Beranda INFO POLRI Kasus Investasi Bodong EDCCash, Polri: Pelaku Raup Untung Rp.285 Miliar

Kasus Investasi Bodong EDCCash, Polri: Pelaku Raup Untung Rp.285 Miliar

Polri
Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Polri Brigjen. Pol. Helmy Santika, S.H., S.I.K., M.Si menyebut jumlah member tergabung dalam investasi illegal EDCCash sebanyak 57 ribu orang. Sehingga jika diakumulasikan, keuntungan yang didapat mencapai ratusan miliar rupiah.

Menurutnya, setiap satu member diminta melakukan transfer senilai Rp.5 juta. Rinciannya Rp.4 juta dikonversikan menjadi 200 koin, kemudian Rp.300 ribu untuk sewa Cloud dan Rp.700 ribu untuk Upline.

“Dari data yang kita punya ada sekitar 57 ribu member, jadi kalikan sendiri 57 ribu jumlahnya dengan minimal investasi Rp 5 juta, kurang lebih keuntungan yang diraup Rp.285 miliar. Itu kalau flat, kan ada yang top up dan sebagainya,” ungkapnya.

BACA JUGA  Walikota Padang Hendri Septa Tiadakan Sholat Idul Fitri di Masjid dan Lapangan

Dalam sistem investasi kripto tersebut, pelaku menjanjikan dana investasi awal para korban senilai Rp.5 juta akan mendapatkan keuntungan hingga 15% per bulan tanpa berbuat apapun.

“Jadi setiap member ini diminta untuk melakukan investasi dengan transfer Rp.5 juta rupiah, yang mana Rp.4 juta dikonversikan menjadi 200 koin, kemudian Rp 300 ribu untuk sewa cloud, dan Rp.700 ribu untuk uplinenya,” tuturnya.

BACA JUGA  Kapolda Jatim Distribusikan 250 Motor dan 2 Mobil Ambulance Support Kinerja Bhabinkamtibmas

“Mereka juga menjanjikan bahwa dengan diam saja, akan mendapatkan keuntungan 0,5% per hari dan 15% perbulan, itu kalau tidak aktif. Namun, jika korban aktif mencari downline akan mendapatkan keuntungan tambahan berupa 35 koin,” sambungnya.

Ia mengatakan, awal mula para pelaku mendirikan usaha dalam bidang investasi kripto ini hanya berdasarkan pengetahuan dari suatu komunitas bernama Edinar Cash.

“Salah satu pelaku bernama (AY) mengajak tiga rekannya untuk membuat aplikasi serupa yang dinamai EDC Cash. Masing – masing memiliki peran, (AY) sebagai top level, (EK) sebagai admin, dan (BA) sebagai exchanger,” terangnya.

BACA JUGA  Polda Sumsel Gagalkan Peredaran Narkoba 25 Kg

Atas segala perbuatannya tersebut, para pelaku dijerat dengan Pasal berlapis terkait dengan Informasi Transaksi Elektronik, Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU), hingga Perdagangan.

Sumber: Divisi Humas Polri.

Facebook Comments