Radar Berita Indonesia – Markas Kepolisian Resor (Polres) Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), Provinsi Sulawesi Utara, terdampak banjir dan longsor pada Senin dini hari (5/1/2026) sekitar pukul 04.00 WITA, saat sebagian besar warga masih terlelap tidur.
Peristiwa tersebut terjadi setelah hujan deras disertai angin kencang mengguyur wilayah Kepulauan Sitaro sejak malam sebelumnya.
Berdasarkan keterangan masyarakat setempat, kondisi cuaca ekstrem sudah terasa sejak dini hari dan menimbulkan rasa waswas karena intensitas hujan yang tidak kunjung reda.
Akibat curah hujan yang tinggi, air bercampur lumpur dan material longsor masuk ke area lingkungan Polres Sitaro.
Genangan air mengisi sejumlah titik di kompleks perkantoran, sehingga aktivitas serta pelayanan kepolisian sempat terganggu.
Petugas kepolisian bersama instansi terkait langsung melakukan langkah tanggap darurat dengan membersihkan material lumpur dan sisa longsoran yang terbawa arus air.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan resmi mengenai korban jiwa, namun proses pendataan terhadap dampak kerusakan masih terus dilakukan.
Selain merendam area Polres, bencana ini juga berdampak pada sejumlah wilayah daratan Kepulauan Sitaro, di mana warga melaporkan terjadinya pemadaman listrik (mati lampu) di beberapa titik akibat cuaca buruk.
Pihak Polres Kepulauan Sitaro mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem, khususnya hujan lebat yang dapat memicu banjir dan longsor susulan, terutama di wilayah rawan bencana.
Aparat bersama pemerintah daerah dan instansi teknis terkait terus bersiaga guna mengantisipasi kemungkinan dampak lanjutan.
Perkembangan terbaru mengenai kondisi terkini, hasil pendataan kerusakan, serta langkah penanganan lanjutan akan disampaikan dalam pemberitaan berikutnya.
Dampak Meluas, Akses dan Aktivitas Warga Ikut Terganggu
Banjir dan longsor yang melanda wilayah Kepulauan Sitaro tidak hanya berdampak pada lingkungan Markas Polres Sitaro, tetapi juga mengganggu aktivitas masyarakat di sejumlah wilayah daratan kepulauan.
Genangan air serta material lumpur dilaporkan menutup sebagian akses jalan lingkungan, menyulitkan mobilitas warga pada pagi hari.
Sejumlah warga menyebutkan bahwa aliran listrik sempat terputus (mati lampu) di beberapa kawasan daratan, diduga akibat gangguan jaringan listrik yang terdampak cuaca ekstrem.
Kondisi tersebut semakin memperparah situasi, terutama bagi warga yang membutuhkan penerangan dan akses komunikasi.
“Sejak dini hari hujan sangat deras disertai angin. Warga sudah merasa khawatir sebelum kejadian karena hujan tidak berhenti,” ujar salah seorang warga setempat.
Aparat Siaga, Pembersihan dan Pendataan Terus Berlangsung
Pasca kejadian, aparat kepolisian bersama instansi terkait langsung mengaktifkan langkah siaga bencana. Fokus utama saat ini adalah pembersihan material banjir dan longsor, serta pendataan kerusakan fasilitas dan lingkungan yang terdampak.
Polres Kepulauan Sitaro memastikan bahwa pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan, meskipun dilakukan dengan penyesuaian di tengah proses pemulihan lingkungan markas.
Koordinasi juga dilakukan dengan pihak terkait untuk mengantisipasi kemungkinan banjir dan longsor susulan, mengingat kondisi cuaca yang masih berpotensi ekstrem.
Imbauan Waspada: Curah Hujan Masih Tinggi
Pihak kepolisian kembali mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan, khususnya warga yang bermukim di daerah rawan longsor, bantaran sungai, serta kawasan dengan kontur tanah labil.
Masyarakat diminta segera melapor kepada aparat setempat apabila menemukan tanda-tanda alam yang berpotensi membahayakan, seperti retakan tanah, aliran air tidak normal, atau longsoran kecil.
Menunggu Update Resmi
Hingga saat ini, belum ada laporan korban jiwa, namun situasi masih terus dipantau.
Pemerintah daerah bersama aparat keamanan dan instansi teknis terkait tetap bersiaga guna memastikan keselamatan warga serta stabilitas pelayanan publik.
Informasi terbaru mengenai perkembangan kondisi cuaca, pemulihan pascabencana, dan hasil pendataan resmi akan terus diperbarui dalam laporan berikutnya.
Sumber: Roby Sigar.
Editor: Maha Rajo Dirajo.


