Beranda DAERAH Langgar Kesepakatan, Warga Kuranji Hadang Truk Bermuatan Tanah Clay 20 Ton

Langgar Kesepakatan, Warga Kuranji Hadang Truk Bermuatan Tanah Clay 20 Ton

Truk
Sopir truk pengangkut tanah clay tersebut telah melanggar hasil kesepakatan dengan pihak terkait, pada pukul 19.30 Wib puluhan warga kuranji memblokir jalan melewati truk yang bermuatan kurang lebih 20 ton tanah clay tepatnya simpang akhirat, Kecamatan Kuranji, Kota Padang, Kamis (15/07/2021).

Setelah diadakan pertemuan di Kantor Camat Kuranji dihadiri pihak terkait: Kadis Dishub Kota Padang, Kadis PUPR Kota Padang, Kapolsek Kuranji, Koramil, BAPP, BPBJ, DLH, Camat Kuranji, Lurah Kuranji, Lurah Gunung Sarik, Ketua LPM Kecamatan Kuranji, Ketua RT/RW, Tokoh Masyarakat dan Pemuda serta pengusaha tambang Tanah Clay PT Talawi di Aula Kantor Camat Kuranji, Jum’at (21/05/2021) Siang.

Ketua Pemuda Dori mengatakan, pihak terkait sudah menyepakati beberapa hasil rapat. Salah satunya adalah melarang bermuatan tanah clay lebih dari 8 ton yang dilewati jembatan kuranji. Kebijakan ini diambil berdasarkan jembatan yang dilalui adalah kelas III.

BACA JUGA  Tambah 2, Tersangka Pembakaran Polsek Candipuro Jadi 12 Orang

“Jembatan Kuranji – Pauh yang baru dibangun merupakan jalan kelas III, maksimal beban muatan 8 ton. Kalau melebihi muatan akan mengakibatkan jembatan hambruk”, ujarnya.

Ia menyampaikan, bahwasanya tindakan yang dilakukan ini adalah salah satu bentuk protes kepada sopir truk yang masih nekat membawa tanah yang bermuatan lebih dari 8 ton.

Langkah ini sengaja kami lakukan untuk mencegah agar tidak terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan seperti, ambruknya jembatan kuranji yang baru selesai dibangun.

BACA JUGA  FBI Apresiasi Dapatkan Polda Jatim Berhasil Menangkap Pelaku Website Palsu

Ketiga agar tidak terjadinya pencemaran udara seperti, debu berterbangan dijalan yang nantinya bisa memberikan dampak negatif bagi masyarakat berjualan di sepanjang jalan raya kuranji, ungkapnya.

“Kami tidak pernah melarang mereka untuk usaha dan beroperasi, tapi tentu harus sesuai dengan kesepakatan yang telah di sepakati, supaya tidak ada pihak yang dirugikan”.

Selanjutnya, tindakan ini dilakukan setelah kami berkoordinasi dengan pengusaha tambang tanah clay. Pihak terkait sudah memberikan uang lebih untuk sopir truk agar lewat ke jalan Lubuk Minturun dan tidak melewati jalan di Kelurahan Kuranji, ujarnya.

BACA JUGA  Wagub Musa Rajekshah dan Dubes India Sepakat Sumut Masuk Bollywood

Sementara itu, Ketua Persatuan RT/RW Kelurahan Kuranji Zulkifli berharap kepada pihak kepolisian untuk menindak tegas sopir truk yang masih nakal ini, karena di simpang Kuranji dan Kampung Tangah sudah terpasang rambu-rambu larangan bagi truk untuk melewati jalur tersebut.

Secara aturan sangat jelas sekali, bahwasanya sopir truk ini sudah melangar aturan. Dimana Dishub Kota Padang sudah memasang rambu-rambu lalu lintas dan ini tentunya sudah sesuai dengan SOP.

Kami berharap pihak kepolisian untuk melakukan tindakan atau memberikan efek jera kepada sopir truk yang masih nekat membawa mobil bermuatan lebih dari 8 Ton, pungkasnya.

Facebook Comments