Beranda DAERAH KPK Perpanjang Masa Penahanan Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah 30 Hari Kedepan

KPK Perpanjang Masa Penahanan Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah 30 Hari Kedepan

Penahanan
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memperpanjang masa penahanan Gubernur Sulawesi Selatan nonaktif, Nurdin Abdullah selama 30 hari kedepan.

Sebelumnya, KPK telah menetapkan kader PDIP tersebut sebagai tersangka kasus dugaan suap dan gratifikasi pengadaan barang dan jasa, perizinan dan pembangunan infrastruktur di Pemprov Sulawesi Selatan tahun anggaran 2020-2021.

Dalam perkara ini, penahanan tersebut juga diperpanjang bagi Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Sulsel Edy Rahmat.

BACA JUGA  Polri Tegaskan Mulai Besok Penumpang KRL Wajib Bawa Surat Tanda Registrasi Pekerja

“Tim Penyidik, kembali melakukan perpanjangan penahanan untuk Tsk NA dan Tsk ER masing-masing selama 30 hari,” kata Plt. Juru Bicara Penindakan KPK, Ali Fikri, melalui keterangan tertulis, Rabu (26/05/2021).

Nurdin akan menjalani penahanan tambahan terhitung sejak 28 Mei 2021 hingga 26 Juni 2021. Para tersangka, masih menempati rumah tahanan sebelumnya, yakni di Rutan KPK Cabang Pomdam Jaya Guntur untuk Nurdin.

Sementara itu, tersangka Edy Rahmat ditahan di Rutan KPK Kavling C1.

Plt. Juru Bicara Penindakan KPK, Ali Fikri mengatakan, penahanan dilakukan agar penyidik dapat memaksimalkan pengumpulan alat bukti dalam perkara tersebut.

BACA JUGA  Terpidana Kasus Sabu 402 Kg Lolos dari Hukuman Mati, Ketua DPD RI Angkat Bicara

“Diantaranya pemanggilan dan pemeriksaan saksi-saksi,” tandas dia.

Setidaknya, ada tiga orang tersangka yang dijerat KPK dalam perkara ini. Mereka ialah Nurdin Abdullah; Edy Rahmat; dan Direktur PT Agung Perdana Bulukumba, Agung Sucipto.

Nurdin Abdullah diduga menerima suap dan gratifikasi senilai Rp.5,4 miliar dari beberapa kontraktor, satu di antaranya adalah dari Agung. KPK tengah mengusut dugaan keterlibatan pihak lain setelah mengendus adanya aliran uang dari Nurdin.

BACA JUGA  Polri Bakal Keluarkan Izin Keramaian Liga 1 dan 2 Paling Lambat 27 Mei

Perkara terhadap kontraktor yang diduga berperan sebagai penyuap Nurdin Abdullah telah disidangkan. Dia didakwa pasal berlapis, namun tak mengajukan eksepsi alias keberatan atas dakwaan itu.(Dp/Mjo/Sfr)

Facebook Comments

Artikel sebelumyaPanglima Mutasi Besar-Besaran 80 Pati TNI, Berikut Ini Namanya
Artikel berikutnyaKasus ASABRI, Kejagung Sita 8 Lapangan Golf Milik Heru Hidayat di Belitung