Rekam Jejak KKB Nduga Berulang Kali Bantai Warga Sipil

167
Proses evakuasi jenazah Gabriella Maelani (berusia 22 tahun), salah satu nakes korban kekejaman KKB berlangsung dramatis. Aparat ditembaki KKB. Selasa 6 Desember 2022. (dok TNI AD)
Proses evakuasi jenazah Gabriella Maelani (berusia 22 tahun), salah satu nakes korban kekejaman KKB berlangsung dramatis. Aparat ditembaki KKB. Selasa 6 Desember 2022. (dok TNI AD)
Mimika, Radar BI | Pasca Teror yang dilakukan KKB, Warga di Distrik Paro Kabupaten Nduga berbondong-bondong exodus atau keluar dari kampung halamannya.

Warga merasa ketakutan dan mengamankan diri setelah aksi teror KKB membakar pesawat Susi Air dan pengancaman 15 Pekerja Bangunan di Distrik Paro. Puluhan Warga termasuk anak-anak dan warga yang sakit dievakuasi ke distrik Kenyam Ibukota Kabupaten Nduga.

Kasatgas Humas Ops Damai Cartenz 2023 Kombes Pol Donny Charles Go,S.I.K mengatakan, banyak masyarakat yang melarikan diri meninggalkan Distrik Paro. Kemudian dari melarikan diri itu masyarakat kelelahan serta kelaparan dalam perjalanan.

BACA JUGA  Polda Metro Jaya Tindak Pelanggar Secara Manual di 14 Titik Lokasi Ganjil Genap yang Belum Ada E-TLE
BACA JUGA  Geledah Narkoba, Polres Ogan Ilir Malah Temukan Senpi Ilegal Dirumahnya Mikhail Marten

Kami Tim Gabungan (TNI-POLRI) Satgas Damai Cartenz harus memberikan bantuan bahan makanan disamping mengevakuasi masyarakat kita yang sudah tua, perempuan dan anak-anak menuju Distrik Kenyam,” ujar Kombes Pol Donny saat diwawancari awak media membenarkan hal tersebut.

Tim Gabungan (TNI-POLRI) Satgas Damai Cartenz harus memberikan bantuan bahan makanan disamping mengevakuasi masyarakat kita yang sudah tua, perempuan dan anak-anak menuju Distrik Kenyam.
Tim Gabungan (TNI-POLRI) Satgas Damai Cartenz harus memberikan bantuan bahan makanan disamping mengevakuasi masyarakat kita yang sudah tua, perempuan dan anak-anak menuju Distrik Kenyam.

Lanjut, “Untuk diketahui bahwa Distrik Paro menuju Distrik yang terdekat membutuhkan waktu 4 sampai 5 hari dengan berjalan kaki. Distrik Paro Selama ini hanya bisa diakses menggunakan transportasi udara, dengan terjadinya aksi pembakaran pesawat maka akses satu-satunya adalah dengan berjalan kaki,” jelas Kasatgas Humas.

BACA JUGA  Penanganan Terorisme Tegas dan Tidak Melihat Asal Pelaku
BACA JUGA  Mabes Polri: Belum Ada Laporan Teroris Ali Kalora Tertembak di Poso

Selain itu, ia juga menjelaskan bahwa KKB pimpinan Egianus Kogoya ini memiliki rekam jejak yang panjang sejak tahun 2017, sehingga tidak heran masyarakat memilih untuk mengamankan diri.

“Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) ini sudah banyak sekali melakukan tindak kriminal dan aksi teror terhadap masyarakat.

Singkatnya ada 65 aksi yang telah dilakukan dalam periode tahun 2017 hingga sekarang diantaranya ada pembunuhan, pemerkosaan, penembakan.

Selain itu, juga pengrusakan bangunan, pembantaian dan masih banyak lagi tindakan kriminal yang dilakukan KKB pimpinan Egianus Kogoya ini di wilayah kabupaten Nduga, ungkap Kombes Pol Donny.

BACA JUGA  Menlu Retno Marsudi: 55 WNI Disekap di Kamboja Berhasil Diselamatkan
BACA JUGA  Tersangka Peracik Petasan di Grobogan, Terancam Hukuman Mati

Kelompok ini sudah tiga kali melakukan pembantai terhadap warga sipil, diantaranya pada tahun 2018 pembantaian terhadap Warga sipil 25 Juni 2018, di Kompleks Bandara Kenyam. Dalam insiden tersebut 3 warga sipil meninggal dunia dan 3 orang luka-luka ,satu diantaranya adalah Pilot.

Kedua, Pada tanggal 2 Desember 2018 kelompok ini melakukan pembantaian terhadap Karyawan PT. Istaka Karya, dalam insiden nahas tersebut 17 karyawan meninggal dunia dan 4 orang belum ditemukan hingga saat ini.

Yang terakhir, KKB secara membabi buta menyerang Warga Sipil di kampung Nogolait, Distrik Kenyam pada pertengahan tahun 2022 dalam insiden itu 11 orang warga sipil meninggal dunia dan 2 orang luka-luka. (al/af/hn/um)

BACA JUGA  Polda NTB Pecahkan Rekor Vaksinasi Massal Nasional dengan 33.522 Orang Sehari
BACA JUGA  Polda Metro Jaya Tindak Pelanggar Secara Manual di 14 Titik Lokasi Ganjil Genap yang Belum Ada E-TLE

Sumber: Divisi Humas Polri.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini