BerandaINFOTAINMENTKEJURNAS FYBI 2026 Kumpulkan 44 Tim, Juri Internasional Ikut Menilai

KEJURNAS FYBI 2026 Kumpulkan 44 Tim, Juri Internasional Ikut Menilai

spot_img

Radar Berita Indonesia | Persaingan marching band tingkat nasional Kejurnas FYBI 2026 akan berlangsung di Kota Tangerang, Banten, pada 7–8 November 2026. Sebanyak 44 tim dari sembilan provinsi anggota Federasi Youth Band Indonesia (FYBI) dijadwalkan mengikuti Kejuaraan Nasional FYBI 2026 dengan melibatkan juri profesional dari Indonesia, Malaysia, dan Filipina.

Kompetisi ini menjadi agenda Pengurus Pusat Federasi Youth Band Indonesia (PP FYBI) untuk mempertemukan tim-tim marching band dari berbagai daerah. Pengurus Provinsi FYBI Banten mendapat kepercayaan sebagai tuan rumah penyelenggaraan.

Kehadiran peserta dari sembilan provinsi menjadikan kejuaraan ini sebagai kesempatan untuk mempertemukan berbagai hasil pembinaan daerah dalam satu panggung kompetisi. Setiap tim akan berupaya menampilkan kemampuan terbaik melalui rangkaian perlombaan yang telah disiapkan panitia.

Tidak hanya mengandalkan kemampuan bermusik, peserta juga harus memperhatikan ketepatan gerakan, koordinasi, kreativitas, dan kekompakan tim. Seluruh aspek tersebut menjadi bagian penting dalam penampilan marching band.

Cultural Parade Membuka Rangkaian Kejuaraan

Kejurnas FYBI 2026Kejurnas FYBI 2026 akan dimulai pada Sabtu, 7 November 2026, melalui perlombaan Cultural Parade di Pusat Pemerintahan Kota Tangerang.

Pada kategori ini, peserta memperoleh kesempatan untuk memperlihatkan kemampuan dalam format parade. Setiap tim dapat menunjukkan hasil latihan, penguasaan musikal, serta koordinasi anggota dalam sebuah penampilan yang melibatkan berbagai unsur marching band.

Rangkaian kompetisi kemudian berlanjut pada Minggu, 8 November 2026, di GOR Nambo Sport Center, Tangerang.

Tiga kategori akan dipertandingkan pada hari kedua, yakni Concert, Color Guard Contest, dan Individual Contest.

BACA JUGA  Jakarta Fashion Week Siap Digelar Oktober Mendatang di Pondok Indah Mall III

Dengan pembagian agenda selama dua hari, peserta akan menghadapi jenis kompetisi yang berbeda. Masing-masing kategori membutuhkan persiapan dan keterampilan tersendiri.

Empat Divisi Menentukan Ruang Persaingan

Panitia menetapkan empat divisi resmi dalam Kejurnas FYBI 2026, yaitu:

  1. Junior Non Brass.

  2. Senior Non Brass.

  3. Senior Brass.

  4. Military.

Pembagian tersebut memberikan ruang bagi peserta untuk berkompetisi sesuai kategori masing-masing.

Setiap tim dituntut memperlihatkan kemampuan musikal dan teknis yang baik. Ketepatan gerakan, kualitas penampilan, kreativitas, serta koordinasi antarpemain menjadi unsur yang harus diperhatikan selama kompetisi.

Sementara itu, Individual Contest memberikan ruang bagi kemampuan peserta secara perseorangan. Kategori ini menjadi bagian dari upaya untuk melihat keterampilan individu di tengah kompetisi yang juga mengutamakan kerja sama tim.

Juri Malaysia dan Filipina Perkaya Penilaian

Salah satu unsur yang mendukung pelaksanaan Kejurnas FYBI 2026 adalah keterlibatan juri profesional dari luar negeri.

Kejurnas FYBI 2026 menghadirkan juri dari Indonesia, Malaysia, dan Filipina untuk memberikan penilaian terhadap penampilan peserta. Kehadiran juri internasional diharapkan membawa perspektif yang lebih beragam dalam menilai kualitas pertunjukan.

Bagi para peserta, pengalaman tersebut dapat menjadi kesempatan untuk memahami berbagai sudut pandang penilaian. Masukan dan evaluasi dari para juri juga diharapkan mendorong peningkatan kemampuan marching band di Indonesia.

Langkah ini sekaligus menjadi bagian dari upaya FYBI dalam mengembangkan standar kompetisi yang mendukung kemajuan olahraga marching band.

Hermanto: Kompetisi Harus Menjadi Bagian dari Pembinaan

Ketua Umum Pengurus Pusat Federasi Youth Band Indonesia, Hermanto, S.T., menegaskan bahwa kejuaraan nasional bukan sekadar agenda untuk mempertemukan tim dari berbagai daerah.

BACA JUGA  Putri Ariani Tampil Memukau Bawakan Lagu Bono U2 di America’s Got Talent

Menurutnya, kompetisi memiliki fungsi penting untuk mengukur hasil latihan, mengevaluasi pembinaan, serta memberikan kesempatan kepada para pegiat marching band untuk mengembangkan potensi mereka.

Hermanto merupakan pengusaha asal Bandar Lampung yang juga menjabat sebagai CEO sekaligus pendiri stasiun televisi lokal Mitra TV Lampung. Selain memimpin FYBI, ia juga menjabat sebagai Ketua Persatuan Tinju Amatir Indonesia (Pertina) Provinsi Lampung.

Ia menegaskan bahwa FYBI ingin memastikan proses pembinaan berjalan secara berkelanjutan dan memiliki ruang kompetisi yang jelas.

“Kejurnas FYBI 2026 merupakan wujud komitmen dan konsistensi FYBI dalam menjalankan peran sebagai induk organisasi olahraga marching band di Indonesia. Kami ingin memastikan bahwa pembinaan para pegiat marching band tidak berhenti pada kegiatan latihan, tetapi juga didukung oleh kompetisi yang terarah, berkelanjutan, dan memberikan ruang bagi setiap peserta untuk berkembang serta meraih prestasi”, terang Hermanto, S.T.

Pernyataan tersebut menegaskan bahwa kompetisi menjadi salah satu instrumen untuk mengetahui perkembangan kemampuan peserta. Dengan adanya agenda nasional, tim dari berbagai daerah memiliki kesempatan untuk menguji hasil latihan dalam lingkungan persaingan yang terukur.

Marching Band sebagai Sarana Pembentukan Karakter

Kejurnas FYBI 2026
Lomba FYBI di Jakarta selama tahun 2025

Selain mengejar prestasi, FYBI juga menempatkan marching band sebagai sarana pembinaan generasi muda.

Aktivitas marching band membutuhkan kedisiplinan, tanggung jawab, kreativitas, dan kemampuan bekerja sama. Setiap anggota harus memahami perannya agar penampilan tim dapat berlangsung secara terkoordinasi.

BACA JUGA  Ratusan Penyanyi Resmikan Rumah Kita Extravaganjar, Cerita Ganjar Jual Celana Demi Nonton Konser

Nilai-nilai tersebut menjadi bagian yang ingin dikembangkan melalui Kejurnas FYBI 2026.

“Melalui Kejurnas ini, kami berharap lahir generasi muda yang tidak hanya unggul dalam kemampuan musikal dan keterampilan marching band, tetapi juga memiliki disiplin, tanggung jawab, kreativitas, kemampuan bekerja sama, serta sportivitas. Kami ingin menjadikan marching band sebagai salah satu sarana pembinaan generasi muda yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan kemajuan olahraga Indonesia,” tambah Hermanto, S.T.

Harapan tersebut memperlihatkan bahwa hasil kejuaraan tidak hanya diukur dari capaian kompetisi. Pengembangan karakter dan pengalaman peserta juga menjadi bagian dari tujuan penyelenggaraan.

Dukungan Pemerintah dan Organisasi Olahraga

Pembukaan Kejurnas FYBI 2026 diharapkan turut dihadiri Ketua Umum KORMI Nasional, Adil Hakim, dan Gubernur Banten, Andra Soni, bersama jajaran Pemerintah Provinsi Banten.

Dukungan dari pemerintah dan organisasi olahraga masyarakat diharapkan memperkuat penyelenggaraan kejuaraan serta mendorong perkembangan komunitas marching band.

Bagi FYBI, pertemuan peserta dari sembilan provinsi juga menjadi kesempatan untuk memperluas jaringan antardaerah. Interaksi tersebut dapat mendukung pertukaran pengalaman dan memperkuat hubungan antarkomunitas.

Dengan 44 tim yang akan bertanding, Kejurnas FYBI 2026 di Tangerang diharapkan menjadi bagian penting dalam perjalanan pembinaan marching band Indonesia. Ajang ini sekaligus membuka kesempatan bagi talenta muda untuk mengembangkan kemampuan dan mempersiapkan diri menghadapi kompetisi pada tingkat yang lebih tinggi.

Google News

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Must Read