Beranda INFO POLRI Uang Korupsi Dipakai Foya Foya, Mantan Kepala Cabang PT BKI Cilegon Ditangkap...

Uang Korupsi Dipakai Foya Foya, Mantan Kepala Cabang PT BKI Cilegon Ditangkap Polda Banten

Banten – Ditreskrimsus Polda Banten berhasil ungkap kasus tindak pidana korupsi pada pekerjaan konstruksi fiktif pada PT. Biro Klasifikasi Indonesia (BKI) Cabang Cilegon.

Hal tersebut disampaikan saat press conference di Polda Banten oleh Kabid Humas Polda Banten AKBP Shinto Silitonga didampingi oleh Wadirreskrimsus Polda Banten AKBP Hendi, Kamis (04/11/2021).

“Pengungkapan kasus ini bedasarkan penyidikan yang dilakukan yaitu LP No. 337 tanggal 2 November 2020, waktu kejadian sekitar Mei 2016 yang bertempat di PT. BKI Cabang Cilegon,”Kata Shinto.

BACA JUGA  Jelang Pilkades Serentak di Kabupaten Serang, Polda Banten Kerahkan 1.276 Personel
BACA JUGA  Amankan Tiga Tersangka, Polda Banten Ungkap Tiga Kasus Penyalahgunaan Narkoba

Lebih lanjut, Shinto menjelaskan PT. Biro Klasifikasi Indonesia (BKI) Cabang Cilegon merupakan BUMN yang bergerak dalam bidang pengklasifikasian semua kapal berbendera Indonesia.

“PT. BKI Cabang Cilegon ini melakukan tindak pidana korupsi (Tipikor) Pekerjaan Konstruksi Fiktif, yaitu pembangunan CSR-Drainage, Salak Landslide Assessment and Mitigation dan Brine Line Repair dilakukan di Kecamatan Kabandungan Sukabumi,” ujarnya.

Kabid Humas Polda Banten menyampaikan, dari pekerjaan fiktif tersebut total kerugian berdasarkan hasil audit kerugian keuangan negara dari BPKP Perwakilan Banten sebesar Rp.4.489.400.213.

BACA JUGA  BPN Kabupaten Bekasi Serahkan Sertifikat Gratis 24 Peta Bidang Tanah di Desa Setialaksana
BACA JUGA  Orasi Ilmiah di Seminar IPKN, Kapolri: Sinergitas Polri dan Auditor Kunci Cegah Korupsi

“Sumber dana yang dikorupsi adalah dana milik PT. BKI tahun 2016, pengungkapan berawal adanya temuan dari SPI (Sistem Pengawasan Internal) PT BKI tahun 2017, pasca temuan tersebut, PT BKI Pusat kemudian melakukan pelaporan ke Polda Banten tentang tindak pidana penggelapan dalam jabatan, kasus ini ditangani di Direktorat Reserse Kriminal Umum,” ujarnya Shinto.

Dalam pendalaman, Kabid Humas Polda Banten menjelaskan penyelidikan dilanjutkan oleh Ditreskrimsus Polda Banten karena uang yang menjadi objek kerugian merupakan penyertaan modal negara di PT BKI, kemudian penyidik memintakan audit dari BPKP Perwakilan Banten, dan membutuhkan waktu cukup panjang untuk mendapatkan hasil audit.

“Pasca mendapatkan hasil audit, kemudian dilakukan gelar perkara meningkatkan status terhadap 2 orang yaitu JRA (berusia 51 tahun), mantan Kepala Cabang BKI Cilegon, ditangkap di rumah saudaranya di Jakarta, dan MW (berusia 40 tahun), Direktur PT. Indo Cahaya Energi (ICE), pihak ketiga yang berkontrak dengan PT. BKI untuk melakukan proyek betonisasi yang berstatus sebagi DPO,” katanya Shinto.

BACA JUGA  Bulan Ramadhan, Polisi Ringkus 5 Pasangan Mesum di Wisma
BACA JUGA  Kasus Korupsi 4,2 Miliar Pengadaan Bebek di Aceh Tenggara, Polisi Tahan Satu Tersangka

Selanjutnya, Kabid Humas Polda Banten menjelaskan modus dari tersangka yang saat itu menjabat sebagai Kepala Cabang PT BKI Cilegon yaitu mencairkan dana milik perusahaan, melaksanakan pekerjaan dana CSR dari perusahaan lain untuk proyek betonisasi ke pihak ketiga, faktanya betonisasi telah dikerjakan dengan menggunakan Alokasi Dana Desa (ADD) yang berasal dari APBN dan APBD Cilegon.

“Kami telah melakukan pemeriksaan terhadap 18 saksi dan 2 ahli audit, beberapa fakta hukum yang telah dikumpulkan penyidik, tersangka JRA melakukan perbuatan melawan hukum yaitu jenis pekerjaan tidak sesuai dengan anggaran dasar perseroan, realisasi anggaran juga tidak sesuai dengan rencana kerja perseroan, prosedur penanganan kontrak dan permintaan jasa tidak sesuai, tidak melakukan verifikasi dan konfirmasi terhadap pelaksanaan kegiatan proyek, menerima cash back lebih dari Rp.500 juta dari pihak ketiga yang menerima kontrak,” Imbuh Shinto.

Hasil korupsi tersebut, Shinto menjelaskan digunakan tersangka untuk kepentingan pribadi seperti untuk entertainment karaoke, belanja barang elektronik, tiket pesawat bahkan ada juga yang dikirim dan dinikmati oleh istri dan anak tersangka juga pihak lain yang masih didalami.

BACA JUGA  Polda Kalsel Selidiki Penyebab Langka dan Mahal Gas Elpiji 3 Kg
BACA JUGA  2 Tersangka Korupsi Dana BOS dan BOP Rp7,8 Miliar di Jakarta Barat Masih Berkantor

“Barang bukti yang disita berupa dokumen-dokumen kontrak kerja, pengajuan pengeluaran dana ke PT BKI pusat, bukti transfer dan dokumen lainnya, “ujar Shinto.

Atas Perbuatannya tersangka dijerat Pasal 2 dan Pasal 3 UU No. 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi dengan ancaman pidana 20 tahun penjara.

Terakhir Kabid Humas Polda Banten menegaskan Polda Banten pasti bertindak tegas terhadap koruptor dengan pasal berlapis sehingga pidana dapat diputus maksimal oleh hakim di pengadilan.

BACA JUGA  Nurhadi Korupsi Rp.35,72 Miliar Hanya Divonis 6 Tahun Penjara, Jaksa KPK Ajukan Banding
BACA JUGA  Motif Sakit Hati ke Polisi, NA Terancam Hukuman Mati Karena Sate Beracun Sianida

“Kami memberi warning kepada DPO MW (berusia 40 tahun), Direktur PT. Indo Cahaya Energi (ICE) untuk segera menyerahkan diri, akan dikejar hingga dapat ditangkap dan dibawa ke depan hukum pidana,” ujar Shinto.

Kabid Humas Polda Banten mengajak masyarakat untuk melakukan social control untuk menjaga uang negara diberdayakan dengan tepat untuk masyarakat.

Facebook Comments

Artikel sebelumyaPolsek Muara Baru Ciduk 2 Tersangka Peredar Narkoba
Artikel berikutnyaPolda Riau Musnahkan 86 Kgs Sabu Diamankan dari 6 Orang Tersangka