Sumbar, Radar BI | Kesenian tradisional talempong kayu mempergunakan peralatan music tradisional yang terbuat dari kayu manis dan berasal dari tigo lurah batu bajanjang Kabupaten Solok.

Kesenian talempong kayu memiliki ciri khas sekaligus cara yang unik dalam memainkannya.

Penampil kesenian talempong kayu adalah ibu – ibu. Mereka merupakan bundo kanduang kecamatan tigo lurah.

BACA JUGA  Resmikan Rumah Tahfidz Ar Ridho, Eka Putra Apresiasi Miliki Program Hafizh Lintas Generasi

Penampilan kesenian ini, talempong kayu di letakkan di atas kaki para penampil nya dengan posisi duduk berjajar.

Kelengkapan lainnya adalah dua bua kayu sebagai pengetok talempong, menghasilkan bunyi berirama yang saling bersahutan satu sama lainnya.

Berdasarkan keterangan Bapak Nawirman (Ketua KAN Lurah Nan Tigo Garabak Data), talempong kayu juga bisa di buat dari kayu manirwan dan kayu banio.

BACA JUGA  Hasil Survei LSI Sebut Elektabilitas Anies dan Muhaimin Iskandar Meningkat Sejak September-November 2023

Talempong kayu memiliki panjang kira – kira 40 Cm, lebar 6 Cm, dan tebal lebih kurang 3 Cm.

Cara membuat talempong kayu sebagai berikut:

1. Mengunakan kayu yang sudah kering, kayu manis, kayu manirwan dan kayu banio.

2. Kayu di potong dan diambil 40 Cm.

3. Kayu di bentuk sedemikian rupa menjadi talempong.

BACA JUGA  Selama 2 Bulan, Polda Sumut Berhasil Ungkap 412 Kg Sabu, Pil Ekstasi 54,614 dan Ganja 674 Kg

Talempong, alat musik tradisional ini merupakan ciri khas dari tanah Minangkabau, Sumatera Barat. Talempong dimainkan oleh satu hingga beberapa orang, dengan mengeluarkan suara dengungan yang berbeda-beda terhadap setiap pukulan menggunakan dua buah kayu oleh para pemainnya.

Selama ini, Talempong digunakan untuk berbagai acara adat, budaya seperti tarian, hingga pernikahan untuk menyambut kedua mempelai masuk saat akan ‘Baralek’ (resepsi).

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini