Beranda DAERAH Miris, Sopir Angkot Perkosa Nenek Tunanetra Usia 60 Tahun

Miris, Sopir Angkot Perkosa Nenek Tunanetra Usia 60 Tahun

Tunanetra
Ilustrasi.
Sopir angkot berinisial MB (berusia 24 tahun) tega memperkosa seorang nenek (berusia 60 tahun) di Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang. Ironisnya, korban pemerkosaan seorang nenek yang merupakan penyandang tunanetra dan tidak lain masih tetangganya.

”Terduga pelaku sudah diamankan di Polsek Mauk guna menghindari hal yang tidak diinginkan dan untuk menjalani pemeriksaan terkait aksinya,” ungkap Kapolresta Tangerang Kombes. Pol. Wahyu Sri Bintoro pada hari, Sabtu (19/06/2021).

Menurut dia, kejadian tindak amoralis itu terjadi pagi hari sekira pukul 05.00 WIB. Saat itu, anak korban berinisial RS (berusia 28 tahun) membeli nasi uduk dan membiarkan pintu rumah dalam keadaan setengah terbuka. Di dalam rumah, hanya ada korban seorang diri.

BACA JUGA  Untung 200 Juta Per Bulan, Penipu Mama Minta Pulsa Berhasil Diringkus

”Terduga pelaku melihat pintu rumah korban dalam keadaan terbuka sedikit, kemudian pelaku masuk langsung menggiring korban ke kamar kemudian melakukan pemerkosaan,” ujarnya.

Dikatakan Wahyu, korban tidak bisa melakukan perlawanan karena selain usia yang sudah lanjut, korban juga merupakan tunanetra.

Kondisi inilah yang dimanfaatkan pelaku untuk melancarkan aksinya. Saat pelaku masih beraksi, anak korban kembali dari warung dan melihat sepasang sandal di depan pintu.

BACA JUGA  Program Pemerintah Orang Papua Masuk Universitas UI, ITB, UGM, Undip, Unhas dan IPB Diterima Tanpa Tes

Anak korban merasa curiga langsung bergegas memasuki rumah. Pelaku yang kaget langsung buru-buru keluar dari kamar dan kemudian melarikan diri.

”Anak korban mendapati korban dalam keadaan tidak menggunakan celana dan pada celana korban terdapat noda atau cairan mirip sperma diduga sperma pelaku,” ungkapnya.

Anak korban pun langsung mendatangi Ketua Rukun Tetangga (RT) dan perangkat setempat. Kemudian peristiwa itu dilaporkan ke Polsek Mauk.

BACA JUGA  Kapolri Minta Polisi Tetap Melayani Masyarakat Seperti Biasa, Namun Waspadai Aksi Terorisme

Pihak kepolisian yang mendapat laporan langsung bertindak cepat mengamankan pelaku. Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, pelaku dijerat Pasal 285 dan/atau 286 KUHP dengan ancaman hukuman 12 tahun penjara.

Facebook Comments

Artikel sebelumyaRuang Perawatan Covid-19 Penuh, Stadion Patriot Bekasi Kembali Jadi RS Darurat
Artikel berikutnyaPSU Labuhanbatu Kondusif, Kapoldasu dan Pangdam I/BB Ucapkan Terima Kasih