Radar Berita Indonesia – Camat Lubuk Begalung, Nofiandi Amir, SH, MH secara resmi menutup kegiatan Pesantren Ramadhan yang diselenggarakan di Masjid Nurul Ihsan, Kelurahan Korong Gadang, Kecamatan Kuranji, Kota Padang, Minggu (15/3/2026).
Kegiatan pesantren ramadhan ini menjadi bagian dari upaya pembinaan generasi muda agar memiliki akhlak yang baik serta berlandaskan nilai-nilai keagamaan.
Pesantren Ramadhan yang digelar selama bulan suci ini diikuti oleh para remaja dan generasi muda di lingkungan sekitar masjid. Kegiatan tersebut diisi dengan berbagai aktivitas keagamaan, seperti pembelajaran Al-Qur’an, kajian keislaman, serta pembinaan karakter bagi para peserta.
Dalam sambutannya saat menutup kegiatan, Camat Lubuk Begalung Andi Nofiandi Amir menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berperan aktif menyukseskan kegiatan Pesantren Ramadhan di Masjid Nurul Ihsan.
Ia mengapresiasi kerja sama pengurus masjid, panitia pelaksana, para guru pengawas, serta para ustadz dan ustadzah yang telah meluangkan waktu dan tenaga untuk membimbing para remaja selama kegiatan berlangsung.
Menurutnya, kegiatan Pesantren Ramadhan memiliki peran penting dalam membentuk karakter generasi muda agar tumbuh menjadi pribadi yang berakhlak, berilmu, serta memiliki pemahaman agama yang kuat.
Nofiandi Amir juga menekankan pentingnya menjadikan masjid tidak hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat kegiatan umat yang mampu membina generasi muda di tengah masyarakat.

“Masjid harus menjadi pusat kegiatan umat. Dari masjid lahir generasi muda yang cerdas, berakhlak, dan memiliki pemahaman agama yang kuat,” ujar Camat Lubuk Begalung dalam sambutannya.
Ia menambahkan, peran masjid sebagai pusat pembinaan generasi muda juga sejalan dengan program Smart Surau yang digagas oleh Pemerintah Kota Padang.
Program tersebut bertujuan menjadikan masjid dan surau sebagai pusat pendidikan karakter, pembinaan akhlak, serta penguatan nilai-nilai keagamaan bagi masyarakat.
Melalui program tersebut, pemerintah berharap kegiatan keagamaan yang melibatkan generasi muda dapat terus berkembang dan menjadi bagian dari kehidupan masyarakat sehari-hari.
Selain itu, Nofiandi Amir juga berharap para peserta Pesantren Ramadhan dapat mempertahankan kebiasaan baik yang telah dibangun selama mengikuti kegiatan tersebut.
Ia mendorong para remaja untuk terus membaca Al-Qur’an, mengikuti kajian keislaman, serta aktif dalam berbagai kegiatan keagamaan yang dilaksanakan di lingkungan masjid.
Lebih lanjut, ia juga mengajak para pengurus masjid dan masyarakat untuk terus menggiatkan kegiatan wirid remaja sebagai wadah pembinaan generasi muda.
Menurutnya, kegiatan tersebut penting untuk membentuk remaja yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki akhlak yang baik serta berpegang teguh pada nilai-nilai agama.
“Melalui kegiatan wirid remaja, kita berharap lahir generasi muda yang smart, berakhlak, dan berlandaskan nilai-nilai agama, sekaligus menjadi generasi penerus yang mampu menjaga marwah masyarakat dan Kota Padang,” tambahnya.
Sementara itu, pengurus Masjid Nurul Ihsan menyampaikan bahwa kegiatan Pesantren Ramadhan ini merupakan agenda rutin yang dilaksanakan setiap tahun selama bulan suci Ramadhan.
Program tersebut bertujuan untuk memberikan ruang pembelajaran agama bagi anak-anak dan remaja agar lebih dekat dengan Al-Qur’an serta memahami nilai-nilai keislaman sejak dini.
Acara penutupan Pesantren Ramadhan ini turut dihadiri oleh pengurus Masjid Nurul Ihsan, tokoh masyarakat, alim ulama, para orang tua peserta, serta remaja yang mengikuti kegiatan selama bulan Ramadhan.

Dengan berakhirnya kegiatan Pesantren Ramadhan tahun ini, diharapkan semangat belajar agama, kebersamaan, serta nilai-nilai positif yang telah ditanamkan selama kegiatan berlangsung dapat terus berlanjut dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan masjid maupun di tengah masyarakat.
Editor: Dedi Prima Maha Rajo Dirajo.


