Beranda INFO POLRI Terungkap, Polda Jabar Segel Gudang Penjual Makanan Bekas Terendam Banjir

Terungkap, Polda Jabar Segel Gudang Penjual Makanan Bekas Terendam Banjir

Polda
Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Jawa Barat mengungkap peredaran produk makanan atau pangan olahan yang tidak layak konsumsi karena telah terendam banjir.

Kabidhumas Polda Jawa Barat, Kombes. Pol. Erdi A Chaniago mengatakan, dari kasus tersebut ditetapkan tersangka berinisial DH yang mendapat produk makanan itu dari 41 mini market di Kabupaten Bekasi yang terendam banjir.

“Jadi ini di Komplek Pergudangan Jalan Muhammad Toha, kejadiannya pada April dan korban adalah masyarakat, di mana kemarin di sini ada proses jual beli makanan bekas kebanjiran di Kabupaten Bekasi,” jelas Kabidhumas Polda Jabar.

BACA JUGA  Nekat Gelar Takbiran Idul Fitri Keliling, Polda Jabar Siap Tindak Tegas
Barang-barang tersebut yang telah rusak dan tak layak konsumsi karena telah tercemar banjir itu seharusnya dimusnahkan.

Namun, pihaknya juga masih mendalami mengapa barang tersebut bisa keluar dan beredar dari pihak pertama yang dalam kasus tersebut adalam pihak mini market.

Kabidhumas Polda Jabar menjelaskan, barang tersebut diterima DH dari dua orang yang berinisial Y dan B. DH diduga membeli makanan tidak layak itu dari Y dan B seharga Rp.330 juta.

BACA JUGA  Gubernur Sumut: Senang Lihat Warga Taati Prokes dan Minta Tetap Patuhi Pemerintah

Sedangkan Y dan B membeli barang itu dari pihak pertama sebesar Rp.25 juta. Lalu di gudang tersebut DH bersama timnya diduga mencuci produk-produk makanan tersebut dan menyortirnya untuk dijual kepada masyarakat.

“Ini diperjualbelikan dengan harga diskon dari 40-50 persen, masyarakat yang membeli itu bukan dari Bandung saja, tapi ada masyarakat dari daerah lain juga dari Sumedang, Majalengka, dan sebagainya,” jelas Kabid Humas Polda Jabar.

Makanan yang rusak dan tak layak konsumsi itu ada sebanyak 617.276 produk. Ratusan ribu makanan dan minuman itu diangkut menggunakan 15 truk dari gudang mini market yang ada di Bekasi.

BACA JUGA  Personel TNI-Polri Dikerahkan Untuk Membantu Korban Banjir di Jabodetabek

Dari kasus tersebut, DH dijerat oleh polisi dengan Pasal 141 dan Pasal 143 UURI Nomor 18 Tahun 2012 tentang perdagangan pangan yang tidak sesuai dan Pasal 62 Ayat 1 Jo Pasal 8 Ayat 3 UURI Nomor 8 tahun 1999 tentang perlindungan konsumen dengan ancaman paling lama hukuman lima tahun penjara dan denga paling tinggi Rp.2 miliar.

Facebook Comments