Proses Masih Berjalan, Tower Sudah Berdiri di Pebayuran

107

Radar BI, Bekasi | Pembangunan menara tower Bts milik PT. Protelindo diduga tanpa mengantongi Izin Mendirikan Bangunan (IMB) di wilayah Desa KertaJaya, Kecamatan Pebayuran, Kabupaten Bekasi yang menjadi sorotan publik.

Salah satu pekerja proyek tower menuturkan dirinya hanya bekerja untuk lebih jelas langsung ke penanggung jawab saja.

“Saya cuma berkerja lebih jelasnya tanya penanggung jawab aja pak. Pekerjaan tower  terang pekerja, saat ditanya soal izin pembangunan tower kepada awak media.

Menurut Acep Saepudin. Kepala Desa. KertaJaya,  bahwa benar mereka akan mengurus izin pembangunan tower tersebut pada prinsipnya pihak desa hanya memberikan rekomendasi dengan dasar izin lingkungan dari RT maupun RW setempat.

BACA JUGA  Bripka Dirgantara Korban Ledakan Sukoharjo Alami Kondisi Luka Bakar 70 Persen
BACA JUGA  Kapolri Tunjuk Irjen Toni Harmanto Jadi Kapolda Jatim

“Mereka datang membawa berkas dari perusahaannya untuk meminta rekomendasi dari desa, tapi saya setuju dengan abang, harusnya sebelum ada izin mendirikan bangunan jangan mendirikan tower itu,” ungkap Acep Saepudin saat dikonfirmasi terkait bangun tower tanpa surat IMB dari Dinas terkait. (22/12/2021).

Selanjutnya, Acep Saepudin berdalih kalau pihak desa hanya sebatas memberikan rekomendasi saja selebihnya ada di Dinas Perizinan, imbuhnya.

Hal yang sama dikatakan (Toha) selaku Anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP) Kabupaten Bekasi yang mengetahui bangunan tower tersebut dan mengatakan kalau mengikuti aturan sebenarnya sebelum izin terbit harusnya tidak diperbolehkan membangun.

BACA JUGA  Polisi Tangkap AM Saat Produksi 720 Miras Oplosan
BACA JUGA  Kebakaran Tiga Unit Rumah di Sleman, 3 Orang Meninggal Dunia

“Kalau menurut aturan, sebelum izin ada jadi tidak diperbolehkan untuk membangun, tapi untuk menindaklanjuti hingga kini belum dapat memutuskan. Saya akan koordinasi ke pimpinan karena saya hanya pelaksana dilapangan,” ucap (Toha) selaku Anggota Satpol PP Kabupaten Bekasi saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon.

“Sambung (Kasat Pol PP Dodo), coba abang hubungi saja Pak Kadarudin, selalu penyidik di Sat Pol PP.”

Sampai saat ini belum ada ketegasan dan kejelasan dari pihak Sat Pol PP Kabupaten Bekasi terkait pelanggaran yang dilakukan oleh pihak Protelindo” (Mulis)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini