Senin, April 15, 2024
No menu items!

Muhammadiyah Menaruh Harapan Besar Kepada Ganjar Pranowo dan Mahfud MD

Must Read
Tangerang, Radar BI | Muhammadiyah menaruh harapan besar kepada pasangan capres cawapres 2024, Ganjar Pranowo dan Mahfud MD. Keduanya diharapkan mampu mengembalikan demokrasi sesuai fondasinya dan melawan praktik politisasi hukum di negeri ini.

Pernyataan itu disampaikan Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir dalam dialog publik Muhammadiyah di Universitas Muhammadiyah Jakarta, pada hari Kamis (23/11/2023).

Ganjar dan Mahfud hadir secara langsung dalam acara itu untuk menyampaikan ide dan gagasannya dalam membangun Indonesia.

BACA JUGA  31 Pos Penjagaan Larangan Mudik, Polda Metro Jaya: 17 Titik Cek Poin dan 14 Titik Penyekatan di Jakarta

“Kami percaya, dua tokoh yang hadir ini (Ganjar-Mahfud) ketika rakyat memberi amanat dan mandat, tentu akan berdiri dekat dengan konstitusi dan tidak menyalahgunakannya,” ucap Haedar.

Dalam sambutannya, Haedar menyinggung persoalan hukum di Indonesia. Menurutnya, banyak problem yang terjadi di negara ini, salah satunya adalah terjadinya politisasi hukum yang menciderai demokrasi.

“Praktik kehidupan kebangsaan akhir ini sangat meresahkan. Dimana hukum mengalami proses politik bahkan dalam konteks demokrasi orang tidak berani berkata dan berbuat yang berbeda karena ada politisasi hukum,” tegasnya.

BACA JUGA  Panji Gumilang Terancam 10 Tahun Penjara

Hukum dan demokrasi lanjut Haedar harus berlaku secara fundamental dalam kehidupan berbangsa. Indonesia sudah berjuang dengan darah untuk menjadi negara merdeka dan mewujudkan cita-cita kesejahteraan bersama.

“Maka kira perlu merekonstruksi itu. Kita ingin para pemimpin bangsa ke depan membawa kembali hukum dan demokrasi kita sesuai fondasinya,” tegasnya.

Haedar menerangkan, banyak undang-undang atau produk hukum lainnya di Indonesia yang tarik ulur. Sejumlah produk hukum yang dihasilkan adalah hasil dari koalisi oligarki.

BACA JUGA  Berkas Ferdy Sambo Dinyatakan P21, Komitmen Kapolri Tuntaskan Kasus Secara Transparan

“Kami harap ke depan, jangan ada lagi undang-undang yang diputuskan dalam waktu yang sesingkat-singkatnya. Bahasa arabnya itu min haisu la yahtasib (kemunculan dari yang tidak disangka-sangka)” ucap Haedar di hadapan Ganjar Mahfud.

Bagi Muhammadiyah, lanjut Haedar, Ganjar dan Mahfud bukanlah orang baru. Keduanya adalah tokoh yang paling sering berinteraksi dengan Muhammadiyah.

“Bagi kami Muhammadiyah, Pak Ganjar ini bukan orang baru. Kami sudah sangat dekat karena sering bersilaturahmi dan berinteraksi dengan beliau sejak lama. Pak Ganjar selalu bersama kami untuk kesuksesan Muhammadiyah. Pak Mahfud juga sama, kami selalu berinteraksi sejak zaman di Jogja bahkan saat sekarang menjadi menteri,” pungkas Haedar.

BACA JUGA  Jokowi Apresiasi Kesultanan Buton Mampu Menjaga Kearifan Lokal di Tengah Modernisasi dan Derasnya Budaya Asing

Ganjar dan Mahfud sepakat dengan pernyataan Haedar Nashir. Hukum dan demokrasi adalah cita-cita bangsa yang diperjuangkan sejak lama. Ganjar mengajak semua elemen masyarakat untuk berjuang mengamankan hukum dan demokrasi agar berjalan sesuai konstitusi.

“Maka kita semua harus menjadi agen. Ayo semua kelompok speak up, berani bicara. Dan Muhammadiyah harus mengambil peran itu, karena apa keluar dari Muhammadiyah pasti layak dan wajib didengarkan,” ucapnya.

Kualitas demokrasi di Indonesia lanjut Ganjar memang sedang diuji. Untuk itu, ia mengajak seluruh masyarakat berani memberikan masukan demi masa depan negeri ini.

BACA JUGA  Kapolri: Pelaku Bom Bunuh Diri Tinggalkan Surat Wasiat Siap Mati Syahid

“Kalau tidak sesuai, maka rakyat sebagai pemilik republik yang harus bicara. Kalau banyak kelompok kritis bicara soal itu (demokrasi dan hukum yang tidak sesuai), maka negara sudah dalam status alert. Butuh keterlibatan semua pihak untuk menyelesaikannya,” pungkasnya.

Iklan

Latest News

Brimob Polri dan TNI AL Bentrok di Pelabuhan Sorong, 5 Personil Terluka

Radar Berita Indonesia | Bentrokan terjadi antara Brimob Polri dengan prajurit TNI Angkatan Laut (AL) di Pelabuhan Sorong, Papua...

Artikel Lain Yang Anda Suka