Beranda INFO POLRI Usut Dugaan Penyimpangan Dana APBD Covid-19 Rp.4,9 Miliar, Polda Sumbar: Dua Temuan...

Usut Dugaan Penyimpangan Dana APBD Covid-19 Rp.4,9 Miliar, Polda Sumbar: Dua Temuan Paling Signifikan

Dugaan
Kabid Humas Polda Sumbar, Kombes. Pol. Satake Bayu.
Kepolisian Daerah Sumatera Barat (Polda Sumbar) mulai menyelidiki dan membuat tim khusus (Timsus) terkait hasil Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) perwakilan Provinsi tersebut, terkait dugaan penyelewengan penggunaan anggaran Covid-19 di BPBD setempat khusunya pengadaan hand sanitizer.

“Iya, bapak kapolda sudah menginstruksikan Direktorat Reserse Kriminal untuk menyelidiki terkait dugaan penyelewengan dana Covid-19 untuk pembelian alat kesehatan tersebut,” terang Kabid Humas Polda Sumbar, Kombes. Pol. Satake Bayu, Sabtu (27/02/21).

Kombes Pol. Satake Bayu menjelaskan pihak kepolisian juga sudah membuat tim khusus untuk mengumpulkan data-data terkait temuan oleh BPK.

Kabid Humas Polda Sumbar mengatakan saat ini DPRD Sumbar juga telah membuat panitia khusus untuk menindaklanjuti temuan BPK tersebut dan pihaknya juga bekerja untuk menindaklanjuti temuan itu.

“Kami juga bekerja memastikan dugaan adanya penyelewengan dana APBD Sumbar 2020, yang direalokasi untuk penanganan pandemi Covid-19,” tutur Perwira Menengah Polda Sumbar.

Sebelumnya, Kepala Perwakilan BPK Sumbar, Yusnadewi mengatakan, ada dua temuan dan terindikasi penyimpangan dana Covid-19, setelah melakukan pemeriksaan dengan tujuan tertentu (PDTT).

Dua temuan yang paling signifikan itu adalah terkait pengadaan handsanitizer. Temuan tersebut yakni, pertama: Rp.4,9 miliar yang terindikasi kerugian yang harus dikembalikan. Hal itu terbukti dengan pengadaan hand sanitizer ada mark-up (penggelembungan) dengan total Rp.4,9 miliar.

Pihak yang diperiksa, kata Yusnadewi, sudah melakukan pengembalian sebanyak Rp.1.125.000.000. Dan yang yang belum dikembalikan adalah senilai Rp.3.775.000.000 miliar.

“Kami masih menunggu (sisa pengembalian) sampai tanggal 28 Februari 2021,” terang Kombes. Pol. Satake Bayu.

Kemudian, temuan kedua: yakni senilai Rp.49 miliar yang angkanya terdapat di Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP). Kasusnya, kata Yusnadewi, adalah pembayaran yang dilakukan secara tunai.

BACA JUGA  Kompol Ardian Rahayudi Mantan Plh Dirdik KPK Tutup Usia

“Namun, kami belum bisa mengatakan indikasi kerugian daerah. Yang sudah bisa kami pastikan kerugian itu adalah yang Rp.4,9 miliar ini,” tutup Kabid Humas Polda Sumbar. (ym/bq/hy)

Sumber: Divisi Humas Polri.

Facebook Comments