Radar Berita Indonesia – Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Sumatera Barat, Irjen Pol Jawari, mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga kelestarian lingkungan dan menghijaukan lahan yang membutuhkan pemulihan guna mendukung upaya mitigasi bencana tanah longsor.
Ajakan tersebut disampaikan saat kegiatan penanaman pohon dalam rangka program Quick Wins Presisi melalui konsep green policing di kawasan RW 06, Guo, Kelurahan Kuranji, Kecamatan Kuranji, Kota Padang, Jumat (23/10/2026).
Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 10.00 WIB itu menjadi salah satu bentuk kepedulian kepolisian terhadap pelestarian lingkungan sekaligus upaya membangun kesadaran masyarakat mengenai pentingnya menjaga alam, khususnya di kawasan yang berpotensi mengalami bencana longsor.
Dalam kegiatan tersebut, Kapolda Sumbar bersama jajaran kepolisian dan unsur masyarakat melakukan penanaman sejumlah jenis pohon, di antaranya durian, alpukat, dan kulit manis. Penghijauan ini diharapkan dapat mendorong masyarakat untuk lebih peduli terhadap kondisi lingkungan serta berpartisipasi aktif dalam merawat kawasan tempat tinggal mereka.
Tokoh masyarakat Kuranji, Kadril Rajo Darek, mengapresiasi keterlibatan Kapolda Sumbar dan jajaran kepolisian dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, kehadiran polisi di tengah masyarakat melalui kegiatan yang memberikan manfaat bagi lingkungan merupakan bentuk nyata kepedulian terhadap kebutuhan warga.
Kegiatan itu turut dihadiri Dansatbrimob Polda Sumbar Kombes Pol Lukman Syafri Dandel Malik, Kabidhumas Polda Sumbar Kombes Pol Susmelawati Rosya, Dirtahti Polda Sumbar AKBP Purwanto, Ka SPKT Polda Sumbar AKBP Akzalmadi, Ketua RW 06, Lurah Kuranji, Camat Kuranji Rozaldi Rosman, S.STP., M.Si, tokoh masyarakat, serta warga setempat.
Green Policing, Perluas Kepedulian Polri terhadap Lingkungan
Kapolda Sumbar Irjen Pol Jawari menegaskan bahwa perlindungan dan pemeliharaan lingkungan hidup merupakan bagian penting dari upaya menjaga keamanan dan keselamatan masyarakat.
Menurutnya, pelaksanaan tugas kepolisian tidak hanya berkaitan dengan penegakan hukum serta pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat, tetapi juga dapat diwujudkan melalui kegiatan sosial yang mendorong pelestarian lingkungan.
“Konsep green policing ini menegaskan bahwa tugas pokok kepolisian tidak hanya berfokus pada penegakan hukum dan ketertiban umum, tetapi juga mencakup perlindungan serta pemeliharaan lingkungan hidup. Menjaga kelestarian alam adalah bagian penting dari menjaga keamanan masyarakat,” ujar Kapolda Sumbar Irjen Pol Jawari di lokasi kegiatan, Jumat (23/10/2026).
Penerapan konsep green policing melalui penanaman pohon tersebut menjadi salah satu bentuk pendekatan kepolisian yang mengedepankan kepedulian terhadap lingkungan dan keselamatan masyarakat.
Kegiatan penghijauan juga diharapkan dapat memperkuat hubungan antara kepolisian dan warga. Melalui keterlibatan langsung di tengah masyarakat, kepolisian dapat mendorong tumbuhnya kesadaran kolektif bahwa menjaga lingkungan merupakan tanggung jawab bersama.
Dalam konteks kebencanaan, kepedulian terhadap kondisi alam menjadi hal yang penting, terutama di wilayah yang memiliki karakteristik geografis dengan potensi tanah longsor. Oleh karena itu, upaya penghijauan perlu disertai pemeliharaan tanaman dan pengelolaan kawasan secara tepat agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.
Kapolda Ajak Masyarakat Hijaukan Lahan Gundul
Dalam kesempatan tersebut, Kapolda Sumbar juga menyoroti kerawanan bencana hidrometeorologi di sejumlah wilayah Sumatera Barat, termasuk potensi tanah longsor.
Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk berperan aktif menjaga kelestarian alam, melakukan penghijauan pada lahan yang membutuhkan pemulihan, serta membangun kepedulian terhadap kondisi lingkungan di sekitarnya.
“Wilayah Sumbar memiliki tingkat kerawanan longsor yang cukup tinggi. Oleh sebab itu, saya mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk bersama-sama merawat alam ini. Mari kita hijaukan kembali lahan-lahan gundul guna mencegah terjadinya bencana longsor di masa mendatang demi keselamatan kita bersama,” tegasnya Kapolda Sumbar.
Ajakan tersebut menjadi pengingat bahwa upaya menjaga lingkungan tidak dapat hanya mengandalkan pemerintah maupun aparat kepolisian. Partisipasi masyarakat diperlukan agar kegiatan penghijauan tidak berhenti pada penanaman pohon, tetapi berlanjut melalui perawatan tanaman dan pemeliharaan kawasan secara konsisten.
Penanaman pohon durian, alpukat, dan kulit manis di kawasan Guo, RW 06, Kelurahan Kuranji, diharapkan dapat menjadi langkah awal untuk meningkatkan kepedulian warga terhadap lingkungan. Keterlibatan masyarakat dalam merawat tanaman menjadi salah satu faktor penting untuk mendukung keberlanjutan program penghijauan.
Namun, mitigasi tanah longsor memerlukan pendekatan yang menyeluruh. Selain penghijauan, upaya pengurangan risiko bencana perlu didukung pemetaan kawasan rawan, pengelolaan tata guna lahan, pemeliharaan drainase, serta kajian teknis terhadap kondisi tanah dan lereng.
Dengan langkah yang terintegrasi, upaya pelestarian lingkungan dapat berjalan seiring dengan peningkatan kesiapsiagaan masyarakat menghadapi potensi bencana.
Kadril Rajo Darek: Kehadiran Polisi Memberikan Solusi bagi Masyarakat
Tokoh masyarakat Kuranji, Kadril Rajo Darek, menyampaikan apresiasi atas kegiatan penanaman pohon yang dilakukan Kapolda Sumbar bersama jajaran kepolisian di wilayah Guo, Kelurahan Kuranji.
Menurut Kadril, kehadiran polisi di tengah masyarakat tidak hanya penting dalam menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga dapat diwujudkan melalui kegiatan yang memberikan manfaat bagi warga, termasuk kepedulian terhadap kelestarian lingkungan.
“Hadirnya polisi di tengah masyarakat ini merupakan salah satu bukti nyata dan solusi. Polisi memberikan solusi kepada masyarakat melalui kegiatan penanaman pohon,” ujar Kadril kepada media Radar Berita Indonesia, Sabtu (24/10/2026).
Ia menilai, kegiatan tersebut menunjukkan pentingnya peran kepolisian dalam membangun kedekatan dengan masyarakat melalui tindakan nyata. Penanaman pohon durian, alpokat dan kulit manis juga menjadi momentum untuk mengajak warga bersama-sama menjaga lingkungan agar tetap lestari dan mendukung keselamatan masyarakat.
Menurutnya, hubungan yang baik antara polisi dan masyarakat perlu terus diperkuat melalui komunikasi, kepedulian, dan kegiatan yang memberikan manfaat secara langsung.
Keterlibatan tokoh masyarakat, pengurus RW, pemerintah kelurahan, pemerintah kecamatan, serta warga setempat juga dinilai penting untuk memastikan bahwa gerakan penghijauan dapat berlanjut setelah kegiatan penanaman selesai.
Melalui kerja sama tersebut, masyarakat diharapkan semakin menyadari bahwa kelestarian lingkungan bukan hanya tanggung jawab aparat atau pemerintah, melainkan kepentingan bersama yang harus dijaga secara berkelanjutan.
Kolaborasi Polri dan Masyarakat untuk Menjaga Alam
Kegiatan penanaman pohon dalam rangka Quick Wins Presisi melalui konsep green policing di kawasan Guo, Kuranji, menegaskan pentingnya kolaborasi antara kepolisian, pemerintah setempat, tokoh masyarakat, dan warga dalam mendukung pelestarian lingkungan.
Di kawasan yang memiliki potensi bencana, kepedulian terhadap alam perlu diwujudkan melalui langkah konkret, mulai dari penghijauan, pemeliharaan tanaman, pengelolaan lahan yang bijak, hingga peningkatan kesadaran masyarakat terhadap ancaman bencana.
Penanaman pohon yang dilakukan Kapolda Sumbar bersama jajaran dan masyarakat menjadi salah satu upaya untuk mendorong gerakan tersebut. Keberlanjutan kegiatan sangat bergantung pada komitmen seluruh pihak dalam merawat tanaman dan menjaga kawasan yang telah dihijaukan.
Semangat green policing diharapkan dapat berkembang menjadi gerakan kepedulian lingkungan yang berkelanjutan, bukan sekadar kegiatan seremonial. Dengan demikian, keterlibatan kepolisian dapat berjalan beriringan dengan peran aktif masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang lebih terawat.
Melalui sinergi tersebut, pelestarian lingkungan diharapkan semakin mendapat perhatian masyarakat, sekaligus mendukung upaya pengurangan risiko bencana dan perlindungan keselamatan warga di Kota Padang, khususnya kawasan Kuranji yang menjadi lokasi kegiatan.
Kegiatan ini sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat kedekatan Polri dengan masyarakat melalui aksi nyata yang menyentuh kepentingan bersama, yakni menjaga kelestarian alam demi lingkungan yang lebih baik bagi generasi mendatang.
Penulisan: Dedi Prima Maha Rajo Dirajo.



