Radar Berita Indonesia – Kisah hidup Erianto, seorang anak petani, menjadi potret nyata bahwa keterbatasan ekonomi bukanlah penghalang untuk mengabdi dan meraih kepercayaan publik.
Dari latar belakang sederhana, Erianto membuktikan bahwa kerja keras dan ketekunan mampu membuka jalan menuju pengabdian yang lebih luas bagi masyarakat.
Lahir dari keluarga anak petani di lingkungan sederhana, Erianto kini dipercaya masyarakat sebagai Anggota DPRD Kota Padang sekaligus mengemban amanah sebagai Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Padang, sebuah tanggung jawab besar yang diraih melalui proses panjang dan penuh perjuangan.
Perjalanan hidup Erianto, yang tumbuh sebagai anak petani, tidak dibangun dalam ruang kemewahan. Sejak kecil, ia terbiasa hidup sederhana dan membantu orang tua bekerja di sawah, pengalaman yang membentuk kedisiplinan serta pemahaman akan arti kerja keras sejak usia dini.
Lingkungan tempat Erianto dibesarkan sebagai anak petani membentuk karakternya menjadi pribadi yang tangguh, ulet, dan memiliki empati kuat terhadap masyarakat kecil, nilai-nilai yang hingga kini menjadi landasan dalam menjalankan amanah sebagai wakil rakyat.
“Kehidupan mengajarkan saya untuk tidak mudah menyerah. Dari orang tua, saya belajar bahwa kejujuran dan kerja keras adalah modal utama dalam hidup,” ujar Erianto dalam sebuah kesempatan.
Kesadaran akan pentingnya pendidikan mendorong Erianto untuk terus belajar dan mengembangkan diri. Meski dihadapkan pada keterbatasan ekonomi, ia tetap berupaya menyelesaikan pendidikan serta aktif dalam berbagai kegiatan sosial dan organisasi.

Dari sinilah jiwa kepemimpinan dan kepeduliannya terhadap lingkungan mulai tumbuh.
Langkah Erianto menuju dunia politik bukanlah jalan instan. Ia memulainya dari bawah dengan membangun kepercayaan masyarakat melalui keterlibatan langsung dalam kegiatan sosial dan kemasyarakatan.
Konsistensi tersebut akhirnya mengantarkannya memperoleh amanah sebagai Anggota DPRD Kota Padang.
Sebagai wakil rakyat, Erianto dikenal aktif menyerap aspirasi masyarakat. Ia kerap turun langsung ke lapangan untuk berdialog dengan warga, mendengar keluhan, serta memperjuangkan kepentingan masyarakat kecil, khususnya petani, nelayan, dan pelaku usaha mikro.
“Jabatan adalah amanah. Ketika masyarakat memberikan kepercayaan, maka kewajiban kita adalah bekerja dan hadir di tengah mereka,” tegasnya.
Selain di bidang politik, Erianto juga menunjukkan kepedulian besar terhadap pembangunan olahraga daerah. Kepercayaan sebagai Ketua Umum KONI Kota Padang menjadi tantangan yang dijalani dengan penuh kesungguhan.
Ia bertekad membangkitkan prestasi olahraga serta menjadikan olahraga sebagai wadah pembinaan karakter generasi muda.
Di bawah kepemimpinannya, KONI Kota Padang mulai menata organisasi secara lebih profesional. Pembinaan atlet, peningkatan kualitas pelatih, serta perhatian terhadap kesejahteraan insan olahraga menjadi fokus utama.
Menurut Erianto, prestasi olahraga tidak lahir secara instan, melainkan melalui pembinaan berkelanjutan dan dukungan semua pihak.
“Olahraga bukan hanya soal prestasi, tetapi juga pembentukan karakter, disiplin, dan semangat juang generasi muda,” ungkapnya.
Pengalaman hidup sebagai anak petani menjadi filosofi tersendiri dalam kepemimpinannya.
Ia memahami bahwa setiap proses membutuhkan kesabaran, ketekunan, dan kerja kolektif seperti menanam padi yang harus dirawat sebelum menuai hasil.
Meski kini berada di posisi strategis, Erianto tetap menjaga kesederhanaan dan kedekatannya dengan masyarakat.
Ia tidak pernah melupakan akar kehidupannya dan terus menjadikan masa lalu sebagai pengingat untuk tetap berpihak kepada rakyat kecil.
Kisah Erianto menjadi inspirasi bahwa latar belakang bukanlah penentu masa depan. Dengan kerja keras, integritas, dan kepedulian, seorang anak petani mampu berdiri sejajar sebagai pemimpin dan penggerak pembangunan daerah.
Melalui perannya di DPRD Kota Padang dan KONI Kota Padang, Erianto terus melangkah dengan satu tujuan: mengabdi untuk masyarakat dan menghadirkan perubahan nyata bagi Kota Padang.


