Selasa, Juli 16, 2024
No menu items!

Polri Bongkar TPPO Jaringan Arab Saudi

Must Read
Jakarta, Radar BI | Satgas TPPO Polri kembali membongkar kasus Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) jaringan Arab Saudi.

Dirtipidum Bareskrim Polri Brigjen Pol. Djuhandani Rahardjo Puro mengungkapkan, kasus TPPO jaringan Arab Saudi bermodus mengirimkan pekerja migran Indonesia (PMI) secara ilegal.

“Pengungkapan berawal dengan adanya informasi dari Kedutaan Besar RI di Riyadh, Arab Saudi, tentang penanganan kasus WNI yang terindikasi TPPO untuk diperkerjakan sebagai pembantu rumah tangga,” ujar Djuhandani saat konpers di Jakarta, Selasa (27/6/2023).

BACA JUGA  Polri Ungkap 2 Kasus Penghimpunan Dana Ilegal yang Merugikan Masyarakat Rp 6,2 Triliun

Menurut Djuhandani, Polri telah menetapkan sejumlah orang tersangka di kasus ini, yaitu NW di Purwodadi, RNH di Pati, dan K di Kudus.

Djuhandani menyatakan, tersangka NW berperan sebagai perekrut korban, RNH selaku penampung korban, dan K selaku yang memproses dan membiayai keberangkatan korban ke Arab Saudi.

Selain itu, Djuhandani mengungkapkan kasus TPPO yang terbongkar setelah video korban yang dieksploitasi oleh majikannya tersebar di media sosial. Oleh polisi, korban kemudian diselamatkan dan telah kembali ke Indonesia.

BACA JUGA  Korlantas Polri Bangun 152 Pos Cek Poin di Zona-Zona Merah

Dari temuan itu, polisi kemudian bergerak menyelidiki. Sebanyak tiga orang ditangkap. Mereka adalah RI selaku perekrut korban, YN dan MI sebagai penampung korban, dan F yang berkoordinasi dengan agen di Arab Saudi.

“Untuk tersangka YN ini buron dan sudah kami masukkan ke dalam daftar pencarian orang,” ujarnya.

Selanjutnya, untuk kasus TPPO berkedok program magang ke luar negeri, diungkap setelah ada laporan dari korban ZA dan FY ke pihak KBRI Tokyo, Jepang.

BACA JUGA  Penangkapan Terduga Teroris, Kapolda Kaltim: Bukti Pengawasan Polri Semakin Kuat

Korban yang berkuliah di salah satu kampus politeknik itu, ditawari oleh direktur G untuk mengikuti program magang di Jepang selama satu tahun.

Satgas TPPO Polri juga mengungkap kasus TPPO dari laporan di Polda Sulawesi Tengah adanya dugaan penculikan anak atas inisial A. Namun, di tengah penyelidikan, A rupanya diserahkan oleh sang ibu, SS, ke perempuan berinisial F, dan dibawa ke Jakarta.

Polda Sulteng lantas berkoordinasi dengan Polres Metro Kota Bekasi, dan menggeledah tempat yang diduga jadi penampungan A. Di sana, penyidik menemukan ada dua bayi yang diduga akan dijual.

BACA JUGA  Kapolda Metro Jaya: Khilafatul Muslimin Gunakan Praktik Hidden Crimes dan Invisible Crimes Lawan Ideologi Negara

Sumber: Divisi Humas Polri.

Iklan

Latest News

Bikin Kejutan PSU Pemilu di Sumbar, Irman Gusman Menjadi Anggota DPD RI Termahal di Indonesia

Radar Berita Indonesia | Irman Gusman adalah tokoh yang cukup berpengaruh di Sumatera Barat dan memiliki rekam jejak panjang dalam...

Artikel Lain Yang Anda Suka