Beranda INFO POLRI Remaja Tewas Ditusuk di Kalideres Kalah Taruhan Futsal Terancam 7 Tahun Penjara

Remaja Tewas Ditusuk di Kalideres Kalah Taruhan Futsal Terancam 7 Tahun Penjara

Kalideres
Anggota Polres Jakarta Barat berhasil meringkus IA alias A yang merupakan pelaku penganiayaan dan pembacokan terhadap 2 remaja di Bulok Teko Kalideres Jakarta Barat, hingga salah satu korban MRR (berusia 18 tahun) menghembuskan nafas terakhir.

Kapolres Jakarta Barat Kombes. Pol. Ady Wibowo menjelaskan. korban tewas akibat luka bacokan pada bagian punggung korban beberapa waktu lalu pada hari, Senin (19/04/2021).

Adapun pelaku IA alias A (berusia 23 tahun) membacok kedua korbannya dalam kondisi terpengaruh minuman keras (miras).

BACA JUGA  Kasus Paspor Palsu Adelin Lis, Bareskrim Polri Kumpulkan Bukti - Bukti

Akibat luka bacokan tersebut korban MRR (berusia 18 tahun) meninggal dunia dan temannya P mengalami luka berat akibat sabetan senjata tajam jenis celurit.

Pelaku membacok korban dalam pengaruh minuman alkohol, Sebelumnya pelaku telah mengkonsumsi minuman alkohol jenis anggur, terang Kombes. Pol. Ady Wibowo didampingi Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Barat AKBP. Teuku Arsya Khadafi dan Kapolsek Kalideres Kompol. Slamet saat live streaming melalui akun Instagram @polres_jakbar, Kamis (22/04/2021).

Kapolres Jakarta Barat melanjutkan, insiden berdarah tersebut terjadi berawal dari adanya pertandingan futsal antara kelompok korban (Kampung Kojan Kalideres) dengan kelompok pelaku (Kampung Bulak Teko Kalideres).

BACA JUGA  Penertiban Balap Liar, Polisi Amankan Puluhan Sepeda Motor

Dengan perjanjian tim yang kalah harus membayar uang sewa lapangan sebesar Rp.365.000 (tiga ratus enam puluh lima ribu rupiah).

Masing-masing tim telah melakukan perjanjian. Di antaranya tim futsal tidak boleh membawa orang dari luar kampung masing-masing.

Pertandingan berlanjut dan tim futsal korban Kampung Kojan Kalideres kalah dari tim futsal pelaku yaitu Kampung Bulak Teko, ujarnya Kombes. Pol. Ady Wibowo.

BACA JUGA  Irwan Basir: Bantulah Kesulitan Orang Lain, Allah Akan Mudahkan Urusan Kita

“Di mana tim futsal Kampung Kojan mempermasalahkan pemain tim futsal Kampung Bulak teko yang bukan pemain asli Kampung Bulak Teko sehingga tim futsal korban (Kampung Kojan) tidak mau membayar uang sewa lapangan yang sudah disepakati,” jelasnya.

Kombes. Pol. Ady Wibowo mengungkapkan, tim futsal Kampung Kojan yang tidak terima akan kekalahanya, kemudian menyerang Kampung Bulak Teko Kalideres Jakarta Barat.

BACA JUGA  Korlantas Polri Sosialisasikan Peniadaan Mudik Lewat Ops Keselamatan

“Karena kalah jumlah tim futsal Kampung Bulak Teko memanggil abang-abangan atau preman Kampung Bulak Teko yang berada di sekitar lokasi,” beber Kapolres Jakarta Barat.

Selanjutnya, Kombes. Pol. Ady Wibowo mengatakan tersangka IA yang pada saat itu sedang mabuk di sekitar kejadian (TKP) mengambil celurit miliknya kemudian membantu kelompok pelaku Kampung Bulak Teko.

“Di saat korban saudara MRR dan korban P sedang menengahi kedua kolompok agar tidak ribut dan bertengkar. Melihat kedua  korban banyak bicara tersangka I A als A langsung membacok korban  MRR di bagian punggung belakang,” sambungnya.

BACA JUGA  Densus 88 Tangkap 3 Terduga Teroris Perempuan di Makassar

“Dan, mengakibatkan korban meninggal dunia. Pelaku juga membacok korban saudara P ke arah wajah tetapi dapat ditangkis menggunakan tangan kiri mengakibatkan luka sobek di bagian tangan kiri korban,” pungkas Kombes. Pol. Ady Wibowo.

Atas perbuatannya pelaku dikenakan Pasal 338 KUHPidana dengan ancaman 15 tahun penjara dan atau Pasal 351 ayat 3 dengan ancaman 7 tahun penjara.

Facebook Comments