Beranda INFO POLRI Kapolda Papua Tegaskan Bahwa TNI-POLRI Tidak Akan Mundur Hadapi KKB

Kapolda Papua Tegaskan Bahwa TNI-POLRI Tidak Akan Mundur Hadapi KKB

0
459
Kepala Kepolisian Daerah Papua (Kapolda Papua) Irjen. Pol. Mathius D. Fakhiri, S.I.K menegaskan bahwa TNI-Polri siap dan tidak akan mundur dengan siapapun termasuk Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Pimpinan Egianus Kogoya di Nduga.
Kepala Kepolisian Daerah Papua (Kapolda Papua) Irjen. Pol. Mathius D. Fakhiri, S.I.K menegaskan bahwa TNI-Polri siap dan tidak akan mundur dengan siapapun termasuk Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Pimpinan Egianus Kogoya di Nduga.
Jayapura, Radar BI | Kepala Kepolisian Daerah Papua (Kapolda Papua) Irjen. Pol. Mathius D. Fakhiri, S.I.K menegaskan bahwa TNI-Polri siap dan tidak akan mundur dengan siapapun termasuk Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Pimpinan Egianus Kogoya di Nduga, Papua Tengah.

Menurutnya, Kapolda Papua sejak awal Polri berupaya semaksimal mungkin untuk bisa menyelamatkan pilot Susi Air Capt. Phillip Mark Marthens yang disandera KKB pimpinan Egianus Kogoya.

“Upaya penyelamatan yang dilakukan Polri melalui Satgas Damai Cartenz yang sudah kita siapkan ini bisa maksimal dan mudah-mudahan mendapat hasil juga yang sangat baik,” ungkap Kapolda Papua dalam keterangan resminya, pada hari Rabu (15/2/2023).

BACA JUGA  Bareskrim Polri Sebut Panji Gumilang Pinjam 73 Miliar Dari Bank
BACA JUGA  Polri: Evakuasi Warga Prioritas Utama Penanganan Banjir di Jadetabek

Lebih lanjut, Kapolda Papua mengatakan, pemuka agama dan tokoh masyarakat termasuk Bupati berperan melakukan pendekatan kepada KKB, bukan hanya TNI dan Polri.

“Kami yakin dan percaya sentuhan dari masyarakat itu bisa mengubah keputusan mereka, mudah-mudahan mereka luluh dan kita bisa dapat apa diinginkan serta penyelamatan pilot Susi Air itu bisa kita lakukan,” jelasnya.

Diketahui, hingga kini upaya penyelamatan pilot Susi Air masih dilakukan bersama pemerintah Selandia Baru.

BACA JUGA  Antisipasi Mudik 2021, Kapolda Aceh Tinjau Lansung Pospam Perbatasan Aceh-Sumut
BACA JUGA  Buka Pintu Penjara, Polisi Tak Tega Lihat Anak Peluk Ayahnya Terhalang Jeruji

Sebelumnya dikutip dari Bajadi.id, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Indonesia (Menko Polhukam), Prof. Dr. H. Mohammad Mahfud Mahmodin, S.H., S.U., M.I.P., menyatakan penyelamatan pilot Susi Air, Philip Merthens, yang disandera Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) akan dilakukan bersama pemerintah Selandia Baru.

Pemerintah Republik Indonesia terus melakukan komunikasi dengan pemerintah Selandia Baru untuk memantau dan mengakselerasi penanganan pembebasan penyelamatan sandera Philps Mark Merthens pilot Susi Air.

Penyanderaan warga sipil dengan alasan apapun tidak dapat diterima, ungkap Menko Polhukam dalam YouTube Kemenko Polhukam RI Mahfud MD, pada hari Selasa (14/2/2023).

BACA JUGA  Jokowi Sebut Anggaran APBN 2023 Difokuskan Untuk Peningkatan Kualitas Pendidikan, Kesehatan, Ekonomi dan Sosial
BACA JUGA  Rapat Pembentukan LPK Buana Karya Nusantara, Divisi Yayasan Bina Wirada Buana di Green Hill Resort Cianjur

Mahfud MD juga menegaskan, pemerintah akan terus berusaha semaksimal mungkin untuk melakukan penyelamatan terhadap pilot Susi Air itu dengan pendekatan persuasif. Sebab, yang diutamakan adalah keselamatan sandera.

Oleh sebab itu, upaya persuasif menjadi pedoman utama demi keselamatan sandera, tetapi pemerintah tidak menutup upaya lain.

Pemerintah juga ingin menegaskan bahwa Papua adalah bagian sah dari NKRI, baik menurut konstitusi Republik Indonesia maupun menurut hukum internasional maupun menurut fakta yang sekarang sedang berlangsung, jelasnya.

BACA JUGA  KNPI Kecamatan Kuranji Santuni Anak Yatim Piatu dan Perkuat Peran Sosial
BACA JUGA  Rapat Pembentukan LPK Buana Karya Nusantara, Divisi Yayasan Bina Wirada Buana di Green Hill Resort Cianjur

Ditegaskan Menko Polhukam, Papua adalah bagian yang sah dari NKRI dari berbagai aspek, maka Bumi Cendrawasih seterusnya dan selamanya akan tetap menjadi bagian yang sah dari NKRI.

Terima kasih pun diucapkan kepada pemerintah daerah, Polri, TNI, BIN, serta pihak yang telah bekerja dengan sungguh-sungguh dan penuh kehati-hatian dalam menangani masalah ini.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini