Bahagia Itu Sederhana, Irwan Basir Hidup Ini Bermanfaatlah bagi Orang Lain

195
Irwan Basir, SH, MM Datuk Rajo Alam menyampaikan, rasulullah bersabda, Sebaik-baik orang adalah yang bermanfaat bagi orang lain.
Irwan Basir, SH, MM Datuk Rajo Alam menyampaikan, rasulullah bersabda, Sebaik-baik orang adalah yang bermanfaat bagi orang lain.
Sumbar, Radar BI | Bicara masalah Irwan Basir, SH, MM Datuk Rajo Alam tak kunjung usai dengan gerakan nyata dilapangan sudah menjadi cerita warga Kota Padang.
Irwan Basir Datuk Rajo Alam baik sebagai seorang tokoh Kota Padang. Tak kenal lelah, terus berada ditengah warga dalam suka maupun duka. Sosok dermawan yang perduli dengan derita dan masalah yang menimpa warga Kota Padang.
Sebuah kata bijak mengiringi kedekatan dan kepedulian Irwan Basir Datuk Rajo Alam dengan warga. “Pemimpin adalah pribadi yang tidak ada untuk dirinya, tidak ada untuk kepentingan keluarga dan kelompoknya. Dia ada untuk melayani masyarakat umum dengan cinta dan kepedulian”.
Irwan Basir bukan orang politik, bekerja untuk kepentingan kelompok dan bukan seorang kepala daerah, meraih sukses dari suara rakyat.

Dan, setelah menjabat lebih mementingkan kelompok dari kepentingan rakyat. Ia hanya salah satu tokoh masyarakat Kota Padang yang turun langsung membantu warga jauh sebelumnya.
Tanpa gebyar politik, apalagi penuh intrik. Ia datang saat warga sangat membutuhkan. Terlihat saat virus covid19 meluluhlantakan negeri ini.
Irwan Basir, tanpa embel – embel turun membantu warga. Apa yang dilakukannya, melebihi mereka yang mendapat jabatan dan fasilitas karena suara warga.
Prinsip Irwan Basir Datuk Rajo Alam, berbaur dengan warga dan selalu dekat dengan warga dan mendengar keluh kesah masyarakat, karena seorang pemimpin adalah orang yang melihat lebih banyak daripada yang dilihat orang lain.
Melihat lebih jauh daripada yang dilihat orang lain dan sebelum orang lain melihat. Jauh dari sifat asal bapak senang, layaknya pejabat mendengar laporan warga.

Melihat dengan mata kepala satu kali keadaan warga, lebih baik dari mendengar cerita orang seribu kali.

BACA JUGA  5 Daftar Hacker Paling Berbahaya di Dunia, Apakah Bjorka Termasuk?

 

Irwan Basir berasumsi pemimpin yang baik itu, berjuang dan bekerja bukan karena kedudukan ataupun kekayaan. Tidak pula mengharapkan pujian dan sanjungan.
Melainkan, semua itu dilakukan demi kepentingan masyarakat. Pemimpin yang baik itu, bagaimana bisa membantu warga, bukan mengorbankan warga demi mendapatkan jabatan dan kekuasaan.
Lebih lanjut, Irwan Basir justru tiada hari, tanpa mendatangi warga hadir ditengah warga dan membantu setiap ada kesulitan dan bencana menimpa warga.
Ciri – ciri pemimpin yang baik akan nampak dari kematangan pribadi, buah karya serta integrasi antara perkataan dan perbuatan. Bukan sekedar umbar janji untuk menarik simpati.
Bukan datang lima tahun sekali untuk mendapatkan suara warga. Janji tak tertepati, meski sudah mendapatkan jabatan dan kekuasaan.

Sementara, Irwan Basir datang bukan menepati janji. Karena, ia tak pernah berjanji saat menarik simpati warga.
Ia datang untuk membuktikan, harus sejalan antara integrasi perkataan dan perbuatan. Makanya, tiada hari baginya untuk hadir ditengah warga.
Tak kenal siang maupun malam, panas maupun hujan. Baginya, perkataan harus sejalan dengan perbuatan. Jangan ada dusta setelah meraih suara dari warga. Datang dengan tulus, membantu dengan ikhlas.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini