Kuranji, Radar Berita Indonesia | Silaturahmi melalui kegiatan seperti majelis taklim memang memiliki peran penting dalam mempererat hubungan sosial dan meningkatkan kualitas kehidupan bermasyarakat.
Pernyataan Erianto, Sekretaris Fraksi Golkar DPRD Kota Padang menunjukkan bagaimana pertemuan rutin yang digelar oleh Majelis Taklim An-Nisa, tidak hanya memperkuat tali persaudaraan tetapi juga menjadi sarana peningkatan spiritualitas dan pengetahuan.
Dengan adanya ceramah dan diskusi keagamaan, anggota Majelis Taklim, yang mayoritas adalah ibu-ibu, dapat memperoleh wawasan baru, baik dalam ilmu agama maupun ilmu dunia.
Selain itu, kehadiran kegiatan ini juga menciptakan suasana harmonis di tengah masyarakat, yang berdampak pada terciptanya lingkungan yang kondusif, aman, dan tentram.
Hal tersebut disampaikan Erianto, saat menghadiri kegiatan silaturahmi yang dilaksanakan oleh Majelis Taklim An-nisa Komplek Gria Tui Indah, Mushalla Baitul Muttaqin, Kecamatan Kuranji, Kota Padang, Minggu (26/1/2025).
Harapan Erianto agar Majelis Taklim menjadi wadah untuk menjaga kekompakan masyarakat dan berbagi solusi atas permasalahan yang dihadapi, menegaskan pentingnya peran komunitas keagamaan sebagai katalisator dalam membangun solidaritas sosial dan memperkuat hubungan antara masyarakat dengan pemerintah setempat.
Majelis Taklim seperti ini tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah dan pembelajaran, tetapi juga menjadi ruang interaksi yang bermanfaat untuk membantu sesama, bertukar pikiran, serta mencari solusi bersama dalam menghadapi tantangan di masyarakat.

Erianto juga menekankan bahwa pemerintah mendukung penuh kegiatan positif seperti Majelis Taklim, karena memiliki dampak nyata dalam menciptakan masyarakat yang berdaya, baik secara spiritual maupun sosial.
Ia mengajak para anggota Majelis Taklim untuk terus bersemangat mengikuti kegiatan rutin ini, serta turut berperan aktif dalam berbagai program pemberdayaan masyarakat.
Menurutnya, salah satu kekuatan yang dapat dihasilkan melalui Majelis Taklim adalah kemampuan untuk menggerakkan solidaritas sosial, seperti membantu anggota masyarakat yang sedang mengalami kesulitan ekonomi atau masalah lainnya.
“Majelis Taklim dapat menjadi pusat kebaikan, yang tidak hanya fokus pada peningkatan ilmu, tetapi juga dalam memberikan manfaat nyata kepada lingkungan sekitarnya,” tambahnya.
Selain itu, Erianto mengingatkan agar pertemuan semacam ini juga dimanfaatkan sebagai ajang untuk mempererat hubungan dengan pihak pemerintah, sehingga aspirasi dan kebutuhan masyarakat dapat tersampaikan dengan lebih efektif.
“Kolaborasi antara masyarakat melalui wadah Majelis Taklim dan pemerintah sangat penting untuk mencapai tujuan bersama, baik dalam pembangunan fisik maupun sosial,” ujarnya.
Ia pun berharap bahwa Majelis Taklim An-Nisa dan majelis-majelis lainnya di Kota Padang terus berkembang dan menjadi contoh bagi komunitas lainnya dalam menjaga persatuan, kedamaian, dan semangat gotong royong di tengah masyarakat.
“Semoga Majelis Taklim ini dapat terus melahirkan inisiatif-inisiatif positif yang membawa manfaat untuk banyak orang,” tutupnya.
Sementara itu, Pernyataan Mona sebagai Ketua Majelis Ta’lim An-Nisa menekankan peran penting Majelis Ta’lim sebagai lembaga pendidikan agama Islam non-formal yang fleksibel. Ia menyoroti tujuan utamanya, yaitu meningkatkan keimanan, ketakwaan, dan akhlak mulia, serta berkontribusi sebagai rahmat bagi seluruh alam.
Mona juga berharap, melalui pengajian dan kegiatan silaturahmi yang diadakan, hubungan persaudaraan (ukhuwah Islamiah) antara jamaah, khususnya di Kecamatan Kuranji, semakin erat.
Ia mengajak jamaah untuk memanfaatkan Majelis Ta’lim sebagai forum peningkatan pengetahuan agama Islam dan keihsanan, sekaligus sebagai sarana membangun kebersamaan untuk mendorong kemajuan dan kesejahteraan masyarakat Kuranji.
Hal ini sejalan dengan semangat untuk menjadikan Majelis Ta’lim sebagai pilar penguatan komunitas berbasis agama dan sosial.
Mona juga menekankan pentingnya keterlibatan seluruh lapisan masyarakat dalam mendukung keberlanjutan program-program Majelis Ta’lim.
Menurutnya, keberhasilan kegiatan Majelis Ta’lim tidak hanya bergantung pada para pengurus, tetapi juga pada partisipasi aktif dari jamaah.
Ia mengajak para jamaah untuk terus bersemangat mengikuti pengajian dan berbagai kegiatan yang diselenggarakan.
Mona berharap, melalui pembelajaran yang berkelanjutan, setiap individu dapat memperdalam ilmu agama, meningkatkan ketakwaan, serta mengaplikasikan nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari.
Selain itu, Mona mengusulkan agar Majelis Ta’lim juga menjadi ruang untuk pemberdayaan perempuan Muslim.
Ia percaya bahwa melalui pembekalan ilmu agama dan keterampilan praktis, perempuan dapat lebih berkontribusi dalam membangun keluarga yang sakinah, masyarakat yang harmonis, dan mendukung pengembangan ekonomi di tingkat lokal.
“Semoga apa yang kita usahakan di Majelis Ta’lim ini dapat menjadi amal jariyah dan membawa keberkahan bagi kita semua, baik di dunia maupun di akhirat,” tutup Mona.
Majelis Ta’lim An-Nisa yang diselenggarakan di Kecamatan Kuranji turut dihadiri oleh Ketua Majelis Ta’lim Indonesia (MTI) Kuranji, Ketua MTI Kelurahan beserta jajarannya, serta Pengurus Mushalla Baitul Muttaqin.
Kehadiran para tokoh dan pengurus ini menunjukkan sinergi yang baik antara berbagai pihak dalam mendukung kegiatan keagamaan dan pembinaan masyarakat melalui Majelis Ta’lim.
Mereka juga memberikan apresiasi atas inisiatif dan kontribusi Majelis Ta’lim An-Nisa dalam meningkatkan kualitas keimanan, ketakwaan, serta ukhuwah Islamiah di lingkungan setempat.
Acara tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat kolaborasi antar lembaga keagamaan, sehingga tujuan bersama dalam membangun masyarakat yang religius, harmonis, dan sejahtera dapat terwujud.
Penulis: Dedi Prima Maha Rajo Dirajo.


