Radar Berita Indonesia – Seorang pria bersenjata api terlibat baku tembak dengan aparat kepolisian di dekat Konsulat Israel di Istanbul, Turki, pada Selasa (7/4/2026). Dalam insiden tersebut, pelaku tewas di tempat, sementara dua anggota polisi dilaporkan mengalami luka ringan.
Peristiwa baku tembak ini terjadi di kawasan yang berdekatan dengan fasilitas diplomatik Israel di Istanbul.
Hingga saat ini, otoritas setempat masih menyelidiki motif pelaku serta memastikan apakah konsulat Israel menjadi target utama dalam serangan tersebut.
Gubernur Istanbul, Davut Gul, mengonfirmasi bahwa pelaku telah dilumpuhkan oleh aparat keamanan setelah terjadi baku tembak.
Namun, pihak berwenang belum memberikan rincian lebih lanjut terkait identitas maupun latar belakang pelaku.
Sumber yang mengetahui situasi tersebut menyebutkan bahwa tidak ada diplomat Israel yang berada di lokasi saat kejadian berlangsung.
Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan, mengecam keras insiden tersebut dan menegaskan komitmen pemerintah dalam memerangi segala bentuk terorisme.
“Kami tidak akan membiarkan provokasi apa pun merusak iklim keamanan Turki,” ujar Erdogan dalam pidato yang disiarkan melalui televisi nasional.
Sementara itu, Kementerian Luar Negeri Israel melalui platform X menyampaikan apresiasi terhadap respons cepat aparat keamanan Turki dalam menangani insiden tersebut.
Mereka juga menegaskan bahwa misi diplomatik Israel di berbagai negara kerap menjadi target ancaman teror.
“Kami menghargai tindakan cepat pasukan keamanan Turki dalam menggagalkan serangan ini. Teror tidak akan menghalangi kami,” tulis pernyataan tersebut.
Hingga kini, situasi di sekitar lokasi kejadian dilaporkan telah terkendali, meskipun aparat keamanan tetap meningkatkan kewaspadaan guna mengantisipasi kemungkinan ancaman lanjutan.


