yang ditinggalkan.
Dalam sambutannya, Irwan Basir mengingatkan seluruh masyarakat bahwa kematian merupakan ketetapan Allah SWT yang tidak dapat dihindari oleh siapa pun.
Menurutnya, tidak ada seorang manusia yang mengetahui kapan ajal akan datang, sehingga setiap orang harus senantiasa mempersiapkan bekal amal selama masih diberi kesempatan hidup.
“Berpulangnya anak kita, cucu kita, keponakan kita, almarhum Meryul Zaheri merupakan takdir yang telah ditentukan oleh Allah SWT. Kullu nafsin dzaiqatul maut, setiap yang bernyawa pasti akan merasakan kematian. Itulah ketentuan Allah yang tidak dapat diubah oleh siapa pun,” ujar Irwan Basir.
Ia mengatakan, peristiwa kematian hendaknya menjadi pelajaran berharga bagi setiap orang yang masih diberi kesempatan hidup.
Kehadiran masyarakat untuk melayat ke rumah duka hari ini, menurutnya, merupakan pengingat bahwa suatu saat nanti setiap manusia akan berada pada posisi yang sama.
“Hari ini kita datang mengantarkan saudara kita ke tempat peristirahatan terakhir. Namun suatu hari nanti, bisa jadi giliran kita yang akan diantarkan oleh keluarga, sahabat, dan masyarakat. Karena itu, jangan pernah merasa hidup di dunia ini akan selamanya,” tuturnya.
Irwan Basir menjelaskan bahwa rezeki, jodoh, dan maut merupakan rahasia Allah SWT. Tidak seorang pun mengetahui kapan, di mana, dan dalam keadaan seperti apa ajal akan menjemput.
“Rezeki, jodoh, dan maut adalah rahasia Allah SWT. Kita tidak pernah tahu kapan kematian datang dan di mana kita akan dipanggil menghadap-Nya. Yang pasti, kematian akan menghampiri setiap manusia, baik dalam keadaan siap maupun tidak siap,” katanya.
Sebagai Ketua DPD LPM Kota Padang, Irwan Basir juga mengajak masyarakat untuk memperbanyak amal ibadah serta meningkatkan kepedulian terhadap sesama selama masih diberi umur panjang. Menurutnya, setiap amal kebaikan, sekecil apa pun, memiliki nilai di hadapan Allah SWT.
“Perbanyaklah beramal selama masih diberi kesempatan hidup. Jangan pernah meremehkan kebaikan sekecil apa pun, karena kita tidak pernah tahu amal mana yang akan menjadi penolong kita di akhirat dan menyelamatkan kita dari siksa api neraka,” pesannya.
Pada kesempatan tersebut, Irwan Basir turut menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh masyarakat atas nama keluarga apabila semasa hidup almarhum Meryul Zaheri pernah melakukan kesalahan, baik yang disengaja maupun tidak disengaja.
Ia juga mengajak seluruh pelayat untuk mendoakan agar almarhum memperoleh ampunan dari Allah SWT, dilapangkan kuburnya, diterima seluruh amal ibadahnya, serta ditempatkan di tempat terbaik di sisi-Nya.
“Kami atas nama keluarga memohon dibukakan pintu maaf yang sebesar-besarnya apabila almarhum memiliki kesalahan selama hidup. Mari kita doakan bersama semoga Allah SWT mengampuni segala dosanya, menerima seluruh amal ibadahnya, melapangkan alam kuburnya, dan menempatkannya di surga-Nya.
Kepada keluarga yang ditinggalkan semoga diberikan kesabaran, keikhlasan, dan ketabahan dalam menghadapi musibah ini,” tutup Irwan Basir.
Prosesi pelepasan jenazah kemudian dilanjutkan dengan pemberangkatan menuju tempat pemakaman yang diiringi doa dan isak haru dari keluarga serta para pelayat yang hadir sebagai bentuk penghormatan terakhir kepada almarhum.
Penulis: Dedi Prima Maha Rajo Dirajo.


