Beranda INFO POLRI 6 Nelayan Indramayu Rusak Kelangsungan Biota Laut, Terancam Hukuman Mati

6 Nelayan Indramayu Rusak Kelangsungan Biota Laut, Terancam Hukuman Mati

Nelayan
Ditpolairud Polda Jawa Barat menangkap enam nelayan asal Kabupaten Indramayu yang menggunakan bahan peledak untuk mencari ikan yang disertai penyitaan beberapa barang bukti.

Dir Polairud Polda Jabar Kombes. Pol. Widi Handoko menjelaskan, bahwa ada enam nelayan asal Kabupaten Indramayu yang polisi tangkap, karena menggunakan bahan peledak saat mencari ikan.

Keenam nelayan yang ditangkap itu berinisial MZ (berusia 22 tahun), W (berusia 35 tahun), WK (berusia 32 tahun), FK (berusia 26 tahun), K (berusia 40 tahun) dan KA (berusia 19 tahun). Mereka ditangkap di titik koordinat yang berbeda, namun masih masuk dalam wilayah perairan Cantigi, Kabupaten Indramayu.

BACA JUGA  Tinjau TPI, Kapolres Trenggalek Ingatkan Nelayan Patuh Prokes

Bahwa kegiatan yang dilakukan enam nelayan asal Kabupaten Indramayu, itu merupakan salah satu tindakan ilegal fishing yang tidak dibenarkan sehingga mereka ditangkap.

Dir Polairud Polda Jabar menjelaskan bahwa dari enam tersangka, pihaknya menyita sejumlah bahan peledak berupa “flash powder”, genset, alat komunikasi, plastik berisi bahan peledak, dan lainnya.

“Barang bukti yang digunakan salah satunya peledak untuk mercon,” jelas Dir Polairud Polda Jabar.

BACA JUGA  Perahu Berisi 20 Wisatawan Tenggelam di Waduk Kedung Ombo, 4 Orang Meninggal Dunia dan 5 Hilang

Selain itu, Dir Polairud Polda Jabar mengatakan yang dilakukan keenam nelayan itu merupakan tindakan pidana perairan serius, karena merusak biota laut dan jenis-jenis ikan kecil yang belum bisa ditangkap.

Pihaknya akan melakukan penindakan lebih tegas terkait pemasok bahan peledak agar kegiatan ilegal “fhising” dapat ditekan sekecil mungkin.

BACA JUGA  Cek Posko Penyekatan, Kapolda Sumsel: Edukasi Masyarakat Patuhi Protokol Kesehatan

Atas perbuatannya, tersangka dijerat pasal 1 UU Darurat Nomor 12 Tahun 1951 tentang Bahan Peledak dan Senjata Api, ancaman hukuman penjara maksimal 20 tahun. Dan, Pasal 84 UU RI Nomor 45 Tahun 2009 tentang Perikanan, ancaman hukuman enam tahun kurungan penjara dan denda Rp.1,2 miliar.

Facebook Comments