Radar Berita Indonesia – Permasalahan banjir yang kembali melanda sejumlah kawasan di Kota Padang kembali menjadi sorotan publik. Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang mengguyur Kota Padang dalam beberapa waktu terakhir menyebabkan sejumlah ruas jalan, kawasan permukiman, dan fasilitas umum kembali tergenang air.
Peristiwa yang terus berulang tersebut memicu keluhan masyarakat. Banyak warga menilai persoalan banjir yang telah berlangsung selama bertahun-tahun belum menunjukkan penanganan yang efektif dan berkelanjutan.
Kondisi ini juga memunculkan kritik terhadap Pemerintah Kota Padang di bawah kepemimpinan Wali Kota Padang Fadly Amran dan Wakil Wali Kota Maigus Nasir.
Sejumlah titik yang selama ini dikenal sebagai kawasan rawan banjir dilaporkan kembali terendam setelah hujan turun selama beberapa jam.
Genangan air menyebabkan aktivitas masyarakat terganggu, arus lalu lintas tersendat, serta menimbulkan kekhawatiran terhadap potensi kerusakan rumah warga maupun fasilitas umum.
Bagi sebagian masyarakat, banjir yang terus berulang menjadi indikator bahwa berbagai persoalan mendasar, seperti sistem drainase yang belum optimal, sedimentasi sungai, penyempitan saluran air, berkurangnya kawasan resapan, hingga tata kelola ruang perkotaan, masih memerlukan penanganan yang lebih serius.
“Kami berharap pemerintah benar-benar hadir menyelesaikan persoalan banjir. Jangan hanya menjadi pembahasan saat kampanye, tetapi diwujudkan melalui program nyata yang dapat dirasakan masyarakat,” ujar Ujang salah seorang warga terdampak banjir.
Keluhan serupa juga disampaikan warga lainnya yang berharap pemerintah mempercepat normalisasi drainase, pengerukan saluran air dan sungai, pengendalian pembangunan di kawasan resapan, serta memperkuat koordinasi dengan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat dan Pemerintah Pusat dalam pembangunan infrastruktur pengendalian banjir.
Pengamat kebijakan publik menilai persoalan banjir di Kota Padang tidak dapat diselesaikan hanya melalui kegiatan pembersihan drainase secara berkala.
Menurutnya, diperlukan kebijakan yang lebih komprehensif melalui penataan tata ruang, rehabilitasi daerah aliran sungai (DAS), pembangunan infrastruktur pengendali banjir, penguatan sistem drainase perkotaan, hingga pengawasan terhadap alih fungsi lahan.
Menurut pengamat, penyelesaian banjir membutuhkan komitmen lintas sektor dan konsistensi pelaksanaan program dalam jangka panjang.
Oleh karena itu, evaluasi terhadap program yang telah berjalan juga dinilai penting agar masyarakat mengetahui sejauh mana progres penanganan banjir yang telah dilakukan pemerintah daerah.
Di sisi lain, masyarakat berharap Pemerintah Kota Padang dapat menyampaikan informasi secara terbuka mengenai perkembangan program pengendalian banjir, mulai dari target pelaksanaan, anggaran yang dialokasikan, lokasi prioritas penanganan, hingga capaian yang telah direalisasikan.
Program Penanganan Banjir yang Pernah Disampaikan Saat Kampanye
Dalam masa kampanye Pilkada Kota Padang, pasangan Fadly Amran dan Maigus Nasir pernah menyampaikan sejumlah program yang berkaitan dengan penanganan banjir sebagai bagian dari visi pembangunan Kota Padang.
Salah satu program yang disampaikan adalah melalui Program Padang Rancak, yang memuat komitmen pembangunan dan peningkatan infrastruktur perkotaan, termasuk perbaikan sistem drainase sebagai upaya mengurangi genangan di berbagai kawasan.
Selain itu, pasangan tersebut juga menyampaikan rencana normalisasi dan pengerukan sungai, termasuk Batang Maransi, guna mengurangi sedimentasi yang dinilai menjadi salah satu penyebab berkurangnya kapasitas sungai dalam menampung debit air saat hujan deras.
Komitmen lainnya adalah memperkuat sinergi antara Pemerintah Kota Padang dengan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat dan Pemerintah Pusat dalam percepatan pembangunan infrastruktur pengendalian banjir, serta meningkatkan mitigasi bencana melalui penguatan peran organisasi perangkat daerah (OPD), kecamatan, kelurahan, hingga pembentukan kelurahan tangguh bencana.
Masyarakat berharap berbagai komitmen tersebut dapat direalisasikan secara bertahap melalui program yang terukur, transparan, dan mampu memberikan dampak nyata terhadap pengurangan risiko banjir di Kota Padang. (*)


