BerandaOLAH RAGA129 Tewas Tragedi di Stadion Kanjuruhan, FIFA hingga PSSI Trending Topic

129 Tewas Tragedi di Stadion Kanjuruhan, FIFA hingga PSSI Trending Topic

Malang, Radar BI | Sebanyak 129 orang dilaporkan meninggal dunia dalam tragedi yang terjadi di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Jawa Timur, pascapertandingan antara Arema FC melawan Persebaya Surabaya pada lanjutan kompetisi Liga 1 pekan pertandingan ke-11.

Tragedi kericuhan dan kerusuhan di Stadion Kanjuruhan mewarnai pertandingan pekan ke-11 Liga 1 2022-2023 bertajuk derbi Jawa Timur, Arema FC dan Persebaya Surabaya di Malang, pada hari Sabtu (1/10/2022).

Tragedi kericuhan tersebut terjadi usai pertandingan antara Arema FC melawan Persebaya Surabaya dengan skor akhir 3-2 di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur, pada hari Sabtu (1/10/2022) Malam.

Dikutip dari TvOnenews, tragedi yang merenggut ratusan korban jiwa di Stadion Kanjuruhan Malang menjadi sorotan di dunia maya, terutama twitter.

Tagar yang menyangkut kejadian tersebut berada di daftar trending topic, diantaranya Polisi, FIFA, PSSI, Kanjuruhan, Arema, Suporter, dan #RestInPeace. Di antara tagar itu ada ‘polisi’. Warganet dalam hal ini menyoroti tindakan yang dilakukan oleh aparat saat kejadian tersebut.

Dalam rekaman video yang beredar, diduga pihak aparat melepaskan tembakan ke arah suporter baik yang masuk ke lapangan maupun berada di tribun. Lalu ada juga tagar ‘bubarkan’. Dalam hal ini warganet kembali membahas soal cara aparat membubarkan kerumunan di stadion.

Namun tak sedikit pula yang berkicau soal kompetisi Liga 1, Arema, hingga PSSI agar dibubarkan. Ucapan duka pun tak kalah membanjiri lini masa di twitter. Tagar Rest In Peace masuk dalam trending topic karena banyak yang menyampaikan empati atas kejadian ini.

Pertandingan Arema FC vs Persebaya Surabaya dalam pekan ke-11 Liga 1 2022/2023 berakhir dengan tragedi. Puluhan suporter jadi korban kericuhan yang terjadi di Stadion Kanjuruhan, Malang pada Sabtu malam WIB 1 Oktober 2022.

Situasi Mencekam Stadion Kanjuruhan, Gas Air Mata Dilepaskan ke Tribun Suporter tuan rumah menerobos masuk ke dalam lapangan begitu pertandingan usai.

Mereka melampiaskan kekesalan karena tim jagoan kalah 2-3 dari Persebaya. Sejumlah fasilitas Stadion Kanjuruhan dirusak.

Pertikaian antara suporter tak dapat dihindari. Sebanyak 129 orang dilaporkan meninggal dunia dalam tragedi yang terjadi di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Jawa Timur, pascapertandingan antara Arema FC melawan Persebaya Surabaya.

Sementara itu, PSSI ikut bersimpati atas peristiwa berdarah ini melalui postingan di twitter. Ini mendapat tanggapan dari warga net dengan menyampaikan beragam komentar.

Ada yang justru mengkritik PSSI karena dianggap tidak becus menyusun jadwal pertandingan Arema FC vs Persebaya. Sebab, laga itu tetap digelar diwaktu rawan.

Pasalnya, duel bertajuk Derby Jatim itu tetap berlangsung pukul 20.00 WIB. Padahal, sempat diusulkan untuk dimajukan jadi sore hari guna menghindari hal yang tidak diinginkan.

“Lain kali bikin jadwal dicek yg bener jam nya, jangan egois karena hak siar aja!!!,” cetus@Frans_Xaverius7.

Ada juga yang menyarakan agar PSSI membekukan Liga 1 setidaknya selama lima tahun. Selama maa pembekuan itu, PSSI diminta mendidik dan menertibkan suporter sepak bola agar tidak lagi bersikap anarkis.

“Lebih baik Liga Indonsia dibekukan minimal 5 tahun. Biar pemainya pada main abroad aja di luar negeri,” tulis @lucky_bastadr69.

“Bagus, dibekukan saja selamanya. Mending kembangi olahraga lain, bulu tangkis kek, pimpong, apa basket sekalian, biar sepakbola jadi olahraga nomer sekian di negeri berIQ rendah ini,” ucap @hadiwidyarno

Google News

Must Read

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini