BerandaSOSIALLepas Jenazah Ninik Mamak Suku Jambak, Irwan Basir: Yang Dibawa Hanya Amal...

Lepas Jenazah Ninik Mamak Suku Jambak, Irwan Basir: Yang Dibawa Hanya Amal Ibadah

Radar Berita Indonesia – Penghulu Tapian Kuranji Suku Jambak Nan Batujuh, Irwan Basir Datuk Rajo Alam, SH., MM., menghadiri sekaligus melepas jenazah almarhum H. Abdul Rahman Pandito Sutan, Ninik Mamak Bajinih Suku Jambak Nan Batujuh, di rumah duka, Kelurahan Korong Gadang, Kecamatan Kuranji, Kota Padang, Kamis (17/9/2026) siang.

Almarhum H. Abdul Rahman Pandito Sutan, yang semasa hidupnya dipercaya mengemban jabatan sebagai Pandito dalam kaum Suku Jambak Nan Batujuh, meninggal dunia dalam usia 76 tahun. Almarhum meninggalkan lima orang anak.

Kehadiran Irwan Basir di rumah duka tidak hanya sebagai bentuk penghormatan terakhir kepada almarhum, tetapi juga sebagai bagian dari hubungan sosial dan kekeluargaan dalam kehidupan bermasyarakat.

Ketua Majelis Permusyawaratan Adat (MPA) KAN Pauh IX tersebut mengatakan, melayat dan menghadiri keluarga yang sedang berduka merupakan salah satu bentuk menjalankan hubungan antar sesama manusia atau hablumminannas.

“Sesungguhnya kehadiran kita datang ke rumah duka ini untuk melayat atas meninggalnya anak kemenakan kita, karib kerabat kita atau saudara kita. Ini merupakan bagian dari menjalankan fungsi hubungan sosial kita antar sesama manusia atau hablumminannas,” ujar Irwan Basir.

Menurutnya, peristiwa kematian semestinya menjadi pengingat bagi setiap orang yang masih diberikan kesempatan hidup. Kematian merupakan bagian dari kehidupan manusia yang tidak dapat dihindari dan menjadi pelajaran agar manusia senantiasa memperbaiki perilaku serta meningkatkan amal ibadah.

Ia menilai, kehidupan bermasyarakat juga harus dijalani dengan berpegang pada norma dan nilai-nilai kebaikan. Karena itu, momentum takziah hendaknya tidak hanya dimaknai sebagai bentuk penghormatan kepada orang yang telah meninggal dunia, tetapi juga sebagai refleksi bagi mereka yang masih hidup.

“Kematian ini menjadi petunjuk bagi kita yang masih hidup untuk memperbaiki perilaku ke depan, berpegang kepada norma-norma dan meningkatkan amal ibadah, baik dalam kehidupan pribadi maupun dalam bermasyarakat,” katanya.

Tokoh masyarakat Kota Padang itu juga mengingatkan bahwa pangkat, jabatan, kehormatan maupun harta kekayaan pada akhirnya tidak menjadi bekal seseorang ketika meninggalkan dunia.

Menurut Irwan Basir, manusia pada akhirnya hanya membawa amal perbuatan yang telah dilakukan selama hidup. Karena itu, kehidupan dunia hendaknya tidak membuat seseorang terlena dengan kedudukan, kekuasaan maupun harta benda.

“Ini sebagai pelajaran bagi kita. Tidak pangkat dan jabatan, tidak harta kekayaan, tetapi yang kita bawa adalah amal yang dicatat oleh malaikat Raqib dan Atid,” ujarnya.

Ia kemudian mengajak keluarga, kerabat dan masyarakat yang hadir untuk menjadikan kematian sebagai pengingat bahwa kehidupan di dunia bersifat sementara.

“Jadikanlah kematian sebagai pelajaran dan pengingat. Setiap manusia pasti akan menempuhnya. Ini menandakan bahwa setiap manusia tidak akan selamanya menghuni dunia yang fana ini,” tutur Penghulu Tapian Kuranji Suku Jambak Nan Batujuh Irwan Basir Datuk Rajo Alam.

Lebih lanjut, Penghulu Suku Jambak Nan Batujuh itu mengatakan, ketika seseorang meninggal dunia, maka terputuslah amalnya di dunia kecuali tiga perkara sebagaimana hadis Nabi Muhammad SAW, yakni sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan doa anak yang saleh.

“Sewaktu kita meninggalkan dunia ini, hanya amal ibadah yang kita bawa nanti ke akhirat. Jadi tidak ada yang perlu kita banggakan. Pangkat yang tinggi, jabatan, kehormatan dan harta benda semua itu tidak akan dibawa ketika maut sudah menjemput kita. Yang dibawa hanyalah amal ibadah yang kita lakukan sebagaimana tujuan kita diciptakan,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Irwan Basir juga menyampaikan pesan kepada lima anak yang ditinggalkan almarhum agar senantiasa mendoakan orang tua mereka.

Ia berharap seluruh amal ibadah almarhum selama hidup diterima Allah SWT, sementara segala kekhilafan dan kesalahannya mendapatkan ampunan.

“Jika kita sudah meninggal, maka putus lah segala amal kita di dunia ini kecuali tiga perkara, yaitu sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat dan doa anak yang saleh. Untuk itu, kepada anak-anak yang beliau tinggalkan agar senantiasa mendoakan beliau, agar Allah mengampuni segala kesalahan beliau dan menerima segala amal ibadah yang telah beliau lakukan,” ujar Irwan Basir.

Penghulu Tapian Kuranji Suku Jambak Nan Batujuh juga mengajak seluruh masyarakat yang hadir untuk mengambil hikmah dari kepergian almarhum. Menurutnya, kematian tidak hanya menjadi akhir perjalanan seseorang di dunia, tetapi juga menjadi pengingat bagi yang masih hidup untuk memperbanyak amal kebaikan, menjaga hubungan dengan sesama dan menjalankan kehidupan sesuai tuntunan agama.

Prosesi pelepasan jenazah berlangsung dalam suasana duka dan kekeluargaan. Kehadiran keluarga, kerabat, anak kemenakan serta masyarakat menjadi bentuk penghormatan terakhir kepada almarhum H. Abdul Rahman Pandito Sutan sebelum jenazah dimakamkan.

Penulisan: Dedi Prima Maha Rajo Dirajo.

Google News

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Must Read