Radar Berita Indonesia – Camat Lubuk Begalung, Andi Amir, menghadiri kegiatan Konsolidasi Perkumpulan Bundo Kanduang Minangkabau Kota Padang yang digelar di Kantor KAN Nan XX Lubuk Begalung, Jumat (13/2/2026).
Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat koordinasi dan menyatukan langkah organisasi Bundo Kanduang sebagai penjaga marwah adat Minangkabau di Kota Padang, khususnya di wilayah Kecamatan Lubuk Begalung.
Dalam sambutannya, Andi Amir menegaskan bahwa Bundo Kanduang merupakan limpapeh rumah gadang, sosok sentral dalam tatanan adat Minangkabau yang memegang peran strategis dalam memelihara nilai-nilai adat, memperkuat ketahanan keluarga, serta membina generasi muda agar tetap berpegang teguh pada budaya dan tradisi Minangkabau.
“Bundo Kanduang adalah mitra penting pemerintah dalam pembangunan karakter masyarakat. Konsolidasi seperti ini sangat diperlukan agar organisasi semakin solid dan siap berkontribusi bagi kemajuan daerah,” ujar Andi Amir.
Andi Amir juga mengapresiasi kiprah Bundo Kanduang yang selama ini aktif dalam berbagai kegiatan sosial, pendidikan karakter, hingga pembinaan anak kemenakan di wilayah masing-masing. Menurutnya, peran perempuan adat sangat menentukan dalam menjaga harmoni sosial dan keberlanjutan nilai budaya di tengah perkembangan zaman.
Kegiatan konsolidasi tersebut turut menjadi ruang diskusi strategis terkait penguatan peran organisasi ke depan. Selain mempererat silaturahmi antar anggota, forum ini juga membahas langkah konkret dalam mendukung visi pembangunan daerah, termasuk penguatan budaya, ketahanan keluarga, serta program keagamaan dan sosial kemasyarakatan di tengah masyarakat.
Andi Amir berharap melalui kegiatan ini, Bundo Kanduang semakin berperan aktif dalam mendukung program pembangunan pemerintah, sekaligus menjadi garda terdepan dalam menjaga nilai-nilai luhur adat Minangkabau.
Pemerintah Kecamatan Lubuk Begalung, lanjutnya, berkomitmen untuk terus bersinergi dengan organisasi perempuan adat tersebut dalam menciptakan masyarakat yang berkarakter, religius, dan berbudaya.
Kegiatan berlangsung dalam suasana penuh kekeluargaan dan semangat kebersamaan, menandai komitmen bersama antara pemerintah dan unsur adat dalam memperkuat jati diri Minangkabau di Kota Padang.
Selain menjadi ajang konsolidasi organisasi, pertemuan tersebut juga dimanfaatkan untuk menyusun program kerja prioritas tahun 2026 yang selaras dengan arah pembangunan di Kota Padang.
Sejumlah agenda strategis dibahas, mulai dari penguatan peran Bundo Kanduang di tingkat kelurahan, pembinaan generasi muda berbasis adat dan agama, hingga peningkatan partisipasi perempuan dalam kegiatan sosial kemasyarakatan.
Dalam forum diskusi, para pengurus dan anggota Bundo Kanduang menyampaikan berbagai masukan terkait tantangan yang dihadapi dalam menjaga eksistensi nilai adat di tengah perkembangan teknologi dan perubahan pola kehidupan masyarakat.
Mereka sepakat bahwa peran perempuan sebagai limpapeh rumah gadang harus terus diperkuat melalui pendidikan adat, pengajian, serta kegiatan pembinaan keluarga.
Camat Lubuk Begalung, Andi Amir, menekankan pentingnya kolaborasi berkelanjutan antara pemerintah kecamatan, ninik mamak, alim ulama, serta Bundo Kanduang dalam membangun masyarakat yang berkarakter.
Menurutnya, pembangunan tidak hanya berorientasi pada fisik dan infrastruktur, tetapi juga menyentuh aspek mental dan budaya masyarakat.
“Kita ingin pembangunan berjalan seimbang antara kemajuan daerah dan penguatan nilai-nilai adat serta agama. Di sinilah peran strategis Bundo Kanduang sangat dibutuhkan,” tegasnya.
Ia juga mendorong agar hasil konsolidasi tidak berhenti pada tataran wacana, melainkan ditindaklanjuti dengan aksi nyata di tengah masyarakat.
Pemerintah Kecamatan Lubuk Begalung, lanjutnya, siap memfasilitasi program-program positif yang berdampak langsung pada peningkatan kualitas keluarga dan generasi muda.
Dengan terselenggaranya konsolidasi ini, diharapkan sinergi antara unsur adat dan pemerintah semakin kuat, sehingga nilai-nilai luhur Minangkabau tetap terjaga dan menjadi fondasi dalam mewujudkan masyarakat yang harmonis, religius, dan berbudaya di Kota Padang.
Editor: Dedi Prima Maha Rajo Dirajo.


