Rabu, April 17, 2024
No menu items!

Asam Sulfat Berbahaya Jika Dikonsumsi, Gibran Sebut Kebutuhan Nutrisi Ibu Hamil

Must Read
Jakarta, Radar BI | Asam sulfat tengah ramai diperbincangkan di media sosial. Apa itu asam sulfat?

Asam sulfat (H2SO4) merupakan substansi kimia yang korosif dan berbahaya bagi jaringan tubuh. Paparan berlebihan bisa berakibat fatal.

Anda pasti familiar dengan baterai atau aki kendaraan. Asam sulfat merupakan kandungan pada air aki.

BACA JUGA  Percepat Capaian, Vaksinasi Sasar Jamaah Masjid Al-Baqiah Danaweria

Mengutip dari Britanica, asam sulfat berupa cairan padat, tidak berwarna, berminyak, dan bersifat korosif.

Dalam berbagai konsentrasi, asam sulfat digunakan dalam pembuatan pupuk, pigmen, pewarna, obat-obatan, bahan peledak, detergen, garam, dan asam anorganik.

Pada aki kendaraan, air aki yang mengandung asam sulfat berfungsi sebagai penghantar dan penyimpan listrik.

Asam sulfat adalah asam yang sangat kuat. Substansi ini mudah bereaksi pada suhu tinggi dengan banyak logam, karbon, belerang, dan zat lain.

BACA JUGA  Komitmen Kapolri Pastikan Paskah Berlangsung Aman dan Kawal Vaksinasi Nasional

Asam sulfat juga merupakan zat dehidran kuat dan mudah bereaksi dengan air. Asam bahkan mampu membakar bahan organik seperti kayu, kertas atau gula, dan meninggalkan residu karbon.

Berbahaya Buat Manusia

Asam sulfat dan asam lain sangat korosif. Paparan langsung pada kulit, mata, saluran pernapasan, dan saluran pencernaan bisa langsung mengiritasi jaringan.

Mengutip dari laman CDC, menghirup kabut asam sulfat bisa mengakibatkan erosi gigi dan iritasi saluran pernapasan.

BACA JUGA  Peduli Korban Bencana Semeru FRB Serahkan Bantuan Melalui Kodim 0825/12

Meminum asam sulfat akan membakar mulut dan tenggorokan serta menciptakan lubang di perut. Kulit yang terpapar asam sulfat akan langsung terbakar.

Luka bakar dalam kasus ini mengacu pada luka bakar, kimia bukan luka bakar fisik akibat kontak dengan benda panas. Luka bakar kimia berupa kerusakan jaringan dan perlu penanganan khusus.

Sementara itu, Cawapres nomor urut 2, Gibran Rakabuming Raka, menjadi sorotan lantaran salah sebut kebutuhan nutrisi untuk ibu hamil. Ia menjadi viral usai menyebut asam folat menjadi asam sulfat.

BACA JUGA  Polri: Dokter Lois Akui Salah Soal Tak Percaya Covid-19

Gibran menyebut asam sulfat dalam konteks manfaat bagi ibu hamil. Padahal, asam sulfat merupakan bahan kimia keras. Sejatinya, yang dimaksud Gibran adalah asam folat.

Ketika Gibran berjumpa pelaku usaha ekonomi kreatif dan influencer dalam acara ‘Diskusi Ekonomi Kreatif Bersama Mas Gibran’ di kawasan Senopati, Jakarta Selatan, Gibran menyebut ibu hamil harus mengecek kadar asam sulfat.

“Lalu ketika hamil harus dicek ya misalnya asam sulfat, yodiumnya terpenuhi nggak,” ujarnya.

Iklan

Latest News

Brimob Polri dan TNI AL Bentrok di Pelabuhan Sorong, 5 Personil Terluka

Radar Berita Indonesia | Bentrokan terjadi antara Brimob Polri dengan prajurit TNI Angkatan Laut (AL) di Pelabuhan Sorong, Papua...

Artikel Lain Yang Anda Suka