Beranda PEMERINTAH Kejari Karawang Terima Aduan Dugaan Mafia Tanah 35 Hektar di Desa Tanjung...

Kejari Karawang Terima Aduan Dugaan Mafia Tanah 35 Hektar di Desa Tanjung Jaya

Radar BI | Kejaksaan negeri Kabupaten Karawang terima aduan dari masyarakat terkait dengan adanya dugaan mafia tanah yang terjadi di Kampung Kalen Kalong, Desa Tanjung Jaya, Kecamatan Tempuran, Kabupaten Karawang.

Dugaan mafia tanah di kampung kalen kalong, kami dateng ke Kejaksaan untuk meminta arahan dari jaksa, bertujuan agar kami mendapatkan kepastian hukum dan atas langkah apa yang harus di lakukan ahli waris.

Saya yakin ini ada permainan oknum aparat pemerintah, karna kami merasa di pingpong selama dua tahun, ujarnya Saman kepada awak media Radar Bhayangkara Indonesia pada hari, Selasa (25/1/2022).

BACA JUGA  Polda Jatim Buka Hotline Pengaduan Kasus Mafia Tanah, Ini Nomornya
BACA JUGA  Kapolda Dukung Program Gubernur Penggunaan Busana Adat Bali

Kuasa hukum Kh mama Tengku Toha, Samanhudi mengatakan dirinya mendatangi Kejaksaan Negeri Karawang bertujuan meminta petunjuk agar mendapatkan kepastian hukum. Untuk tanah Seluas 35 hektar di Desa Tanjung Jaya yang ia bantu kepengurusannya, ia mencurigai adanya permainan mafia tanah.

Selain itu tambah Saman, belakangan ini ada pihak perusahaan yang mengaku memiliki tanah tersebut, tentu hal ini membuat ia tambah bingung. Apalagi perusahan tersebut yang mengklaim memiliki tanpa bisa menunjukan bukti kepemilikan apapun.

“Yang membuat saya bingung sekarang ada perusahan yang mengklaim tanpa bisa menunjukan bukti baik itu girik atau akte jual beli apapun itu,”tambah Saman.

BACA JUGA  Polda Metro Jaya Tetapkan 11 Tersangka atas Kasus Mafia Tanah Ibunda Dino Patti Djalal
BACA JUGA  Polda Aceh Segera Tetapkan Tersangka Kasus Korupsi Sapi di Dinas Peternakan

Menanggapi hal ini Kepala seksi Intelejen Kejaksaan Negeri Karawang Tohom Hasiholan mengatakan pihak nya menerima setiap aduan masyarakat apa lagi terkait mafia tanah yang di perintah Kejagung.

Ia memastikan akan melaporkan ke Kajari untuk di pelajari kemudian mengklarifikasi kepada semua pihak.

Saya terima setiap aduan masyarakat kemudian akan saya laporkan dulu ke ibu Kajari untuk di pelajari, dan kami akan klarifikasi semua pihak agar informasinya yang kami dapat berimbang.

BACA JUGA  Sepanjang 2021, Polri Tangani 69 Perkara Mafia Tanah dan Ada 61 Tersangka
BACA JUGA  Baru Bebas, KPK Kembali Tetapkan Eks Bupati Talaud Sri Wahyumi Manalip Jadi Tersangka

Apa lagi jika terkait ini adalah program Kejagung untuk pemberantasan mafia tanah yang ada di Indonesia, kata Tohom di ruangan nya. (Mulis)

Facebook Comments

Artikel sebelumyaSekolah Inspektur Polisi T.A. 2022, Berikut Pesan Kapolres Banjar
Artikel berikutnyaKapolda Buka Rekonsiliasi dan Penyusunan Laporan Keuangan Polda Sumut