BerandaRadar Berita IndonesiaPEMERINTAHPadang Punya Modal Wisata Kelas Dunia, Tantangan Pemko Benahi Pariwisata demi Gaet...

Padang Punya Modal Wisata Kelas Dunia, Tantangan Pemko Benahi Pariwisata demi Gaet Wisman

Radar Berita Indonesia – Kota Padang memiliki modal besar untuk berkembang menjadi salah satu destinasi wisata unggulan bertaraf internasional. Kekayaan kuliner, adat dan budaya, serta panorama alam menjadi keunggulan yang dapat menarik lebih banyak wisatawan mancanegara (Wisman).

Namun, potensi tersebut perlu diikuti dengan peningkatan kualitas tata kelola kota, kebersihan, keamanan, ketertiban, aksesibilitas, hingga kenyamanan wisatawan. Tanpa pembenahan menyeluruh, daya tarik alam dan budaya yang dimiliki Kota Padang berpotensi belum mampu memberikan pengalaman wisata sesuai standar yang diharapkan wisatawan global.

Pariwisata pada era globalisasi tidak lagi sekadar menawarkan objek untuk dikunjungi. Wisatawan semakin mempertimbangkan pengalaman secara utuh, mulai dari kemudahan akses, kebersihan lingkungan, keamanan, keramahan masyarakat, kualitas pelayanan, hingga kepastian biaya selama berada di suatu destinasi.

Karena itu, dibutuhkan ketegasan Pemerintah Kota (Pemko) Padang yang tetap persuasif dalam membangun ekosistem pariwisata yang nyaman, aman, bersih dan memiliki standar pelayanan yang mampu bersaing dengan destinasi lain.

Padang Memiliki Modal Pariwisata yang Kuat

Padang sebagai beranda depan Sumatera Barat memiliki keunggulan komparatif dan kompetitif yang cukup kuat.

Pertama, sektor kuliner. Masakan Minang telah dikenal luas, tidak hanya di Indonesia tetapi juga di berbagai negara. Kekayaan rempah, variasi menu, cita rasa yang kuat serta tradisi makan masyarakat Minangkabau merupakan potensi gastronomi yang dapat dikembangkan sebagai daya tarik wisata.

Kuliner Padang bukan sekadar produk makanan, tetapi bagian dari identitas budaya. Karena itu, pengembangan wisata kuliner perlu ditempatkan sebagai bagian dari strategi promosi destinasi.

Kedua, adat dan budaya. Padang memiliki kekayaan tradisi Minangkabau yang berpijak pada filosofi Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah (ABS-SBK).

Sistem kekerabatan matrilineal, Rumah Gadang, seni tradisi, bahasa, kesenian, tradisi lisan serta berbagai praktik sosial masyarakat merupakan kekayaan budaya yang memiliki nilai jual bagi wisatawan yang tertarik pada wisata budaya dan pengalaman autentik.

Keunikan tersebut dapat menjadi pembeda Kota Padang dengan destinasi wisata lainnya.

Ketiga, potensi alam. Kota Padang memiliki perpaduan kawasan pantai, perbukitan, sungai, pulau-pulau kecil dan kawasan pesisir.

Pantai Padang, Pantai Air Manis dengan legenda Malin Kundang, kawasan Bungus, Teluk Bayur hingga kawasan perbukitan merupakan aset wisata yang dapat terus dikembangkan.

Potensi wisata bahari juga terbuka lebar, terutama melalui pengembangan aktivitas wisata pulau, diving, surfing dan berbagai kegiatan wisata berbasis pesisir.

Tantangan Kenyamanan Wisatawan

Di balik potensi tersebut, masih terdapat sejumlah persoalan perkotaan yang perlu menjadi perhatian serius.

Salah satunya adalah persoalan kebersihan. Sampah yang ditemukan di sejumlah kawasan kota, objek wisata maupun aliran sungai dapat mengurangi kualitas lingkungan sekaligus merusak citra destinasi.

Kebersihan seharusnya menjadi bagian mendasar dalam membangun destinasi wisata internasional. Lingkungan yang bersih tidak hanya menyangkut estetika, tetapi juga kesehatan, kenyamanan dan citra kota.

Persoalan berikutnya adalah ketertiban dan infrastruktur perkotaan.

Drainase yang belum optimal di sejumlah kawasan dapat menyebabkan genangan ketika hujan dengan intensitas tinggi. Kondisi tersebut berpotensi mengganggu mobilitas masyarakat maupun wisatawan.

Ketertiban lalu lintas juga menjadi bagian penting dari pengalaman wisatawan. Kemacetan, pelanggaran rambu serta perilaku berkendara yang tidak tertib dapat menciptakan kesan negatif bagi pengunjung.

Selain itu, persoalan pungutan parkir di luar ketentuan resmi juga harus menjadi perhatian. Jika benar terjadi pemaksaan tarif atau pungutan tanpa dasar resmi terhadap wisatawan, tindakan tersebut tidak hanya merugikan konsumen, tetapi juga dapat mencoreng citra keramahan Kota Padang.

Karena itu, pengawasan dan penegakan aturan perlu dilakukan secara terukur, transparan dan sesuai ketentuan hukum.

Ketegasan Harus Berjalan Bersama Pendekatan Persuasif

Pemerintah Kota Padang perlu mengambil langkah yang tegas, tetapi tetap mengedepankan pendekatan persuasif dan pemberdayaan masyarakat.

Pada sektor parkir, misalnya, digitalisasi dapat menjadi salah satu solusi. Sistem pembayaran nontunai melalui QRIS atau sistem parkir elektronik dapat meningkatkan transparansi transaksi sekaligus mengurangi ruang terjadinya pungutan yang tidak sesuai ketentuan.

Di kawasan wisata yang memiliki potensi gangguan keamanan, koordinasi Pemko dengan aparat kepolisian dan unsur terkait juga perlu diperkuat.

Penertiban tidak cukup hanya dilakukan melalui operasi sesaat. Diperlukan pengawasan berkelanjutan, pendataan juru parkir resmi, penetapan tarif yang jelas serta informasi yang mudah dilihat wisatawan.

Dengan demikian, masyarakat yang bekerja secara resmi tetap mendapatkan ruang mencari nafkah, sementara praktik pungutan liar dapat ditekan.

Pembenahan Sampah dan Drainase

Persoalan kebersihan membutuhkan pendekatan yang lebih sistematis.

Pemko Padang dapat memperkuat pengelolaan sampah berbasis kawasan, meningkatkan fasilitas tempat sampah, memperluas bank sampah serta melibatkan masyarakat dan pelaku usaha di sekitar destinasi.

Program kebersihan juga dapat dikembangkan melalui kolaborasi pemerintah, masyarakat, pelaku usaha, komunitas, sekolah dan pengelola objek wisata.

Penegakan aturan terhadap pembuang sampah sembarangan juga penting. Namun, penegakan tersebut harus dibarengi edukasi dan penyediaan fasilitas yang memadai.

Pada sektor drainase, audit dan pemetaan titik rawan genangan perlu dilakukan secara berkala. Penanganannya dapat mencakup normalisasi saluran, peningkatan kapasitas drainase, pembangunan kolam retensi maupun infrastruktur pengendali air sesuai kebutuhan masing-masing kawasan.

Pembenahan tersebut penting karena banjir dan genangan bukan hanya persoalan lingkungan, tetapi juga berkaitan langsung dengan kenyamanan dan keselamatan wisatawan.

Transportasi dan Budaya Tertib

Pengembangan pariwisata juga membutuhkan sistem transportasi yang mudah digunakan.

Integrasi transportasi publik dengan kawasan destinasi utama dapat menjadi salah satu pilihan. Kehadiran bus wisata maupun optimalisasi layanan Trans Padang menuju titik-titik wisata dapat membantu wisatawan berpindah dari satu lokasi ke lokasi lainnya.

Selain infrastruktur, pembangunan budaya tertib berlalu lintas juga harus dilakukan secara konsisten.

Edukasi keselamatan lalu lintas dapat melibatkan sekolah, komunitas, pelaku usaha transportasi, organisasi masyarakat dan kelompok pemuda. Tujuannya bukan sekadar memberikan sanksi, tetapi membangun kesadaran bahwa ketertiban di jalan merupakan bagian dari wajah Kota Padang.

Hospitality Berbasis ABS-SBK

Kekuatan lain yang perlu dikembangkan adalah keramahan masyarakat. Wisatawan mancanegara membutuhkan pelayanan yang ramah, jujur, informatif dan profesional.

Karena itu, pelatihan sadar wisata dan hospitality bagi pelaku usaha kuliner, pengelola destinasi, juru parkir resmi, pemandu wisata dan pelaku ekonomi kreatif perlu diperluas.

Nilai-nilai ABS-SBK dapat menjadi landasan moral dalam membangun budaya pelayanan tersebut.

Menyambut tamu dengan baik, memberikan informasi yang benar, menetapkan harga secara transparan dan memberikan pelayanan secara adil merupakan bagian penting dalam membangun kepercayaan wisatawan.

Strategi 4A Harus Diperkuat

Pengembangan destinasi dapat mengacu pada konsep 4A pariwisata, yakni Attraction, Accessibility, Amenities dan Ancillary.

Attraction berkaitan dengan kekuatan daya tarik wisata. Padang sudah memiliki modal berupa alam, budaya dan kuliner.

Accessibility menyangkut kemudahan wisatawan mencapai dan bergerak di dalam destinasi.

Amenities berkaitan dengan fasilitas pendukung seperti hotel, restoran, toilet, pusat informasi, tempat parkir dan fasilitas publik lainnya.

Sementara Ancillary menyangkut kelembagaan, regulasi, pelayanan serta dukungan berbagai pihak terhadap pengembangan pariwisata.

Keempat aspek tersebut harus berjalan bersama. Destinasi yang memiliki pemandangan indah tetapi sulit diakses, tidak bersih atau tidak aman tetap akan menghadapi persoalan dalam mempertahankan wisatawan.

Membangun Citra Padang sebagai Destinasi Global

Padang tidak cukup hanya mempromosikan keindahan wisatanya. Pemerintah dan masyarakat harus memastikan apa yang dipromosikan sesuai dengan pengalaman yang diterima wisatawan ketika berada di lapangan.

Promosi digital, kalender event, penguatan branding, peningkatan kualitas destinasi dan pelayanan wisata harus berjalan beriringan.

Jika wisatawan mendapatkan pengalaman positif, promosi dari mulut ke mulut dan melalui media sosial akan berkembang secara alami.

Karena itu, pembangunan citra Kota Padang sebagai destinasi global harus dimulai dari persoalan mendasar: bersih, aman, tertib, nyaman dan ramah.

Rekomendasi

Untuk mempercepat transformasi pariwisata Kota Padang, sejumlah langkah strategis dapat menjadi perhatian Pemko.

Pertama, memperkuat penegakan aturan terhadap pungutan liar dan praktik premanisme di kawasan wisata dengan tetap mengedepankan prosedur hukum yang berlaku.

Kedua, melakukan audit dan pembenahan sistem drainase, terutama pada koridor dan kawasan yang menjadi tujuan wisata.

Ketiga, memperkuat gerakan kebersihan berbasis masyarakat dengan melibatkan kelurahan, komunitas, sekolah, masjid, pelaku usaha dan pengelola destinasi.

Keempat, memperluas digitalisasi sistem parkir dan transaksi wisata untuk meningkatkan transparansi serta kenyamanan pengunjung.

Kelima, meningkatkan pelatihan hospitality dan sadar wisata bagi pelaku usaha serta masyarakat yang bersentuhan langsung dengan wisatawan.

Keenam, memperkuat integrasi transportasi publik dengan kawasan wisata.

Ketujuh, meningkatkan standar kebersihan, kesehatan, keselamatan dan keberlanjutan lingkungan pada destinasi, hotel, restoran serta fasilitas pendukung pariwisata.

Padang Harus Berani Berbenah

Kota Padang memiliki seluruh modal dasar untuk menjadi destinasi wisata yang lebih kuat di tingkat nasional maupun internasional.

Kuliner, adat, budaya, sejarah, pantai, pulau dan panorama alam merupakan aset yang tidak dimiliki semua kota.

Namun, modal tersebut harus diikuti dengan keberanian melakukan pembenahan.

Keindahan destinasi tidak akan maksimal jika wisatawan masih berhadapan dengan sampah, genangan, lalu lintas yang tidak tertib atau pungutan yang tidak jelas.

Karena itu, ketegasan Pemko Padang perlu ditempatkan bukan semata-mata sebagai tindakan penertiban, melainkan sebagai bagian dari upaya membangun kota yang nyaman bagi seluruh masyarakat dan wisatawan.

Ketegasan yang disertai edukasi, pendekatan persuasif, teknologi dan pemberdayaan masyarakat akan menjadi fondasi penting untuk mewujudkan Padang sebagai destinasi global yang tidak hanya dikunjungi, tetapi juga digemari, dipercaya dan direkomendasikan oleh wisatawan mancanegara.

Sumber: Zaitul Ikhlas Saad Rajo Intan
Tenaga Ahli Pemko Padang.
Editor: Dedi Prima Maha Rajo Dirajo.

Google News

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Must Read