Radar Berita Indonesia – Rektor Universitas Andalas (Unand), Dr. Efa Yonnedi, SE, MPPM, Akt, CA, CRGP, menunjukkan komitmen nyata dunia pendidikan tinggi dalam merespons bencana banjir bandang yang melanda Kelurahan Lambung Bukit, Kecamatan Pauh, Kota Padang.
Melalui Program Peduli Bencana, konsorsium perguruan tinggi hadir langsung di tengah masyarakat untuk meringankan beban warga terdampak.
Dalam kegiatan penyaluran bantuan yang dilaksanakan pada masa pasca tanggap darurat, Rektor Unand Efa Yonnedi menyampaikan bahwa kehadiran perguruan tinggi merupakan wujud empati, solidaritas, dan kepedulian terhadap masyarakat yang tengah diuji oleh musibah.
“Program peduli bencana ini menunjukkan bahwa konsorsium perguruan tinggi prihatin dan turut berduka atas bencana banjir bandang yang menimpa warga Kelurahan Lambung Bukit. Hari ini kami hadir untuk menyalurkan bantuan sekaligus menegaskan bahwa bapak dan ibu di Lambung Bukit tidak sendiri menghadapi ujian berat ini,” ujar Efa Yonnedi, pada Kamis (8/1/2025).

Ia menjelaskan, bantuan yang disalurkan berupa sembako untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar warga pada masa pasca bencana. Selain itu, Universitas Andalas bersama perguruan tinggi lainnya juga berkomitmen membantu penyediaan sanitasi dan akses air bersih, yang menjadi kebutuhan mendesak masyarakat pasca banjir.
Lebih jauh, Efa Yonnedi menegaskan bahwa kontribusi perguruan tinggi tidak berhenti pada bantuan kemanusiaan jangka pendek. Universitas Andalas akan menurunkan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) untuk membantu pemerintah dan masyarakat dalam menyusun dokumen perencanaan rekonstruksi dan rehabilitasi pasca bencana.
“Berdasarkan hasil kajian dan studi yang dilakukan rekan-rekan akademisi, proses rekonstruksi dan rehabilitasi harus dituntaskan secepat mungkin, dengan target maksimal tiga tahun. Fokusnya mencakup pembangunan kembali infrastruktur vital seperti jembatan dan jalan yang rusak, serta penyediaan hunian tetap bagi warga yang tidak dapat kembali ke lokasi lama karena berada di zona merah,” jelasnya.

Selain pemulihan infrastruktur dan permukiman, perguruan tinggi juga mendorong pemulihan ekonomi masyarakat agar kehidupan warga dapat kembali berjalan dengan lebih baik. Melalui pendampingan berkelanjutan, Universitas Andalas akan terus hadir bersama warga, termasuk melalui berbagai kegiatan sosial dan pemberdayaan masyarakat.
Dalam kesempatan tersebut, Efa Yonnedi menyampaikan bahwa bantuan ini merupakan hasil kolaborasi sejumlah perguruan tinggi di Indonesia, yakni Universitas Andalas (Unand), Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung, Universitas Tadulako (Untad) Sulawesi Tengah, serta Universitas Pattimura (Unpatti) Maluku.
“Ini adalah bentuk nyata kepedulian perguruan tinggi di Indonesia. Kami bergerak bersama, saling menguatkan, dan hadir untuk masyarakat yang terdampak bencana,” tegasnya.

Kunjungan Rektor Universitas Andalas tersebut didampingi jajaran pimpinan dan sivitas akademika Unand. Turut hadir dan menyaksikan kegiatan ini perwakilan BPBD, Tagana Sumatera Barat, Ketua RW Dedi Azhari, serta para Ketua RT di Kelurahan Lambung Bukit.
Pantauan awak media Radar Berita Indonesia di lokasi menunjukkan antusiasme dan harapan warga atas kehadiran perguruan tinggi yang tidak hanya membawa bantuan, tetapi juga menawarkan solusi jangka panjang untuk bangkit dari bencana.
Ketua RW 01 Kelurahan Lambung Bukit, Dedi Azhari, menyampaikan apresiasi atas perhatian dan kepedulian yang ditunjukkan oleh Universitas Andalas bersama konsorsium perguruan tinggi.
Ia menilai kehadiran langsung pimpinan kampus dan sivitas akademika memberikan semangat baru bagi warga yang masih berjuang memulihkan kehidupan pascabencana.
“Bantuan ini sangat berarti bagi kami. Bukan hanya soal sembako, tetapi juga kepedulian dan komitmen untuk mendampingi warga dalam jangka panjang. Ini memberi harapan bahwa kami tidak dilupakan,” ujar Dedi Azhari sekaligus Ketua Forum Nagari Kelurahan Lambuang Bukit.

Hal senada juga disampaikan perwakilan warga yang berharap pendampingan dari perguruan tinggi dapat mempercepat pemulihan sosial dan ekonomi masyarakat, terutama bagi keluarga yang kehilangan tempat tinggal dan mata pencaharian akibat banjir bandang.
Sementara itu, perwakilan BPBD dan Tagana Sumatera Barat menyambut baik sinergi antara pemerintah dan perguruan tinggi. Menurut mereka, keterlibatan akademisi sangat penting dalam proses perencanaan rehabilitasi dan rekonstruksi agar penanganan pascabencana berjalan terukur, berbasis data, dan berkelanjutan.
Dengan kolaborasi lintas sektor ini, diharapkan upaya pemulihan pascabencana di Kelurahan Lambung Bukit tidak hanya berfokus pada bantuan darurat, tetapi juga mampu membangun ketahanan masyarakat terhadap bencana di masa mendatang.
Universitas Andalas (Unand) bersama konsorsium perguruan tinggi menegaskan komitmennya untuk terus mendampingi warga, mulai dari pemenuhan kebutuhan dasar, penyusunan rencana pembangunan kembali, hingga pemulihan ekonomi dan sosial masyarakat.

Langkah ini menjadi bukti bahwa perguruan tinggi tidak hanya berperan sebagai pusat pendidikan dan riset, tetapi juga hadir sebagai agen perubahan dan solusi nyata bagi masyarakat.
Penulis: Dedi Prima Maha Rajo Dirajo.


