Beranda Radar Berita Indonesia UMUM Tidak Bisa Bayar Uang Jaminan, Puskesmas Batujaya Tahan Pasien Melahirkan

Tidak Bisa Bayar Uang Jaminan, Puskesmas Batujaya Tahan Pasien Melahirkan

0
578

Radar BI, Karawang | Disela agenda kegiatan reses anggota DPRD Dapil 3 Partai Bulan Bintang Nurlela Saripin di Desa Gempol Karya, Kecamatan Tirtajaya, Kabupaten Karawang akan menjajaki kasus pasien Novia Hendri Cahyati yang sebelumnya tidak bisa pulang setelah melahirkan oleh Nakes Puskesmas Batujaya.

Dijelaskan oleh anggota DPRD Fraksi PBB, Nurlela Saripin saat ditemui di acara reses, ia menyampaikan dirinya akan menjajaki kasus yang sebelumnya pasien tidak perbolehkan pulang oleh pihak Puskesmas Batujaya dengan dalih harus membayar uang jaminan BPJS Rp. 900 ribu.

Kemudian ia juga menegaskan dijaman sekarang tidaklah susah untuk berobat, Ia pun menyinggung terkait apa yang sudah dilakukan oleh pihak Puskesmas Batujaya tidak boleh melakukan hal yang seperti itu.

BACA JUGA  Enam Pelaku Begal di Jakarta Barat Gunakan Hasil Kejahatan Untuk Beli Miras dan Narkoba
BACA JUGA  Harga Minyak Mentah Dunia Anjlok ke Bawah US$.85 per Barel
Radar Berita Indonesia
Anggota DPRD Fraksi PBB, Nurlela Saripin saat ditemui di acara reses di Desa Gempol Karya, Kecamatan Tirtajaya.

“Nanti saya jajaki dulu, kalau hari ini saya berkomentar kan belum tau juga, kita harus balance, dan sekarang tidak ada yang susah,” ungkap Anggota DPRD Dapil 3 Nurlela Saripin saat ditemui disela akhir reses, Selasa (22/02/2022) Siang.

Sebelumnya lantaran tidak mempunyai BPJS pasien Novia Hendri Cahyati ( 23 ) warga RT.006/RW.002 Desa Batujaya, Kecamatan Batujaya, Kabupaten Karawang, Provinsi Jawa Barat tidak bisa pulang setelah melahirkan di Puskesmas Batujaya.

BACA JUGA  PUPR Ungkap Penyebab Banjir Tol Serpong-Pondok Aren
BACA JUGA  KPK Geledah Rumah Ketua Komisi IV DPR RI Sudin di Depok Terkait Kasus Korupsi di Kementan

Hal tersebut dikeluhkan Salmah (berusia 45 tahun) Bibi dari Novia Hendri Cahyati yang sedang melahirkan di Puskesmas Batujaya yang tidak bisa pulang lantaran tidak mempunyai kartu BPJS, ia dengan sedih mengatakan. Kemana harus mengadu, sementara dirinya tidak mempunyai biaya.

“Bingung saya bang, kemana saya harus mengadu, sementara pihak Puskesmas kudu ada duit bae,” ungkap Salmah dengan sedihnya saat di temui.

Ia menambahkan, pegawai tenaga kesehatan Puskesmas Batujaya dengan tegasnya mengatakan kepada bibi pasien. Bahwa pasien bersalin tidak diperkenankan pulang dengan alasan harus membayar jaminan BPJS sebesar Rp 900 ribu rupiah.

BACA JUGA  Shalawat Dulang di Kuranji, Erianto: Tradisi Minangkabau Untuk Pembangunan Masjid Nurul Yaqin
BACA JUGA  Polda NTB Pecahkan Rekor Vaksinasi Massal Nasional dengan 33.522 Orang Sehari

“Boro boro 900 ribu, puguh ini ge lagi pada kesusahan, bingung saya jadinya,”keluhnya.

Ia juga menceritakan kata petugas kesehatan Puskesmas Batujaya, membenarkan dengan alasan untuk jaminan BPJS sehingga si pasien tidak diperbolehkan pulang.

“Biasanya uang jaminan dulu 700 ribu, kalau bayar jaminan gak usah ke kepala Puskesmas,”kata Salmah seraya menirukan petugas kesehatan Puskesmas Batujaya. (Mulis)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini