Radar Berita Indonesia | Belum genap seminggu menjabat sebagai Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, Brigjen Eko Hadi Santoso langsung menunjukkan arah langkahnya.
Tanpa menunggu lama, Brigjen Eko menggelar commander wish, menyuarakan komitmen: perang terhadap narkoba dari hulu hingga hilir, tanpa kompromi.
“Kami akan melakukan penguatan terhadap mitigasi pengembangan pemberantasan narkoba dari arah supply sampai demand,” tegas Brigjen Eko kepada wartawan di Bareskrim, pada Senin (14/4/2025).
Ucapan itu bukan sekadar slogan. Dalam hitungan hari, timnya mengungkap kasus besar 192 kilogram sabu disita, satu kurir berinisial M (berusia 36 tahun) ditangkap dalam operasi dramatis di Jalan Raya Aceh-Medan, Bireun, Aceh. Kurir itu sempat nekat menabrak truk demi melarikan diri, tapi tak berhasil lolos dari kejaran aparat.
Namun, bagi Eko, ini baru permulaan. Penangkapan kurir hanyalah ujung kecil dari jaringan besar yang harus dibongkar.
“Kami masih melakukan pengembangan terhadap pelaku-pelaku lain yang terlibat dalam jaringan internasional Malaysia-Indonesia. Bandar tetap jadi target utama,” tandasnya.
Sejalan dengan Asta Cita Presiden
Eko tak hanya bicara soal operasi di lapangan. Ia menautkan gerak langkahnya dengan visi besar Presiden Prabowo Subianto. Ia menyebut, perang melawan narkoba adalah bagian dari implementasi Asta Cita delapan cita-cita strategis Presiden khususnya dalam membangun ketahanan nasional dari ancaman narkotika.
“Harapan kami dengan peningkatan pendekatan dalam Gakkum, Polri bisa memenuhi harapan Asta Cita Presiden dalam penanggulangan narkoba yang lebih efektif dan menyeluruh,” katanya.
Bukan Sekadar Aparat, Tapi Juga Masyarakat
Dalam pendekatan barunya, Eko membuka ruang kolaborasi. Bukan hanya aparat yang dilibatkan, tapi juga masyarakat. Dengan akses informasi yang kian terbuka, Eko mengajak publik aktif memberikan laporan jika mencurigai adanya peredaran narkoba di sekitarnya.
“Dengan mudahnya akses media dan informasi saat ini, kami sangat welcome terhadap bantuan masyarakat, terutama informasi dari berbagai segmen,” ujarnya.
Brigjen Eko datang bukan untuk sekadar melanjutkan kebijakan lama. Ia membawa pendekatan baru: tak cuma mengejar kurir kecil di jalanan, tapi menyasar para bandar besar, membongkar jalur suplai lintas negara, hingga merangkul masyarakat dalam upaya pencegahan.
Kalau selama ini perang narkoba hanya seperti menebar kail untuk ikan kecil, Eko tampaknya sudah menyiapkan jaring besar dan siap menyapu bersih hingga ke dasar perairan. Perang ini belum usai, tapi satu hal jelas: komando baru sudah dimulai.


