BerandaINFO POLRIKAPOLRIEks Kapolsek Tipu Tukang Bubur Ratusan Juta, Kapolri Perintahkan Kabid Propam Proses,...

Eks Kapolsek Tipu Tukang Bubur Ratusan Juta, Kapolri Perintahkan Kabid Propam Proses, Pecat dan Pidanakan

spot_img
Jabar, Radar BI | Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si menyatakan bakal menindak tegas bekas Kapolsek Mundu Cirebon, AKP SW yang kedapatan menipu seorang tukang bubur terkait proses rekrutmen anggota Polri.

Diketahui mantan Kapolsek Mundu AKP SW ditetapkan sebagai tersangka penipuan hingga ratusan juta dengan iming-iming dapat memasukkan anak seorang tukang bubur ke Bintara Polri tahun 2021/2022.

“Jadi yang begini-begini jangan terjadi lagi. Dan, saya perintahkan Kabid Propam proses, pecat dan pidanakan,” ujar Kapolri dalam sambutannya saat Upacara Wisuda Program Pendidikan Ilmu Kepolisian di Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK), pada Rabu (21/6/2023).

BACA JUGA  Dika Novandry: Radar BI Kabupaten Cianjur Agar Bersatu, Memiliki Pola Pikir yang Sama dan Solusi Bersama

Lebih lanjut, Kapolri juga mengingatkan ke seluruh jajarannya agar praktik nakal rekrutmen Polri segera diberantas secara tuntas. Proses rekrutmen masuk polisi benar-benar berdasarkan pada kemampuannya.

Kita tidak ingin rekrutmen khususnya diwarnai dengan transaksi. Kita ingin anggota ini didapatkan melalui proses yang benar, tuturnya.

“Jadi kalau ada transaksi cari dari hulu sampai hilir, pasti kita proses. Jaga citra Polri, perjuangan kita tentunya sangat berat,” ujarnya.

BACA JUGA  Manfaat Salak Cegah Penyakit Kanker hingga Menjaga Kesehatan Mata

Sementara itu, Kapolres Cirebon Kota AKBP Ariek Indra Sentanu sebelumnya menjelaskan aksi penipuan tersebut dilakukan oleh AKP SW pada tahun 2021.

Dalam modusnya, SW disebut menjanjikan apabila anak dari Wahidin dapat lolos seleksi rekrutmen Polri apabila memberikan imbalan sejumlah uang.

Korban yang berprofesi sebagai penjual bubur tersebut kemudian terperdaya dan menyetorkan uang hingga ratusan juta kepada SW.

BACA JUGA  Bimtek Jitu Pasna Angkatan IV di Batu Sangkar, Suryadi: Peserta Dilatih Agar Mampu Membuat Dokumen Pengkajian Kebutuhan Pasca Bencana

“Tersangka anggota Polri ini merupakan tetangga korban dan korban menginginkan anaknya jadi polisi. Kemudian oknum itu mengenalkan kepada tersangka N,” tuturnya kepada wartawan, pada Minggu (18/6/2023).

Indra menjelaskan korban kemudian sempat melaporkan kasus penipuan tersebut setelah anaknya tidak kunjung diterima sebagai rekrutmen Polri.

Akan tetapi, kata dia, penanganan kasus tersebut sempat mengalami kendala lantaran dilaporkan ke Polsek Mundu tempat AW bertugas sebagai Kapolsek.

BACA JUGA  23 Ambulans Bawa Jenazah dan Korban Kecelakaan Rombongan RSBS Jember dari Bromo

Indra mengatakan kasus tersebut kemudian diputuskan diambil alih oleh Satreskrim Polres Cirebon Kota pada September 2022.

Ia menjelaskan hingga hari Minggu (18/6/2023), total ada dua pihak yang ditetapkan sebagai tersangka. Satu tahun kasus tersebut tidak berproses, kemudian pada bulan September tahun 2022 kami tarik.

Tiga kali kami panggil tersangka dan mangkir dan yang keempat kalinya kami langsung cari dan tersangka langsung dibawa oleh petugas, pungkasnya.

BACA JUGA  Pembalakan Liar di Tanah Laut, Polda Kalsel Sita 874 Batang Kayu Ulin

Sumber: CNN Indonesia.

Google News

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Must Read