BerandaAGAMAKejar Jabatan Tanpa Amanah, Ustadz Das'ad Latif: Ujungnya Bisa Masuk Neraka

Kejar Jabatan Tanpa Amanah, Ustadz Das’ad Latif: Ujungnya Bisa Masuk Neraka

Radar Berita Indonesia – Pendakwah nasional Ustadz Das’ad Latif kembali menyampaikan tausiyah yang menyentuh sekaligus menggelitik melalui gaya ceramahnya yang khas.

Dalam salah satu kajiannya, ia mengingatkan masyarakat, khususnya para pemimpin dan calon pemimpin, agar tidak menghabiskan harta demi mengejar jabatan apabila pada akhirnya tidak mampu menjalankan amanah dengan baik.

Dengan gaya penyampaian yang lugas dan diselingi humor, Ustadz Das’ad Latif melontarkan kalimat yang kemudian menjadi perhatian banyak jamaah,

“Ngapain habisin duit, ujung-ujungnya masuk neraka.” Kalimat tersebut bukan dimaksudkan untuk menyudutkan siapa pun, melainkan sebagai pengingat bahwa jabatan merupakan amanah yang akan dimintai pertanggungjawaban di hadapan Allah SWT.

Menurutnya, seseorang tidak seharusnya mengeluarkan biaya besar hanya untuk memperoleh kedudukan, jika setelah menjabat justru menyalahgunakan wewenang, melakukan korupsi, atau mengkhianati kepercayaan masyarakat.

Jabatan, kata Das’ad Latif, bukanlah simbol kemuliaan, melainkan tanggung jawab besar yang harus dijalankan dengan kejujuran, keadilan, dan rasa takut kepada Allah SWT.

Ia menegaskan bahwa seorang pemimpin yang amanah akan memperoleh kemuliaan di sisi Allah dan dihormati oleh masyarakat. Sebaliknya, mereka yang mengejar kekuasaan dengan cara yang tidak benar dan mengabaikan amanah akan menghadapi konsekuensi, tidak hanya di dunia tetapi juga di akhirat.

Melalui ceramah tersebut, Ustadz Das’ad Latif mengajak seluruh umat Islam untuk menjadikan jabatan sebagai sarana beribadah dan melayani masyarakat, bukan sebagai alat memperkaya diri ataupun mengejar gengsi.

Ia juga mengingatkan bahwa setiap rupiah yang dikeluarkan demi ambisi pribadi tidak akan bernilai apabila berujung pada pelanggaran amanah dan pertanggungjawaban yang berat di akhirat.

Pesan tersebut menjadi refleksi bahwa kesuksesan sejati bukan hanya diukur dari tingginya jabatan atau besarnya kekuasaan, melainkan dari sejauh mana seseorang mampu menjaga amanah, berlaku jujur, serta memberikan manfaat bagi masyarakat luas.

Dalam tausiyahnya, Ustadz Das’ad Latif juga mengingatkan bahwa setiap jabatan pada hakikatnya adalah titipan yang bersifat sementara. Tidak ada kekuasaan yang abadi, dan setiap pemimpin akan dimintai pertanggungjawaban atas setiap keputusan maupun kebijakan yang diambil selama memegang amanah.

Ia menekankan bahwa jabatan bukanlah tujuan hidup, melainkan sarana untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Oleh karena itu, siapa pun yang dipercaya menjadi pemimpin harus mengedepankan kejujuran, integritas, dan kepentingan rakyat di atas kepentingan pribadi maupun kelompok.

“Jangan sampai karena ingin mempertahankan jabatan, seseorang menghalalkan segala cara. Sebab, apa yang diperoleh dengan cara yang tidak benar hanya akan membawa penyesalan di kemudian hari,” pesan Ustadz Das’ad di hadapan jamaah.

Menurutnya, seorang pemimpin yang baik bukanlah mereka yang memiliki kekuasaan besar, tetapi mereka yang mampu menjaga amanah, berlaku adil, serta tidak menyalahgunakan kewenangan yang diberikan.

Kepemimpinan yang dilandasi rasa takut kepada Allah SWT akan melahirkan kebijakan yang berpihak kepada kepentingan masyarakat dan membawa keberkahan bagi daerah maupun bangsa.

Di akhir ceramahnya, Ustadz Das’ad Latif mengajak seluruh umat Islam untuk senantiasa memperbaiki niat dalam setiap langkah kehidupan. Baik sebagai pemimpin maupun masyarakat, setiap orang memiliki amanah sesuai dengan perannya masing-masing.

Karena itu, ia mengingatkan agar setiap pekerjaan dilakukan dengan penuh keikhlasan, tanggung jawab, dan menjauhi perbuatan yang dapat merugikan orang lain.

Pesan tersebut menjadi renungan bahwa harta, jabatan, dan kekuasaan hanyalah titipan yang akan ditinggalkan. Sementara amal kebaikan, kejujuran, dan tanggung jawab dalam menjalankan amanah akan menjadi bekal yang dipertanggungjawabkan di hadapan Allah SWT pada hari kemudian. (*)

Google News

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Must Read