Beranda KRIMINAL Penanganan Terorisme Tegas dan Tidak Melihat Asal Pelaku

Penanganan Terorisme Tegas dan Tidak Melihat Asal Pelaku

Ilustrasi, Penangkapan terduga pelaku teroris di Bengkulu.
Radar BI | Penangkapan terduga pelaku terorisme di Bengkulu, beberapa hari lalu, menimbulkan polemik di kalangan masyarakat. Masalahnya, terduga pelaku yang ditangkap adalah pengurus Partai Ummat di sana.

Seperti yang kita ketahui, Partai Ummat adalah partai baru, yang dibentuk mantan Ketua MPR, Amien Rais, yang dianggap sebagai kelompok oposisi pada pemerintahan Jokowi.

Tetapi, soal kegiatan terorisme terbukti bisa menyelinap dan berkamuflase di mana saja. Jangankan partai politik yang sifatnya terbuka, bahkan diduga mereka sudah masuk ke perusahaan negara dan institusi pemerintah.

BACA JUGA  Raup Ratusan Juta Rupiah, Sindikat Penipuan dan Penggelapan Mobil Rental Diringkus Polres Pasuruan
BACA JUGA  Antisipasi Terorisme, Polda Metro Jaya Utamakan Preemtif Selama Bulan Ramadhan

Tentu saja Polri dengan tegas membantah dugaan sejumlah pihak yang mengkaitkan penangkapam fungsionaris Partai Ummat dengan kerapnya Amien Rais dan Partai Ummatnya mengkritik dan melayangkan stigma negatif pada masa pemerintahan Jokowi ini. Bagi Polri, semua tindakan yang dilakukan, termasuk panangkapan terhadap terduga teroris, adalah berdasarkan hukum.

Hukum hanya melihat, siapa berbuata apa. Penangkapan pasti dilakukan karena Polri sudah memiliki 2 bukti yang cukup untuk menahan para terduga teroris tersebut.

Bagi Polri, siapapun yang terkait dengan aktivitas dan jaringan terorisme pasti akan berhadapan dengan mereka. Tindakan tegas sesuai dengan koridor hukum, pasti akan dilakukan untuk siapapun yang menjalankan kegiatan terorisme.

BACA JUGA  Pemdes Lemahbang Dewo Gelar Penetapan Musdes SDGs
BACA JUGA  Mudik Lebaran Dilarang, Polda Metro Jaya Siapkan 31 Titik Pos Penjagaan Strategis

Siapapun mereka, darimanapun mereka, pasti akan ditindak. Namun sebaliknya, Polri juga tidak akan menjatuhkan stigma terhadap organisasi massa atau partai politik, jika ada anggotanya yang terlibat kegiatan teror.

Polri akan memisahkan mana yang dilakukan individu sebagai tersangka teroris dengan asal organisasinya. Artinya, bukan berarti bahwa partai politik yang ada anggotanya terkait kasus terorisme, maka parpol tersebut juga adalah sarang teroris.

Jadi, masyarakat tidak perlu menaruh curiga pada Polri, jika ada penangkapan terorisme yang kebetulan merupakan anggota parpol atau ormas yang ada.

BACA JUGA  Terlindas Truk Kontainer, Penumpang Motor Mio Meninggal Dunia Dilokasi Kejadian
BACA JUGA  Larangan Mudik 6-17 Mei 2021, Polda Sumut: Kita Lakukan Penyekatan dan Paksa Putar Balik

Jadi, jika Anda bersih dari kegiatan terorisme, untuk apa Anda takut atau menghadang adanya razia atau penangkapan para terduga terorisme?

Sumber Divisi Humas Polri.

Facebook Comments

Artikel sebelumyaPolri Ungkap Peran Empat Terduga Teroris Jaringan Jamaah Islamiyah Jateng
Artikel berikutnyaKapolda Metro Jaya Soroti Peningkatan Kasus Kekerasan Perempuan dan Anak