BerandaPERISTIWAMisteri Gelondongan Kayu di Banjir Sumut: Warga Curiga Ada Illegal Logging

Misteri Gelondongan Kayu di Banjir Sumut: Warga Curiga Ada Illegal Logging

Radar Berita Indonesia – Sejumlah video yang menampilkan ribuan gelondongan kayu terbawa arus banjir bandang di berbagai wilayah Sumatera Utara (Sumut) viral di media sosial. Menanggapi hal itu, Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Bobby Nasution menyatakan bahwa pihaknya akan meninjau fenomena tersebut.

“Ya nanti kita lihat ya (soal banyaknya gelondongan kayu),” ujar Bobby Nasution di Lanud Soewondo Medan, Kamis (27/11/2025).

Bobby menegaskan bahwa prioritas pemerintah saat ini adalah mengevakuasi warga terdampak serta mempercepat distribusi logistik.

“Yang pasti untuk saat ini kita fokusnya untuk evakuasi warga dan mempercepat logistik kebutuhan warga, baik kebutuhan makan maupun kebutuhan sehari-hari, termasuk pampers untuk bayi,” jelasnya.

Video yang beredar menunjukkan banjir bandang membawa gelondongan kayu di Kabupaten Tapanuli Selatan, Tapanuli Tengah, hingga Kota Sibolga.

Kejadian gelondongan kayu ini memicu dugaan warganet mengenai praktik illegal logging yang disebut turut memperparah banjir dan longsor di kawasan tersebut.

Publik pun mendorong Pemerintah Provinsi Sumut untuk melakukan investigasi guna memastikan asal-usul gelondongan kayu dalam jumlah besar itu, termasuk menindak pihak yang bertanggung jawab apabila terbukti adanya aktivitas penebangan liar.

Sementara itu, Polda Sumut merilis data terbaru terkait bencana hidrometeorologi di berbagai wilayah. Hingga Kamis (27/11/2025), jumlah korban meninggal dunia meningkat menjadi 43 orang.

“Terdiri dari 43 orang meninggal dunia,” kata Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Ferry Walintukan.

Selain itu, 81 orang mengalami luka-luka dan 88 orang masih dalam pencarian, sehingga total korban mencapai 212 orang yang tersebar di 12 kabupaten/kota.

Banjir dan longsor yang terjadi juga memaksa 1.168 warga mengungsi ke sejumlah titik aman.

Wilayah terdampak terus meluas hingga mencakup Kabupaten Langkat, Kota Padangsidimpuan, Kabupaten Nias Selatan, dan Kabupaten Serdang Bedagai.

Curah hujan tinggi yang masih mengguyur seluruh wilayah Sumut membuat proses evakuasi dan distribusi logistik menjadi terhambat. Polda Sumut sebelumnya mencatat 34 korban meninggal dan 52 hilang dalam laporan awal.

Data hingga Rabu (26/11) pukul 22.00 WIB menunjukkan adanya 148 kejadian bencana, termasuk banjir, longsor, pohon tumbang, serta angin puting beliung.

Dampak paling parah terjadi di Tapanuli Selatan, Tapanuli Tengah, Tapanuli Utara, Humbang Hasundutan, Sibolga, dan Mandailing Natal.

Beberapa daerah dilanda longsor di puluhan titik dan banjir hingga setinggi satu meter.

Ferry menegaskan bahwa data masih bersifat sementara karena sejumlah wilayah sulit dijangkau akibat akses terputus.

Pembaruan informasi akan dilakukan secara berkala.

Polda Sumut juga telah mengerahkan personel Brimob ke Tapanuli Utara untuk membuka akses jalan yang tertutup material longsor dan mengevakuasi warga yang terisolasi.

Di Kota Sibolga, tim SAR gabungan masih fokus mencari puluhan warga yang dilaporkan hilang.

“Kami terus mempercepat pencarian warga yang belum ditemukan. Tim bekerja siang dan malam karena medan di beberapa titik cukup berat,” pungkasnya.

Google News

2 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Must Read