Beranda INFO POLRI Siap Panas Dingin, AKBP Dalizon Akan Buka Siapa Saja Yang Terlibat Terima...

Siap Panas Dingin, AKBP Dalizon Akan Buka Siapa Saja Yang Terlibat Terima Fee Proyek di Dinas PUPR Muba

Sidang lanjutan perkara dugaan suap dan gratifikasi di dinas PUPR Musi Banyuasin (Muba) tahun anggaran 2019
Palembang, Radar BI | Sidang lanjutan perkara dugaan suap dan gratifikasi di dinas PUPR Musi Banyuasin (Muba) tahun anggaran 2019, yang menyeret Terdakwa oknum Perwira Menengah (Pamen) polisi yaitu AKBP Dalizon melalui tim kuasa hukumnya mengajukan nota keberatan (Eksepsi) terkait dakwaan Jaksa Penuntut Umum Kejaksaan Agung (Kejagung) RI, sidang digelar di Pengadilan Negeri (PN) Tipikor Palembang, Jum’at (17/6/2022).

Sidang diketuai oleh Majelis Hakim Mangapul Manalu SH MH, dihadiri oleh Penasehat Hukum terdakwa, sidang yang beragendakan eksepsi langsung disampaikan oleh Penasehat Hukum Terdakwa dan langsung disampaikan dihadapan Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Tipikor Palembang.

BACA JUGA  Polisi Gagalkan Pengiriman Setengah Ton Ganja untuk Libur Natal dan Tahun Baru
BACA JUGA  Operasi Pekat Kieraha 2021, Polda Maluku Utara Ringkus 276 Orang

Saat menyampaikan eksepsinya Penasehat Hukum Terdakwa Dalizon yang merupakan mantan Kapolres OKU Timur, yaitu Anwar Tarigan mengatakan, kami menganggap dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) tidak jelas, tidak lengkap dan tidak cermat sehingga harus dibatalkan.

“Meminta dan memohon agar Majelis Hakim Pengadilan Negeri menerima eksepsi terdakwa Dalizon sescara keseluruhan, menyatakan dakwaan dibatalkan demi hukum dan memulihkan nama baik dan martabat terdakwa sebagai mana awalnya,” ucap Penasehat Hukum terdakwa saat sampaikan eksepsi dihadapan Majelis Hakim.

BACA JUGA  Mengaku Keponakan Wakil Bupati Banyuasin, Pria di Sumsel Larikan Uang Rp 605 Juta Milik Pemborong
BACA JUGA  Polda Aceh Usut Proyek Jalan Segmen 2 Blangkejeren - Tongra Rp 20 Miliar di PUPR Aceh

Anwar Tarigan, SH, MH kuasa hukum terdakwa juga menyampaikan dan menjelaskan eksepsi yang dibacakan tersebut merupakan bentuk keberatan atas dakwaan penuntut umum yang menyebut kliennya memaksa dan memeras Kepala Dinas PUPR Muba Herman Mayori.

“Kami merasa keberatan terkait dakwaan JPU terhadap klien kami, karena dalam dakwaannya memaksa dan memeras dan meminta uang kepada Kadis PUPR Muba, Herman Mayori. Menurut keterangan klien kami justru pihak Dinas PUPR Muba yang mendekati dan meminta bantuan kepada Dalizon,” ujar Anwar.

BACA JUGA  Ilegal Driling di Muba, 1000 Lebih Sumur Minyak Ilegal Ditemukan
BACA JUGA  Prihatin Pengguna Narkoba Terus Bertambah, Sumartono Bakal Dibangun Panti Rehabilitasi Penyalahguna Narkotika di Ciamis

Anwar juga mengatakan, dalam perkara ini bukan hanya kliennya saja terlibat akan tetapi ada keterlibatan pihak lain yang ikut menikmati aliran dana tersebut.

“Dari itu la, kami juga mengajukan Justice Collaborator (JC) dan berharap dapat dikabulkan Majelis Hakim agar bisa menyeret pihak lainnya,” ungkapnya.

Dalam dakwaan JPU sebelumnya, terdakwa Dalizon meminta uang sebesar Rp 10 Milyar kepada Herman Mayori, berkedok jasa pengamanan agar kasus indikasi dugaan korupsi proyek di Dinas PUPR Muba tidak dilanjutkan. Dengan rincian Rp 5 milyar 250 juta diambil Terdakwa Dalizon dan sisanya sebesar Rp 4 milyar 750 juta diserahkan ke Dir Reskrimum Polda Sumsel yaitu Anton Setiawan.

BACA JUGA  Tabrak Tumpukan Pasir Proyek, Pengendara Sepeda Motor Kritis
BACA JUGA  Polda Sumut Dirikan 41 Gerai Vaksin Presisi Gratis Untuk Masyarakat

JPU Kejagung RI menjerat Terdakwa Dalizon yang diancam dengan Pasal alternatif kumulatif yakni sebagai aparat penegak hukum diduga telah melakukan tindak pidana gratifikasi dan pemerasan, dan telah melanggar Pasal 12e atau 12B UU RI nomor 31 tahun 2001 tentang korupsi, atau Pasal 5 ayat (2) Jo Pasal 5 ayat (1) huruf a UU RI nomor 31 tahun 2001 tentang korupsi.

Facebook Comments

Artikel sebelumyaTingginya Permintaan Exspor, Boni Martua Sitorus: Produksi Tepung Umbi dan Talas Beneng Ditingkatkan
Artikel berikutnyaLepas Angkatan 90 SMAN 5 Padang Tour Wisata, Irwan Basir; Jadikan Momen Penguatan Ajang Silaturahmi