Radar Berita Indonesia – Sejak banjir bandang dan tanah longsor melanda Kota Padang beberapa waktu lalu, dampak lanjutan kini dirasakan warga di sejumlah wilayah. Air sumur milik warga dilaporkan mengalami kekeringan dan tidak lagi layak digunakan, sehingga memicu krisis air bersih.
Kondisi tersebut paling dirasakan masyarakat di Kecamatan Pauh dan Kecamatan Kuranji, dua wilayah yang sebelumnya terdampak cukup parah akibat bencana.
Sumur-sumur warga yang selama ini menjadi sumber utama air bersih kini mengering atau tercemar lumpur sisa banjir dan longsor.
Akibatnya, aktivitas harian warga seperti memasak, mandi, mencuci, hingga kebutuhan ibadah terganggu. Warga terpaksa menghemat penggunaan air, bahkan harus mengambil air dari lokasi yang cukup jauh.
Menanggapi kondisi tersebut, Pemerintah Kota Padang bersama TNI dan Polri bergerak cepat menyalurkan bantuan air bersih ke lokasi terdampak.
Bantuan dilakukan dengan mendistribusikan air bersih menggunakan mobil tangki ke titik-titik permukiman warga.
Penyaluran air bersih ini difokuskan pada daerah yang mengalami kekeringan sumur paling parah, serta permukiman padat penduduk.
Aparat gabungan juga memastikan distribusi air dilakukan secara merata agar seluruh warga terdampak dapat terlayani.
Pemerintah Kota Padang menyatakan bantuan air bersih akan terus dimaksimalkan hingga kondisi lingkungan pulih dan sumber air warga kembali normal.
Selain itu, pemerintah juga mengimbau masyarakat untuk menggunakan air secara bijak selama masa pemulihan pascabencana.
Hingga saat ini, warga berharap pasokan air bersih dapat terus berlanjut sembari menunggu solusi jangka panjang, seperti perbaikan infrastruktur air dan normalisasi lingkungan pascabencana.
Selain kekeringan sumur, sebagian warga mengaku kualitas air yang tersisa tidak lagi layak konsumsi. Air berubah keruh dan berbau, diduga akibat endapan lumpur serta rusaknya lapisan tanah pascabencana banjir bandang dan tanah longsor.
“Air sumur kami sudah tidak bisa dipakai. Kalau pun ada, warnanya keruh dan berbau lumpur,” keluh salah seorang warga Kecamatan Pauh. Kondisi serupa juga dialami warga di sejumlah titik di Kecamatan Kuranji, pada Sabtu (17/1/2025).
Distribusi bantuan air bersih dilakukan secara bertahap dengan melibatkan unsur BPBD Kota Padang, Dinas Sosial, TNI, Polri, serta relawan.
Mobil tangki air dikerahkan untuk menjangkau kawasan pemukiman yang sulit diakses, termasuk daerah perbukitan dan gang-gang sempit.
Petugas di lapangan juga melakukan pendataan terhadap jumlah kepala keluarga terdampak untuk memastikan penyaluran air bersih tepat sasaran. Prioritas diberikan kepada warga lanjut usia, anak-anak, serta fasilitas umum seperti masjid dan sekolah.
Pemerintah Kota Padang menyebut krisis air bersih ini merupakan dampak lanjutan yang tidak dapat dihindari pascabencana.
Oleh karena itu, upaya penanganan dilakukan tidak hanya bersifat darurat, tetapi juga disiapkan langkah pemulihan jangka menengah.
Selain pendistribusian air, pemerintah daerah juga berkoordinasi dengan instansi terkait untuk melakukan pengecekan kondisi sumber air tanah serta jaringan air bersih.
Normalisasi lingkungan dan perbaikan infrastruktur menjadi fokus agar kejadian serupa tidak berlarut-larut.
Masyarakat diimbau tetap waspada terhadap potensi bencana susulan, mengingat kondisi cuaca yang masih tidak menentu.
Pemerintah juga meminta warga segera melaporkan jika mengalami kekurangan air agar dapat segera ditindaklanjuti.
Hingga kini, bantuan air bersih masih terus disalurkan, sembari menunggu kondisi sumur warga kembali pulih dan aktivitas masyarakat dapat berjalan normal seperti sediakala.


